G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Golkar Nusantara
Beranda / Nusantara / DPR Dr. Umbu Rudi Kabunang Apresiasi Program Rumah ASN Kementrian Imipas, Dibangun dari Karya Warga Binaan Lapas

DPR Dr. Umbu Rudi Kabunang Apresiasi Program Rumah ASN Kementrian Imipas, Dibangun dari Karya Warga Binaan Lapas

Anggota DPR RI, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Jenderal Pol (Purn.) Agus Andrianto saat peluncuran program fasilitas rumah ASN Kementrian Imipas di kawasan Casa De Prima Cikarang Barat dan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Selasa, 19 Mei 2026. Foto: bram

JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM – ย Program pembangunan rumah aparatur sipil negara (ASN) yang digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menuai apresiasi dari Komisi XIII DPR RI, Dr. Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga. Menurut Umbu Rudi, program itu tidak hanya menyediakan hunian layak bagi pegawai, tetapi juga melibatkan karya warga binaan pemasyarakatan sebagai material utama pembangunan rumah.

Produk seperti batako dan bahan bangunan hasil olahan limbah yang diproduksi melalui pelatihan kerja di lapas dan rutan, termasuk dari Lapas Kelas I Tangerang, kini mulai digunakan dalam proyek perumahan ASN di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Kementrian Imipas berhasil mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo.

Pemerintah mulai mendorong model pembangunan perumahan aparatur sipil negara (ASN) yang tidak hanya berorientasi pada penyediaan hunian, tetapi juga terintegrasi dengan program pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Langkah itu ditandai dengan peluncuran program fasilitasi rumah ASN oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di kawasan Cikarang Barat dan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Selasa (19/5/2026).

Menteri Agus Andrianto menyebut program tersebut menjadi bagian dari implementasi 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tahun 2026, khususnya agenda penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi ASN. Menurut dia, keberadaan rumah yang nyaman merupakan fondasi penting agar pegawai dapat bekerja dengan tenang sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

โ€œRumah yang layak menjadi pondasi awal bagi ASN untuk dapat mengabdi dan melayani masyarakat dengan prima,โ€ ujar Agus.

Baleg DPR RI Dengarkan Masukan Pakar soal Revisi UU Tipikor, Polemik Audit Kerugian Negara Mengemuka

Program itu sekaligus menghadirkan pendekatan berbeda dalam pembangunan perumahan pemerintah. Tidak hanya menggandeng pengembang, Kemenimipas juga melibatkan warga binaan pemasyarakatan dalam proses produksi material dan modul rumah melalui pelatihan kerja di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan.

Agus mengatakan, sebagian material bangunan yang digunakan berasal dari hasil karya warga binaan di Lapas Kelas I Tangerang. Produk tersebut meliputi batako hingga bahan konstruksi berbahan olahan limbah yang telah melalui pengujian kekuatan sebelum digunakan dalam pembangunan rumah.

Menurut Agus, proses pengembangan produk karya warga binaan tidak berlangsung instan. Dibutuhkan waktu panjang, pelatihan berkelanjutan, dan pembinaan agar hasil produksi memiliki standar yang dapat digunakan secara luas di sektor konstruksi.

Pada tahap awal, proyek tersebut mencakup pembangunan 60 unit rumah di kawasan Kasada Prima Cikarang Barat serta sembilan unit toko penunjang kawasan hunian. Selain itu, pembangunan 78 unit rumah di Cikarang Pusat ditargetkan mulai berjalan pada Juni 2026.

Apresiasi terhadap program tersebut datang dari anggota Komisi XIII DPR RI, Umbu Kabunang Rudi Yanto Hunga. Ia menilai program rumah ASN tidak hanya menjawab kebutuhan dasar pegawai yang belum memiliki rumah, tetapi juga menghadirkan inovasi sosial melalui pemanfaatan karya warga binaan pemasyarakatan.

Gubernur Melki Laka Lena Pastikan Evaluasi Kinerja Bank NTT Berlanjut di RUPS 24 Mei

Menurut Umbu, penggunaan material hasil olahan warga binaan menunjukkan bahwa program pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomi sekaligus bermanfaat bagi masyarakat luas.

โ€œYang lebih inovatif lagi, rumah ini menggunakan material hasil karya warga binaan. Mulai dari batako hingga bahan bangunan dari hasil olahan limbah yang sudah diuji kekuatannya,โ€ kata Umbu yang hadir mewakili Pimpinan dan Anggota Komisi XIII DPR RI saat peluncuran itu.

Ia menilai model pembinaan produktif semacam itu memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara nasional. Selain memperkuat proses reintegrasi sosial warga binaan, program tersebut juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru berbasis pelatihan keterampilan di lingkungan pemasyarakatan.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Menetri Imipas Silmy Karim, ย Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko, dan Dirjen Lapas Brigjen Pol. Drs. Mashudi.

Bagi pemerintah, program rumah ASN ini bukan sekadar proyek perumahan, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan yang lebih produktif dan berkelanjutan. Di satu sisi, ASN memperoleh akses hunian yang lebih terjangkau. Di sisi lain, warga binaan mendapatkan ruang untuk menghasilkan karya yang dapat digunakan langsung dalam pembangunan nasional.*/llt

Dengarkan Suara Nasabah, Bank NTT Benahi Layanan Digital dan Kembangkan Super Apps

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement