TAMBOLAKA,SELATANINDONESIA.COMย โ Pagi itu, suasana di halaman Kantor Bupati Sumba Barat Daya terasa lebih dari sekadar rutinitas seremonial. Di bawah langit Tambolaka yang cerah, Ratu Ngadu Bonnu Wulla memimpin apel kesadaran aparatur sipil negara (ASN) dengan pesan yang tegas: disiplin dan integritas bukan pilihan, melainkan fondasi pelayanan publik.
Namun, apel yang digelar Senin (20/4/2026) itu tidak berhenti pada penguatan etos kerja. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya memanfaatkannya sebagai panggung untuk menyampaikan arah baru pembangunan daerahโdengan pendidikan sebagai titik tumpu.
Di hadapan jajaran ASN, Ratu Wulla menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk melambat. Justru dalam kondisi itu, menurut dia, diperlukan kerja kolektif dan kemampuan membangun jejaring dengan pemerintah yang lebih tinggi.
โKita tidak boleh menyerah. Kunci kita hari ini adalah sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat,โ ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah mengklaim telah mengamankan dukungan signifikan untuk sektor pendidikan pada tahap awal tahun anggaran 2026. Program itu mencakup pembangunan puluhan unit fasilitas pendidikan dasar, mulai dari 35 gedung PAUD, 29 sekolah dasar, hingga 7 sekolah menengah pertama, serta satu Sekolah Rakyat.
Langkah ini menandai upaya memperkuat fondasi sumber daya manusia di wilayah yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan akses pendidikan. Pemerintah daerah tampaknya ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada investasi jangka panjang melalui pendidikan.
Di sisi lain, perhatian pemerintah tidak sepenuhnya bergeser dari sektor lain. Potensi olahraga dan pariwisata lokal tetap dilirik sebagai sumber pertumbuhan baru. Salah satu yang tengah didorong adalah rencana pembangunan lapangan pacuan kudaโikon yang lekat dengan budaya Sumba.
Untuk itu, Bupati menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang agar segera meninjau ulang proposal yang telah diajukan. Ia menekankan pentingnya kesiapan data dan perencanaan teknis agar usulan tersebut dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Arahan tersebut menutup apel pagi yang berlangsung khidmat, sebelum dilanjutkan dengan koordinasi antar pimpinan organisasi perangkat daerah. Pesannya jelas: rencana yang telah disusun tidak boleh berhenti sebagai wacana, melainkan harus segera diterjemahkan menjadi kerja nyata di lapangan.
Di tengah keterbatasan, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya tampaknya sedang bertaruh pada satu hal yang paling mendasarย yaitu membangun manusia, sambil tetap membuka ruang bagi sektor lain untuk tumbuh.*/Adi Suseno/llt













Komentar