G-RDVF5GTVXM

Blog

  • Robinson Timaubas Terjerat Tiga Laporan Polisi

    Robinson Timaubas Terjerat Tiga Laporan Polisi

    TTS,SELATANINDONESIA.COM – Tersangka pembunuhan Imer Nenabu (11) Yusty Robinson Timaubas dihadapkan dengan tiga laporan polisi yakni laporan polisi atas kasus pembunuhan Imer Nenabu, kasus dugaan penganiayaan terhadap Yupiter Timaubas (ayah tiri Robinson) dan laporan polisi dugaan penganiayaan terhadap saudari tirinya Arinca Timaubas. Ketiga Laporan Polisi (LP) tersebut sedang ditangani penyidik Polisi Resort Timor Tengah Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

    “Ada tiga LP (Laporan Polisi) yang kita terima, yang pertama pembunuhan terhadap Imer Nenabu, kasus dugaan penganiayaan terhadap ayahnya Yupiter Timaubas dan kasus dugaan penganiayaan terhadap Arinca Timaubas. Dari ketiga laporan tersebut sedang kita proses,” ujar Kasat Reskrim Polres TTS IPTU Jamari, SH.MH diruang kerjanya Selasa (25/2/2020).

    Dikatakan Kasat Jamari, akan ditangani secara sendiri-sendiri dan berkasnya pun masing-masing. “Penyidik sedang tangani ketiga kasus tersebut masing-masing. Tidak kita gabungkan. Tersangka harus mempertangungjawabkan tiga kasus tersebut. Setelah kasus pembunuhan, dia harus mempertanggungjawabkan dua kasus dugaan penganiayaan itu,” ucap Jamari. Yusty Robinson Timaubas kini mendekam di sel tahanan Polres TTS sembil menunggu proses lebih lanjut.

    Diberitakan sebelumnya, Yusty Robinson Timaubas pada tanggal 21 Januari 2020 lalu telah menghabisi nyawa ponakanya Imar Nenabu dan menganiaya ayah tirinya Piter Timaubas dan adik kandungnya Heridion Timaubas.

    Alasan pembunuhan dan penganiayaan terhadap ketiga korban tersebut sebagaimana disampaikan Kasat Reskrim Polres TTS IPTU Jamari beberapa waktu lalu karena pelaku merasa sakit hati kepada keluarganya yang tidak pernah menjenguknya pada saat pelaku ditahan di Mapolsek Kuali atas kasus penganiayaan terhadap saudarinya Rinca Timaubas pada tanggal 15 Desember 2019 silam. Kini pelaku sedang ditahan di Mapolres TTS untuk diproses lebih lanjut. **Paul Papa Resi

  • Gubernur Viktor Bebaskan Warga Matim yang Terisolir

    Gubernur Viktor Bebaskan Warga Matim yang Terisolir

    BORONG,SELATANINDONESIA.COM – Warga sejumlah desa di Kecamatan Kota Komba dan Kecamatan Elar Selatan Kabupaten Manggarai Timur merasa terbebaskan dari belenggu keterisolasian yang melilit wilayah itu belasan tahun lamanya.

    Beberapa desa yang tertolong dengan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah itu adalah desa Raranbata, Mukelmorit, dan Watupari serta desa lain di Kecamatan Elar Selatan. “Kami rasa bersyukur karena jalur transportasi bagi kami sudah terbuka. Kami berterimakasih kepada Gubernur Laiskodat dan Wakil Gubernur Nae Soi yang sudah perhatikan kami, bahkan bapak Wagub sendiri datang lihat langsung,” ujar Handiro Marteni Jeharu yang ditemui SelatanIndonesia.com di desa Ranambata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Selasa (25/2/2020).

    Handrio Marteni Jeharu adalah masyarakat petani di desa Ranambata. Meski demikian, ketika jalur jalan di wilayah itu mulai dibangun, Jeharu mengisi hari-harinya dengan berjualan ikan dan tahu. “Saya selama ini hanya bertani jagung dan padi, sekarang setelah jalan dibuka, saya mulai ada kerja tambahan  jual ikan dan tahu, kami sangat terbantu dengan pembangunan jalan ini,” ujarnya.

    Jeharu mengatakan, jalur jalan itu sebelumnya rawan dengan longsor yang mengancam keselamatan warga. “Dari dulu hanya ada jalan lapen dengan kondisi rusak berat sehingga membuat wilayah kami terisolir. Sekarang kami sudah terbebaskan dan sudah memperlancar usaha kami,” katanya.

    Ia juga menjelaskan, semua hasil komoditi masyarakat saat ini mulai lancar untuk dipasarkan ke Ruteng. “Dulu harga kopi, kemiri dan cengkeh dibeli dengan murah. Bahkan kami harus pikul dan muat di kuda untuk dibawa ke Ruteng,” sebutnya.

    Jeharu menaruh harap kepada kontraktor PT. Agogo Golden Grup agar dalam mengerjakan pembangunan jalan di jalur Bealaing-Mukun-Mbazang dengan tetap menjaga kualitas pekerjaan. Tahun ini PT AGG tengah mengerjakan 3 (tiga) Paket Proyek yang bersumber dari dana APBD 1 di Manggarai Timur, dan APBN di wilayah Nagekeo dan Ende. Tiga paket proyek itu tengah dikebut pengerjaannya sehingga dapat selesai dalam waktu cepat.

    Direktur PT. Agogo Golden Grup Rekta Hendrawan kepada wartawan mengatakan, kondisi cuaca alam dengan curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Flores berdampak pada pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur seperti pengerukan tanah, pelebaran jalan, dan pengerjaan drainase di wilayah itu.

    “Hujan turun hampir setiap hari, mungkin bisa tanya juga di BMKG soal kondisi hujan ini. Ini menyebabkan pekerjaan terhambat dan akhirnya membutuhkan waktu lebih dan juga dapat berdampak pada kualitas. Namun kami terus berusaha agar kualitas pekerjaan itu tetap baik,” ujar Rekta.

    Dikataknnya, pengangkutan material proyek seperti urpil, kerikil, dan pasir jadi terhambat. Bahkan, hujan mengakibatkan medan jalan yang dilalui truk pengangkut bahan proyek jadi curam dan licin. “Saat pergi antarnya aman pa, karena kondisi truk memiliki beban. Tapi pas pulang bisa tertahan hingga satu hari lagi karena truk macet. Itu karena medan jalannya curam dan licin, dan kami tidak bisa paksa, sopir truk pengangkut bahan takut juga terjadi kecelakaan. Ya akibatnya terlambat angkut,” ujarnya.

    Ditambahkan, pekerjaan proyek infrastruktur dapat melebihi batas waktu kontrak yang telah ditetapkan.  Itu pasalnya, Rekta berharap, mitra pemerintah dan juga masyarakat umum bisa memahami dampak dari cuaca terhadap kondisi proyek. Namu demikian ia tetap optimis untuk menuntaskan semua pekerjaan dengan tetap menjamin kualitas pekerjaannya.***Laurens Leba Tukan

    Papan nama proyek pembangunan jalan Bealaing-Mukun-Mbazang. Gambar diambil Selasa (25/2/2020).Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan
  • Kunker di Ngada, Emi Nomleni Disambut Haru Pendukung Marianus Sae

    Kunker di Ngada, Emi Nomleni Disambut Haru Pendukung Marianus Sae

    BAJAWA,SELATANINDONESIA.COM – Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Emilia J. Nomleni melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Ngada, Senin (24/2/2020). Kedatangan sosok yang kerap dijuluki sebagai perempuan tangguh dari Timor yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi NTT itu disambut haru para pendukung mantan Bupati Ngada Marianus Sae. Terpantau oleh media ini, masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan Emi Nomleni yang didampingi Ketua Komisi V DPRD NTT Yunus Takandewa dan Wakil Ketua Komisi II DPRD NTT Patrisius Laliwolo.

    Semenjak di bandara Soa, masyarakat yang bertemu, berebut untuk jabatan tangan dengan Mama Emi-sapaan akrab Emi Nomleni, bahkan tidak sedikit masyarakat yang meminta untuk foto bersama dengan Emi Nomleuni. Masyarakat Kabupaten Ngada begitu antusias dengan hadirnya Emi Nomleni yang pernah menjadi calon wakil Gubernur NTT berpasangan dengan mantan Bupati Ngada Marianus Sae.

    Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia J. Nomleni ketika berdialog dengan masyarakat petani porang di Desa Tarawali Kecamatan Soa Kabupaten Ngada, Senin (24/2/2020). Foto:SelatanIndonesia.com/gebe

    Wakil Ketua DPRD Ngada Aloisius Soa yang turut serta menjemput Emi Nomleni kepada SelatanIndonesia.com mengatakan, masyarakat Ngada terharu karena ingat perjuangan Marianus dan Emi ketika proses pemilihan Gubernur dua tahun silam. “Ketika melihat Emy Nomleni,  mereka kembali teringat akan kepemimpinan Marianus Sae sebagai Bupati. Dan mereka memberi apresiasi karena ibu Emi teguh dalam perjuangan ketika pak Marianus harus berhenti karena mengikuti proses hukum di KPK,” ujar Aloisius.

    Emi Nomleni dalam kunjungan kerja itu berjumpa dan berdialog dengan masyarakat Kabupaten Ngada di beberapa lokasi diantaranya Desa Tarawali dan meninjau saluran irigasi primer di Kecamatan Soa, mengunjungi desa Sopo I, Kecamatan Golewa Barat, serta Kelompok Tani binaan Seminari St. Yohanes Berkhmans Matalko.

    Di desa Tarawali Kecamatan Soa, Emi Nomleni berdialog dengan Kelompok Petani Tanaman Porang. Sejumlah aspirasi masyarakat disampaikan kepada Emi Nomleni untuk diberi perhatian oleh pemerintah dalam mengembangkan taaman porang. “Kami membutuhkan peralatan mesin pertanian seperti  traktor roda empat,  bibit jahe,  dan bibit porang serta pupuk. Dengan dukungan ini maka masyarakat yang sekarang sudah tanam porang seluas 70 hektare,  bisa ditingkatkan menjadi 200 hektare,” sebut Leonardus Meo, ketua kelompok petani porang.

    Atas aspirasi itu, Emi Nomleni bertekad memperjuangkan kebutuhan masyarakat petani porang di lokasi itu agar terwujud.

    Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia J. Nomleni ketika berdialog dengan masyarakat petani porang di Desa Tarawali Kecamatan Soa Kabupaten Ngada, Senin (24/2/2020). Foto:SelatanIndonesia.com/gebe

    Di kelompok tani binaan Seminari St. Yohanes Berkhmans Matalko, Emi Nomleni diberikan pesan untuk memperhatikan kebutuhan para petani kopi. “Kami butuh dukungan Dinas Perindag untuk pengadaan mesin kupas kopi dan mesin cuci kopi. Selain itu, sebagai tempat penangkar benih jagung, kami harapkan bantuan bibit dan pupuk yang didistribusikan tepat waktu, agar bisa dipakai saat musim tanam,” kata Rm. Idrus, Pr selaku pendamping kelompok masyarakat di lokasi itu.

    Tidak hanya itu, para petani juga mendesak Emi Nomleni untuk memperjuangkan kebutuhan unit pengolahan pupuk organik yang selama ini dikelola secara manual, sehingga membutuhkan mesin untuk meningkatkan produksi.

    Ketika di Seminari St. Yohanes Berkhmans Mataloko, Rm. Idrus, Pr memberikan apresiasi atas kunjungan Emi Nomleni. Dikatakan Rm. Idrus, dengan penghuni lebih dari 500 orang, pihaknya mengharapkan bantuan  sumur bor untuk pemenuhan kebutuhan air bersih. Selain itu, sekolah yang mendidik para calon pastor itu menginginkan grand design 100 tahun kelengkapan sarana prasarana termasuk  ruang kelas baru.

    “Semua aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat telah ditampung dan kita siap perjuangkan di tingkat provinsi,” kata Emy Nomleni.

    Ketua Komisi V DPRD Provinsi NTT Yunus Takandewa saat itu menjelaskan tentang alokasi bantuan pendidikan melalui APBD  Provinsi untuk SMA/SMK di wilayah Kabupaten Ngada.*gebe

    Editor: Laurens Leba Tukan

  • Kunker di Dikasare, Bupati Lembata Bagi Resep Kembangkan Wisata Desa

    Kunker di Dikasare, Bupati Lembata Bagi Resep Kembangkan Wisata Desa

    LEMBATA,SELATANINDONESIA.COM – Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur melakukan kunjungan kerja di Desa Dikesare, Kecamatan Ile Ape pada Senin (24/2/2020). Bupati Sunur ingin melihat langsung kegiatan pengembangan destinasi wisata berbasis desa mandiri oleh pemerintah desa dan masyarakat di sepanjang teluk Lewolein.

    Kesempatan itu, Bupati Sunur membagi ilmu kepada aparat desa dan masyarakat tentang pengembangan desa berbasis pariwisata. Dikataknnya, ketika suatu daerah memiliki potensi wisata dengan keunikan-keunikannya maka berpotensi dikembangkan menjadi produk wisata oleh pemerintah.

    “Strategis dan uniknya desa Dikesare selain menjadi tempat persinggahan masyarakat antar wilayah dan menjadi tempat transit untuk ke tempat wisata lainnya seperti ke Jontona, Ile Lewotolok, Balauring, Wade dan Bean, tetapi juga memiliki wisata pantai yang indah dengan hamparan pasir putih yang terbentang disepanjang teluk Lewolein. Ditambah lagi dengan banyak warga masyarakat yang menjajakan pangan lokal pada lapak-lapak disepanjang pinggir jalan dan pantai, ini yang membuat Dikesare menjadi unik,” tuturnya.

    Ketua Golkar Kabupaten Lembata ini mengatakan, desa Dikesare yang menjadi bagian dari simpul pengembangan dan penataan pariwisata Lembata perlu mendapat perhatian secara intens dan maksimal dari pemeritah desa untuk terus menata pantai Lewolein sehingga berkembang menjadi salah satu desa wisata produktif di daerah ini.

    Bupati Sunur juga memberi apresiasi kepada Kepala Desa Dikesare karena telah melakukan langkah inovatif. Pasalnya, dari sisi kebijakan, Kepala Desa mengintervensikan pengelolaan pariwisata desa lewat dan melalui jasa BUMDes. Menurut dia, hal itu pasti melalui proses perencanaan yang matang sehingga Dikesare yang dulu jauh berbeda dengan sekarang yang semakin maju.

    “Pemerintah desa bersama BUMDES jangan lengah dengan Dikesare yang ada. Harus terus berbenah dengan tetap merencanakan secara baik dari sisi peletakan aset rumahnya, letak kulinernya, cara mengelola bahan makanan, kebersihan, tata letak toilet, fasilitas dan kelengkapan rekreasi laut, tempat parkir kendaraan dan pintu masuk perlu diperhatikan,” katanya.

    Kepala Desa Dikesare Eustakius Suban ketika ditemui SelatanIndonesia.com usai kegiatan mengatakan, sudah dua tahun pemerintah desa fokus dan konsentrasi membangun wisata pantai dengan menggunakan alokasi anggaran dari dana desa.

    “Saya akan terus berusaha untuk membenahi semua kekurangan yang ada dari semua aspek. Sehingga komitmen ini menjadi bagian dalam menata dan mengelola desa. Setiap waktu selalu ada peningkatan dari sisi pengunjung. Kami sebagai pemerintah desa dan juga BUMDes sebagai lembaga pengelola berambisi menjadikan teluk Lewolein ini sebagai wahana pariwisata yang populer di NTT,” ujar Kades Suban penuh optimis.* Teddi Lagamaking

    Editor: Laurens Leba Tukan

  • Sekbandiklat Kejagung Abdoel Kadiroen dan Tekad Mewujudkan Zona Integritas

    Sekbandiklat Kejagung Abdoel Kadiroen dan Tekad Mewujudkan Zona Integritas

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Sekretaris Badan Diklat Kejaksaan Agung Republik Indonesia Abdoel Kadiroen, SH, MH punya tekad dan komitmen yang mengebuh untuk mewujudkan zona integritas di tubuh Kejaksanaan. Tekad itu dibuktikannya dengan mengumpulkan seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur dan Kepala Kejaksaan Negeri se-wilayah provinsi berbasis kepulauan itu dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi di Kejaksaan RI di Aula Lopo Sasando Kejati NTT, Senin (24/2/2020).

    Dalam arahan Jaksa Agung Muda (JAM) Pembinaan Kejaksaan Agung RI DR. Bambang Sugeng Rukmono, SH. MH yang disampaikan Sekbandiklat Kejagung RI Abdoel Kadiroen kepada jajaran Kejaksaan Tinggi NTT dan seluruh Kajari se NTT disebutkan, aksi strategi nasional pencegahan korupsi melalui pembangunan satuan kerja zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)

    Dikatakan, Badan Diklat Kejaksaan Agung RI telah berhasil memperoleh predikat WBK dan WBBM. “Ini merupakan strategis nasional dalam pencegahan korupsi sehingga prestasi ini sudah seharusnya ditularkan kepada seluruh jajaran Kejaksaan dimanapun berada, ” ujar Abdoel yang pernah menjabat Kejati Kalimantan Timur ini.

    Untuk itu, ia mendukung penuh semua satuan kerja yang ada di wilayah Kejaksaan Tinggi NTT untuk mewujudkan Zona Integritas WBK / WBBM dan tidak menjadikan hal tersebut sebagai formalitas belaka. *Peppy

    Editor: Laurens Leba Tukan

  • Stef Pobas: Kami akan Lapor ke Propam Polda NTT

    Stef Pobas: Kami akan Lapor ke Propam Polda NTT

    TTS,SELATANINDONESIA.COM – Stef Pobas, selaku Penasehat Hukum keluarga korban Imar Nenabu yang dibunuh oleh paman kandungnya 21 Januari 2020 lalu mengancam akan melaporkan tindakan aparat Kepolisian Sektor Kualin ke Propam Polda NTT. Dasar laporannya, adalah dugaan pelanggaran kode etik dalam penanganan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Yusty Robinson Timaubas terhadap saudarinya Rinca Timaubas pada tanggal 15 Desember 2019 silam.

    “Kita akan laporkan dugaan pelanggaran kode etik dimana penyidik mengijinkan pelaku penganiayaan terhadap saudarinya Rinca Timaubas. Karena dengan dibebaskannya  Pelaku (Yusty Robinson Timaubas) dari sel tahanan menyebabkan pelaku mengulangi perbuatannya dengan membunuh ponakannya sendiri sampai meninggal dan menganiaya ayah tirinya dan ipar kandungnya. Kalau pelaku tetap di dalam sel saya yakin pembunuhan terhadap Imar Nenabu tidak akan terjadi,” tegas Stef Pobas kepada SelatanIndonesia.com, Senin (24/2/2020) di Kualin, Kabupaten TTS.

    Stef juga meminta pertanggungjawaban dari pihak lain yaitu kades Oni dan keluarga yang telah meminta kepada penyidik untuk pelaku diijinkan pulang ke rumah untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dengan dengan Rinca Timaubas.

    “Kita juga akan minta pertanggungjawaban dari pihak lain yakni Kades Oni dan keluarga dari pelaku (Robinson) yang telah meminta kepada penyidik untuk Robi diijinkan pulang ke rumah guna menyelesaikan secara damai dengan Rinca. Jika pelaku masih dalam sel tahanan otomatis tidak akan terjadi peristiwa pembunuhan terhadap Imar Nenabu dan penganiayaan terhadap Yupiter Timaubas (ayah tiri) dan Heridion Timaubas (adik kandung pelaku),” tutur Stef Pobas.

    Kapolsek Kualin IPDA Simon Petrus Ninu yang dikonfirmasi pada Senin (24/2/2020) di ruang kerjanya menjelaskan, Robinson diijinkan pulang atas permintaan pihak keluarga dan juga kades Oni Charles Hauteas untuk proses penyelesaian secara kekeluargaan dalam kasus pemukulan terhadap Rinca Timaubas yang merupakan saudari seibu dari pelaku.

    “Ada pemintaan keluarga yang datang bersama dengan kepala desa Oni, katanya mau selesaikan secara kekeluargaan. Sehingga kami ijinkan untuk dia pulang ke rumah. Kami juga menunggu kabar proses perdamaian mereka. Tapi mereka tidak datang lagi sampai dengan peristiwa pembunuhan dan penganiayaan di tanggal 21 Januari 2020 itu,” tutur Kapolsek Ninu.**Paul Papa Resi