WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pendirian perguruan tinggi baru yang digagas Yayasan Maringi Malala. Kehadiran kampus baru itu diharapkan membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi generasi muda di Pulau Sumba. Juga, sekaligus memperkuat pengembangan sektor unggulan daerah, terutama pariwisata dan peternakan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Bupati Sumba Barat Yohanis Dade dan jajaran Yayasan Maringi Malala di Waikabubak, Selasa (5/5/2026). Pertemuan itu membahas dukungan pemerintah daerah terhadap proses pendirian institusi pendidikan tinggi yang saat ini tengah dipersiapkan yayasan.
Ketua Yayasan Maringi Malala, Yonathan Bero Agu Ate, mengatakan pihaknya menargetkan pembangunan perguruan tinggi dapat dimulai tahun ini. Meski menghadapi berbagai tahapan administratif dan kebutuhan pendanaan yang besar, yayasan tetap optimistis karena telah memperoleh dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Universitas Nusa Cendana, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta unsur akademisi.
โKami ingin menghadirkan perguruan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan daerah dan membuka peluang lebih besar bagi anak-anak muda Sumba untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus keluar daerah,โ ujar Yonathan.
Pada tahap awal, kampus tersebut direncanakan membuka empat program studi, yakni Pariwisata, Administrasi Bisnis, Bahasa Inggris Terapan, dan Peternakan. Pemilihan program studi itu dinilai selaras dengan potensi ekonomi dan kebutuhan pembangunan daerah di Sumba Barat.
Yonathan menjelaskan, pengembangan sektor pariwisata akan menjadi salah satu fokus utama perguruan tinggi tersebut, terutama untuk mendukung kawasan wisata di wilayah selatan Sumba Barat yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, dukungan masyarakat juga mulai terlihat melalui hibah lahan sekitar dua hektar untuk lokasi pembangunan kampus.
Menurut dia, biaya pembukaan satu program studi diperkirakan mencapai Rp420 juta. Karena itu, yayasan berharap adanya kolaborasi dengan pemerintah daerah, investor, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya agar proses pembangunan dapat berjalan berkelanjutan.
Bupati Yohanis Dade menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menilai kehadiran perguruan tinggi baru menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumba Barat yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan tinggi.
โIni bukan hanya tentang membangun kampus, tetapi membangun masa depan generasi muda Sumba Barat. Pemerintah daerah tentu mendukung upaya yang memberi dampak langsung bagi peningkatan kualitas masyarakat,โ kata Bupati Yohanis.
Ia menegaskan, pemerintah daerah siap membantu proses legalitas, perizinan, hingga dukungan administratif dan infrastruktur sesuai kemampuan daerah. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola yang profesional, transparan, dan berorientasi jangka panjang agar institusi yang dibangun benar-benar mampu berkembang secara berkelanjutan.
Audiensi itu turut dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten Sekda, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam menghadirkan pusat pembelajaran baru di Pulau Sumba.*/prokopimSB/llt













Komentar