G-RDVF5GTVXM

Blog

  • Napasabok, Pelopor Desa Bebas Malaria

    Napasabok, Pelopor Desa Bebas Malaria

    LEMBATA,SELATANINDONESIA.COM – Desa Napasabok di Kecamatan Ile Ape menjadi desa pertama di Kabupaten Lembata yang dideklarasikan sebagai desa yang bebas dari malaria. Pada Selasa, (18/2/2020) dilakukan deklarasi yang dihadiri oleh Wakil Bupati Lembata DR. Thomas Ola Langoday, Ketua DPRD Piter Gero, Pimpinan Komisi III, Antonius Leumara dan Gabriel P. Raring beserta para pimpinan OPD, Camat Ile Ape, Ketua Yayasan Papa Miskin dan Koordinator Lembaga Perdakhi Keuskupan Agung Ende.

    Desa Napasabok pada tahun 2017, masuk kategori zona merah malaria. Konidisi ini mendapat perhatian serius dari Yayasan Papa Miskin yang  bekerja sama dengan Lembaga Perdakhi Lembata sebagai mitra dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit malaria sebagai leading sector programnya.

    Frans So, SVD Pengawas Perdakhi Lembata menjelaskan, sejak tahun 2017, Desa Napasabok diinterfensi melalui proses pendampingan dan edukasi secara intens dari kedua lembaga swasta tersebut. Hingga pada tahun 2018, Napasabok berhasil merilis capaian maksimal sebagai desa bebas malaria dengan presentasi menembus 0.0% (zero malaria) atau dengan kata lain desa yang bebas malaria.

    “Kondisi Desa Napasabok pada tahun 2017 sangat riskan jika kita lihat dari sisi presentasi masyarakat yang menderita malaria. Akan tetapi berangsur membaik setiap tahunnya. Dan puncaknya di tahun 2020 kita boleh katakan sukses” ujar P. Frans So, SVD.

    Dikatakannya, ada beberapa desa yang tersebar di sembilan Kecamatan di Kabupaten Lembata yang menjadi desa binaan dari lembaga/yayasan ini, antara lain Desa Ile Kimok di Kecamatan Atadei, Desa Warawatung di Kecamatan Nagawutung, dan Desa Tapobali di Kecamatan Lebatukan.

    Ketua DPRD Kabupaten Lembata Piter Gero saat itu mengatakan, DPRD melalui Komisi III telah mengakomodir kepentingan itu dan sudah dimasukan dalam perda inisiatif tentang Penanggulangan dan Pencegahan Malaria.

    Wakil Bupati Lembata DR. Thomas Ola Langoday mengapresiasi deklarasi bebas malaria di Desa Napasabok lantaran telah turut serta mensuport dan mendukung program pemerintah Kabupatan Lembata yang termaktum didalam RPJMD Lembata yakni Zero ATM (Nol AIDS, Nol TBC dan Nol MALARIA).

    “Saya kagum dengan pemerintah desa, kedua lembaga swasta serta partisipasi masyarakat desa dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyakit malaria sehingga Desa Napasabok menjadi satu-satunya desa di Lembata yang pertama kali mendeklarasikan diri sebagai Desa Bebas Malaria,” katanya.

    Dikataknnya, pemerintah desa sebisa mungkin mengintervensi anggaran dari dana desa untuk dipergunakan bagi pemberdayaan komunitas-komunitas di desa yang konsentrasinya dalam bidang kesehatan plus lingkungan sehingga ini juga akan menjadi pemantik dalam memotivasi dan mendorong komunitas-komunitas tersebut.*Teddi Lagamaking

    Editor; Laurens Leba Tukan

  • AHY dan Rindu yang Tumpah di Bundaran Tirosa

    AHY dan Rindu yang Tumpah di Bundaran Tirosa

    SELATAN,INDONESIA.COM – Putra sulung Presiden RI ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurty Yudhoyono (AHY) menumpahkan rasa rindunya untuk Nusa Tenggara Timur khususnya Kota Kupang. Semenjak ayahnya menjabat sebagai Komandan Batalyon di Timor Timur (saat ini Negara RDTL) AHY yang kala itu masih kecil, punya ikatan emosial dengan tanah Timor dan Nusa Tenggara Timur.

    “Saya bersyukur hari ini bisa datang di Kupang, NTT. Sudah sejak lama merindukan untuk bisa bertemu dan menyapa masyarakat serta kader di NTT. Kunjungan ini untuk menyambung silathurami, dan mempersiapkan kader yang maju dalam pilkada tahun ini,” ujar AHY di Aston Kupang usai acara konsolidasi Partai Demokrat NTT, Selasa (18/2/2020).

    Politisi muda yang sempat bertarung menjadi Gubernur DKI Jakarta ini mengaku terkejut ketika Ketua DPD Partai Demokrat NTT Jefri Riwu Koreh bersama seluruh Ketua DPC Partai Demokrat Kota dan Kabupaten se NTT mendeklarasikan dukungan kepadanya untuk maju menjadi ketua umum Partai Demokrat dalam kongres tahun ini.

    Menurut AHY, deklarasi dukungan itu adalah doa dan harapan yang diberikan kepadanya makai ia siap bekerja membesarkan Partai Demokrat. “Kita harus bersama bekerja keras karena Partai Demokrat adalah partai besar dan butuh kerja sama semua kader,” sebutnya.

    AHY mengatakan, dalam kurun waktu 1,5 bulan terakhir melakukan konsolidasi di berbagai daerah di Indonesia dalam rangka mempersiapkan kader partai Demokrat untuk bertarung dalam Pilkada 2020 termasuk DPD dan DPC terbesit harapan dan dukungan bahwa ia menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

    Bagi AHY, yang terpenting adalah kongres Partai Demokrat berjalan baik, aman dan demokratis, untuk melahirkan semangat dan harapan baru agar partai lebih solid dan bisa bangkit sehingga berkontribusi untuk masyarakat. “Karena politik adalah bagaimana kita mendapatkan peran, dan peran itu digunakan untuk membangun masyarakat,” sebutnya.

    Ditanya kesiapannya menjadi calon Presiden di tahun 2024, AHY dengan senyum menjawab singkat bahwa masih jauh. “Masih jauh ya, saya senang sekali bisa datang ke Kupang. Waktu kecil saya di Tim Tim (sebutan untuk RDTL) ketika ayah Komandan Batalyon. Dan kini datang sebagai politisi dan ini kunjungan bukan yang terkahir. Bagi saya, NTT adalah propinsi yang strategis dengan kabupaten-kabupatennya yang harus saya jelajahi. Saya akan cari waktu kedepan untuk berkunjung dan menikmati keindahan alam, pariwsata dan kulinernya. Saya juga akan terus mempromosikan potensi wisata dan kekhasan lokal dengan tradisi yang luhur ini,” jelasnya.

    AHY juga mengatakan, akan mengerahkan seluruh kekuatan Partai Demokrat di tingkat pusat untuk terus memberikan dukungan konkrit kepada Walikota Kupang Jefri Riwu Koreh dalam membangun Kota Kupang. “Pak Jefri sebagai Walikota Kupang, mendapatkan dukungan khusus dari Ketua Umum Pak SBY karena semangat Pak Jefri dalam membangun dan mensejahterakan masyaraat. Walu baru hampir tiga tahun tetapi sudah banyak yang dilakukan untuk Kota Kupang. Saya yakin, Partai Demokrat akan terus memberikan dukungan kepada Waikota Kupang maupun kepala daerah lain yang kader Partai Demokrat seperti Pak Wily Lay di Kabupaten Belu,” katanya.

    Ketua DPD Partai Demokrat NTT Jefri Riwu Koreh mengatakan, alasan  mendasar seluruh Ketua DPC se NTT memberikan dukungan kepada AHY lantaran AHY adalah sosok terbaik saat ini yang dimiliki Partai Demokrat. “AHY adalah kebanggaan kita Bersama dan sosok terbaik yang dimiliki Partai Demokrat. Kemampuan beliau memimpin yang kita lihat bukan semata karena putra Pak SBY, dan saya yakin pasti beliau adalah persiden kita kedepan”, ujar Walikota Kupang ini.

    Dijadwalkan, malam ini Selasa (18/2/2020)  AHY didampingi Walikota Kupang Jefri Riwu Koreh yang juga Ketua DPD Partai Demokrat NTT untuk berdialog dengan masyarakat Kota Kupang. “Di Bundaran Tirosa nanti AHY akan sumbang lagu untuk warga kota dalam nuansa Valentine dan membagikan bunga untuk warga kota, dan tik tok bersama serta selfie dengan warga,” ujar Sekretaris DPD Partai Demokrat NTT Frdy Leu.***Laurens Leba Tukan

    Berikut Profil Singkat AHY

    Nama Lengkap: Agus Harimurty Yudhoyono

    Profesi : Politikus

    Temat Tanggal Lahir : Bandung 10 Agustus 1978

    KELUARGA
    Orangtua             : Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristiani Herawati
    Pasangan              : Annisa Larasati Pohan

    Anak                     : Almira Tungga Dewi Yudhoyono

    PENDIDIKAN
    SMA Taruna Nusantara (1994-1997)

    Akademi Militer (1997-2000)

    Master Strategic Studies di Institute of Defence and Strategic Studies Nanyang Technological University, Singapura (2006)

    Master of Arts (MA) Leadership and Management, George Herbert Walker School of Business and Technology, Webster University (2015)

    US Army Command and General Staff College (CGSC), Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat (2015)

    Master of Public Administration pada John F. Kennedy School of Government, Harvard University, Massachusetts AS, (2015)

    KARIER
    Pama Pussenif (2000)

    Pama Kostrad (2001)

    Pama Divif 1 Kostrad (2002)

    Danton III/C Yonif Linud 305/Tengkorak (2002)

    Danton II/C Yonif Linud 305/Tengkorak (2003)

    Pasi 2/Ops Yonif Linud 305/Tengkorak (2004)

    Dankipan C Yonif Linud 305/Tengkorak (2005)

    Pasiops Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-A (2006)

    Pama Mabes TNI (2008)

    Ps. Kasi Amerika Kemhan RI (2008)

    Pama Ditjen Strahan Kemhan (2009)

    Pamen Mabes TNI/Suslapa (USA) (2010)

    Kasi 2/Ops Brigif Linud 17/Kujang I Kostrad (2011)

    Pamen Mabes TNI (2013)

    Kasubbag Kerja sama Dalam Negeri Universitas Pertahanan (2014)

    Pamen Denma Mabesad (Dik Sesko LN) (2014)

    Danyonif Mekanis 203/Arya Kemuning (2015)

  • Wilson Edon Kembali Pimpin Desa Ba’adale

    Wilson Edon Kembali Pimpin Desa Ba’adale

    ROTENDAO,SELATANINDONESIA.COM – Wilson J. Edon, terhitung sejak 18 Februari 2020, diaktifkan kembali sebagai Kepala Desa Ba’adale Kecamatan Lobalain. Pengaktifan ini didasarkan pada Keputusan Bupati Rote Ndao dengan nomor 28/KEP/HK/2020, tentang pemberhentian Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) dan pengaktifan kembali Kepala Desa Ba’adale di Kecamata Lobalain tertanggal 4 Februari 2020.

    Acara pengukuhan dan pengaktifan kembali Kepala Desa itu dilangsungkan di aula Kantor Camat Lobalain yang dipimpin Plt. Camat Lobalain, Nusri E. Zacharias.

    Dalam sambutanya, Nusri mengatakan, tidaklah mudah menjadi seorang pemimpin. Di organisasi apapun, seorang pemimpin dituntut agar bisa diteladani. “Menjadi seorang pemimpin itu tidah mudah. Entah di organisai sekecil apapun, pemimpin adalah publik figur yang ditiru oleh orang dipimpinnya”, ujar Nusri.

    Itu pasalnya, Nusri berpesan Kepala Desa definitif yang diaktifkan hari ini ditantang untuk lebih sungguh melayani. Lantaran, terdapat begitu banyaknya aduan masyarakat yang diterima terkait pelayanan kepala desa yang dirasa tidak maksimal

    Wilson Edon yang ditanya terkait pengaktifanya, tak banyak berkomentar. Nampaka sukacita dari Wilson di hari pengaktifanya. Dalam kurun waktu setahun lebih, Wilson dinonakftifkan dan menjalani tugasnya sebagai abdi negara, yakni Polisi Pamong Praja.

    Terpantau, di penghujung acara itu, semua Kepala Desa dan Lurah di Kecamatan Lobalain melantukan sebuah pujian rohani ‘Waktu Tuhan Pasti Yang terbaik. Wilson Edon yang piawai memainkan tuts keyboard, mengiringi pujian yang dilantunkan, dan semua tetamu undangan pun larut dalam dalam suasana sukacita itu.**same

  • FKPT Ladang Persemaian Benih Kedamaian di NTT

    FKPT Ladang Persemaian Benih Kedamaian di NTT

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) di Provinsi NTT serta 31 provinsi lainnya di Indonesia diharapkan menjadi ladang persemaian benih-benih kedamaian di seluruh wilayah Indonesia.

    Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH mengatakan itu ketika melantik para pengurus FKPT 32 Provinsi se Indonesia yang dirangkai dengan Rakernas VII FKPT tahun 2020 Senin, (17/2/2020) di Hotel Mercure Ancol Jakarta.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima SelatanIndonesia.com, Selasa (18/2/2020) disebutkan, pelantikan ditandai dengan penyematan kartu tanda pengenal kepada 32 ketua FKPT se Indonesia. Dan, Rakernas FKPT ke-VII tahun 2020 mengusung tema “Damai dan Bersatu”.

    Ketua BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH saat membuka Rakernas menyebutkan semua pihak ingin menyebarkan benih-benih kedamaian dan pada FKPT ada harapan banyak karena banyak tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan kaum intelektual yang bisa mengidentifikasi  di lingkungan masing-masing.

    Ia berharap FKPT berfungsi dengan baik serta pelibatan 26 pejabat Kesbangpol dari 26 provinsi agar ada proses percepatan dan FKPT menjadi sarana mengidentifikasi kearifan lokal.

    “Kearifan lokal bukan sekedar budaya tetapi ada nilai dan menjadi kekayaan budaya sehingga 32 FKPT bisa menjadi ujung tombak dengan Kesbangpol untuk menggali kearifan lokal,” tandasnya.

    FKPT sendiri ada sejak 2012 yang lalu dan ada pergantian setiap dua tahun. Saat ini FKPT sudah ada di 32 provinsi di Indonesia dengan menghimpun tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, media dan peneliti. “Tokoh-tokoh tersebut adalah mitra strategis dengan mengedepankan kearifan local,” sebutnya.

    Disisi lain, untuk penguatan FKPT di 32 provinsi maka perlu ada regulasi untuk mencegah terorisme lewat FKPT. Diakui pula, dari hasil penelitian bahwa dari 32 provinsi yang memiliki FKPT di Indonesia ada lima provinsi yang rentan yakni Provinsi Aceh, Kepulauan Riau, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat dan Jawa Timur.

    Untuk itu, menurut Suhardi Alius, kebijakan yang diambil pemerintah adalah menjaga rasa aman. “Tidak ada pemulangan ISIS dan perlu verifikasi lintas sektoral untuk mendata mereka yang masih berada di Suriah,” sebutnya.

    Pihaknya berharap perlu ada kebersamaan dan kepedulian, di mana semua komponen harus bersatu dan menjadikan radikalisme sebagai musuh bersama karena kuncinya adalah damai dan bersatu.

    Ia berharap, perlu ada kewaspadaan dan menyadari media sosial yang mempengaruhi karena terorisme terjadi dimana pun dan kapan pun. “Salah satu upaya mencegah terorisme dan radikalisme adalah warga wajib lapor 1×24 jam dan FKPT serta pemerintah daerah perlu bersinergi.” sebutnya.

    Kasubdit Pemberdayaan masyarakat BNPT, Dr. Hj. Andi Intang Dulung, MH menyebutkan, Rakernas mengundang para pengurus FKPT provinsi se Indonesia dan staf sehingga ada 288 peserta dari 32 provinsi di Indonesia.

    Kepengurusan FKPT pun melibatkan 26 pejabat Kesbangpol se Indonesia serta pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme. Rakernas FKPT digelar 17-19 Februari 2020 dengan narasumber Mendagri diwakili Sekjen, pimpinan utama BNPT, kementerian agama, praktisi komunikasi dan media, aktivis perempuan, peneliti Alvara dan ahli IT. Pembukaan kegiatan dihadiri Sekjen Kemendagri, Dr Hadi Prabowo, MM.

    FKPT NTT periode 2020-2022 dinahkodai Yohana Lisapaly, SH MHum sebagai ketua dan Inrah, SPd M.Kes sebagai sekretaris dan bendahara, Setiawan Christiana Dubu, SH. FKPT NTT dilengkapi pengurus untuk bidang Perempuan dan Anak, Dr Reny R Massu, SH MH, bidang Penelitian, Dr Maria Theresia Geme, SH MH, bidang Agama, Sosial dan Budaya, Ir Jalaludin Bethan, bidang Pemuda dan Pendidikan, Adrianua Oswin Goleng, STr.P serta Bidang Media Massa, Hukum dan Hubungan Masyarakat, Imanuel Lodja, S.Sos.***Laurens Leba Tukan

     

  • Pendidikan Gender Dimulai Sejak Usia Dini

    Pendidikan Gender Dimulai Sejak Usia Dini

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kadis P3A) Kota Kupang Ir. Clemntina R.N. Soengkono mengatakan, pendidikan gender harus dimulai sejak masih anak-anak. Pasalnya, di masa itulah segala sesuatu bisa diserap dengan cepat dan tepat oleh seseorang sehingga bisa tertanam dalam dirinya segala pengetahuan yang diajarkan hingga dewasa.

    Kadis Clementina mengatakan itu ketika tampil sebagai pemateri dalam acara sosialisasi kesetaraan gender di tiga keluaran secara beruntun belum lama ini. Ketiga Kelurahan itu adalah Tode Kisar, Nunhila dan Sikumana.

    Dimoderatori oleh Kabid KKG pada DP3A Kota Kupang Imelda P. Manafe, SH.,M.Hum, Kadis Clementina menyebutkan, jika mengajarkan pengetahuan tentang gender sejak usia dini maka dapat menekan laju  sikap diskriminatif, judgement dan bias gender di masa dewasa.

    “Pada prinsipnya, kesetaraan gender merupakan anggapan terhadap semua orang pada kedudukan yang sama dan sejajar antara laki-laki dan perempuan,” katanya.

    Disebutkannya, dengan memiliki kedudukan yang sama maka setiap individu memiliki hak yang sama, menghargai tugas dan fungsi masing-masing, tidak ada salah satu yang merasa berkuasa.

    Selain Clementina, tampil sebagai nara sumber dalam setiap kegiatan itu adalah pegiat dan konsuktan gender Veronika Ata, SH.MHum.

    Ketua panitia pelaksana kegiatan Desi Manubulu, S.Sos, MM kepada SelatanIndonesia.com menjelaskan, materi yang disampaikan berupa konsep gender, pentingnya kesetaraan gender pada anak, bentuk-bentuk ketidakadilan gender dan organisasi serta administrasi forum anak.

    “Kegiatan di masing-masing Kelurahan melibatkan 20 orang anak yang diutus oleh Forum Anak dari Kelurahan Tode Kisar, Kelurahan Sikumana, dan Kelurahan Nunhila,” katanya.

    Tujuan diselenggarakannya kegiatan itu kata Desi, agar anak dapat mengetahui isu-isu kesetaraan gender, bentuk-bentuk ketidakadilan gender dan mengatahui faktor-faktor terjadinya ketidakadilan gender. ***Laurens Leba Tukan

  • Ingin Tik Tok Dengan AHY, Ayo Ke Bundaran Tirosa Besok Malam

    Ingin Tik Tok Dengan AHY, Ayo Ke Bundaran Tirosa Besok Malam

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Bagi warga Kota Kupang khususnya kaum milenial penggemar tik tok (aplikasi jaringan sosial dan platform vivio pendek) yang ingin ber-tik tok ria dengan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maka datang di Taman Tirosa, Kota Kupang pada besok malam Selasa, 18/2/2020 Pukul 20.00-22.00 Wita.

    Putra sulung Presiden Ke 6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono ini dijadwalkan akan tiba di Kupang pada Selasa 18/2/2020. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh DPD Partai Demokrat Provinsi NTT untuk menyambut AHY. Salah satunya adalah jumpa warga Kota Kupang dengan topik “Talepo Bersama AHY di Bundaran Tirosa”.

    Sekretaris DPD Partai Demokrat Provinsi NTT Fredy Leu kepada selatanindonesia.com Senin (17/2/2020) mengatakan, AHY akan didampingi oleh Walikota Kupang Jefri Riwu Koreh yang juga Ketua DPD Partai Demokrat NTT untuk berdialog dengan masyarakat Kota Kupang. “Di Bundaran Tirosa nanti AHY akan sumbang lagu untuk warga kota dalam nuansa Valentine dan membagikan bunga untuk warga kota, dan tik tok bersama serta selfie dengan warga,” sebut Fredy.

    Dikatakan Fredy, agenda kunjungan AHY yang utama adalah melihat perkembangan Kota Kupang dan bersilaturahmi dengan wargaa Kota Kupang yang saat ini dipimpin oleh kader Partai Demokrat. “Karena itu kami selaku pengurus dan kader partai akan menjemput beliau dan rombongan, dan akan bersama-sama dengan beliau dalam acara jumpa warga Kota Kupang di Taman Tirosa besok malam Pukul 20.00-22.00 Wita,” katanya.

    Politisi asal Kedang, Kabupaten Lembata ini menambahkan, agenda utama AHY itu tentu ada hubungan dengan kepemimpinan Pak Jefri Riwu Koreh maka tentu ada nuanasa konsolidasi partai. “Selain itu, beliau juga akan memonitor persiapan Partai Demokrat menyongsong Pilkada sembilan Kabupaten di NTT,” katanya.

    Menurut Fredy, mengingat agenda utama kunjungan AHY lebih pada memantau perkembangan dan kemajuan pembangunan di Kota Kupang, dan bukan kegiatan partai, maka pihaknya tidak memasang spanduk, bendera, dan atribut Partai Demokrat. “Bahkan kami pengurus dan kader partai di Kupang pun tidak memakai seragam partai baik saat penjemputan beliau maupun saat menemani beliau dalam acara jumpa warga Kota Kupang di Taman Tirosa besok malam,” pungkasnya. ***Laurens Leba Tukan