G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Golkar Hukrim
Beranda / Hukrim / DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang Apresiasi Gerak Cepat Polres Sumba Timur Ungkap Pembunuhan Berdarah di Matawai

DPR RI Dr. Umbu Rudi Kabunang Apresiasi Gerak Cepat Polres Sumba Timur Ungkap Pembunuhan Berdarah di Matawai

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Dr. Umbu Rudi Kabunang

WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM โ€” Kurang dari sehari setelah peristiwa berdarah yang mengguncang Kelurahan Matawai, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, jajaran Polres Sumba Timur berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam yang menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya.

Respons cepat aparat kepolisian itu mendapat apresiasi dari anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang. Ia menilai langkah cepat yang dilakukan Polres Sumba Timur menunjukkan keseriusan aparat dalam menjaga rasa aman masyarakat sekaligus memberikan kepastian hukum bagi para korban dan keluarganya.

“Peristiwa ini sangat memprihatinkan. Saya memberikan apresiasi kepada Polres Sumba Timur yang bergerak cepat menangkap para terduga pelaku. Proses hukum harus berjalan tegas dan para pelaku yang terbukti bersalah harus dihukum seberat-beratnya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Umbu Rudi, Kamis (18/6/2025) di Waingapu.

Umbu Rudi Kabunang bahkan akan menemui Kapolres Sumba Timur, Jumat (19/6/2026) untuk memberikan apresiasi dan dukungan langsung kepada aparat Polres Sumba Timur. โ€Saya akan hadir memberikan dukungan dan apresiasi langsung kepada Bapak Kapolres Sumba Timur, dan memastikan bahwa setiap pelaku-pelaku tindak pidana akan dijerat hukuman, itu pasti,โ€ tegas Umbu Rudi Kabunang.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (18/6/2026) dini hari di sebuah kawasan kos-kosan di Kelurahan Matawai. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, insiden bermula dari perselisihan yang berkembang menjadi aksi kekerasan. Dugaan sementara, konflik dipicu oleh tuduhan pencurian yang kemudian memicu ketegangan antarpihak hingga berujung pada penyerangan menggunakan senjata tajam.

Rakernas Konfederasi Nasional Pordasi Perkuat Sinergi Empat Federasi, Siapkan Lompatan Prestasi Menuju PON NTT-NTB

Akibat kejadian tersebut, seorang pria berinisial K.D.S. (42) meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam. Sementara dua korban lainnya, yakni N.J.D. (49) dan V.A.B. (43), mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan medis intensif.

Begitu menerima laporan dari keluarga korban, aparat Polres Sumba Timur langsung mendatangi lokasi kejadian. Garis polisi dipasang untuk mengamankan tempat kejadian perkara, sementara tim penyidik melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.

Aparat Polres Sumba Timur mengamankan empat orang terduga pelaku pembunuhan berinisial A.L.B alias J, M.L.D alias B.G, M.B.G alias T, dan Y (duduk). Foto: tribratanewssumbatimur

Kapolres Sumba Timur AKBP Dr. Gede Harimbawa mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan secara intensif sejak laporan diterima. Tim gabungan Resmob Satreskrim dan Satintelkam kemudian bergerak melakukan penelusuran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

Hasilnya, dalam waktu singkat polisi berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku berinisial A.L.B alias J, M.L.D alias B.G, M.B.G alias T, dan Y. Selain itu, petugas juga menyita satu bilah parang khas Sumba yang diduga digunakan dalam aksi penyerangan tersebut.

Keempat terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Sumba Timur. Penyidik masih mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk peran masing-masing pihak dan kemungkinan keterlibatan orang lain dalam insiden tersebut. Beberapa orang lainnya juga turut diamankan untuk dimintai keterangan.

Dr. Umbu Rudi Kabunang Dorong Revisi UU Advokat Pasca Putusan MK, Tekankan Kepastian Hukum dan Penguatan Etika Profesi

Kapolres menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi serta mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Kasus ini menambah daftar panjang tindak kekerasan yang berujung hilangnya nyawa akibat penyelesaian konflik secara brutal. Di tengah proses penyidikan yang masih berlangsung, keluarga korban berharap keadilan dapat ditegakkan dan seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement