G-RDVF5GTVXM

Blog

  • Bos Weeding Shop Ditahan Penyidik Polresta Kupang

    Bos Weeding Shop Ditahan Penyidik Polresta Kupang

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM –  Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh Dessy Caroline Chandra, pemilik weeding shop Kupang yang dilaporkan Hengky Go, warga Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, akhirnya  berujung pada penahanan terhadap  pelaku oleh  penyidik Polres Kupang Kota (Polresta) pada Jumad sore  pkl. 17.00 wita (28/2/2020).

    Dalam keterangan tertulis yang diterima SelatanIndonesia.com dari kuasa hukum Hengky Go, Sabtu (29/2/2020) disebutkan, tersangka Dessy Caroline Chandra yang sebelumnya dilaporkan oleh Hengky Go atas dugaan penipuan  terkait pekerjaan  renovasi rumah weeding shop yang berada di jalan WZ. Yohanes Kupang No. 20 B-C ini, akhirnya ditahan secara resmi oleh penyidik Polresta Kupang untuk kepentingan proses hukum.

    Terpantau di Mapolreta Kupang Kota,  Dessy yang didampingi penasehat hukumnya  George Nakmofa, SH,  setelah menjalani pemeriksaan diruang Tipidum Satreskrim Polres Kupang Kota, akhirnya ditahan.  Hadir pada kesempatan itu, pihak pelapor Hengky Go  bersama penasehat hukumnya, Herry F.F Battileo, SH., MH yang juga turut menyaksikan  detik – detik penahanan Dessy Caroline.

    Kepada media ini, Hengky Go mengatakan,  dirinya mengapresiasi kinerja penyidik Polres Kupang Kota karena cepat merespon kasus yang dilaporkannya.  Sebagai pihak yang dirugikan dan menjadi korban dalam kasus ini,  Hengky sedikitpun tidak menaruh rasa benci ataupun marah terhadap tersangka Dessy yang telah melakukan pencemaran nama baiknya, bahkan melaporkan dirinya  di Polda NTT.

    “Saya kira dia (Dessy) harus mempertanggung jawabkan perbuatannya secara hukum.  Saya dan keluarga  telah menyerahkan kasus ini pada penasehat hukum dan mendukung proses hukum selanjutnya,” ujar Hengky.

    Sekedar diketahui, sebelumnya Hengky Go  melaporkan pemilik Weeding Shop Kupang, Dessy Caroline Chandra  ke penyidik Mapolresta Kupang.  Kasus ini bermula dari  pekerjaan renovasi rumah weeding shop milik  Dessy  oleh Hengky Go.  Namun dalam perjalanan saat pekerjaan hampir selesai, Dessy secara sepihak memberhentikan dirinya  dengan alasan yang tidak masuk akal.  Olehnya Hengky merasa ditipu  karena uang pekerjaan renovasi rumah milik Weeding Shop  yang dikerjakannya masih tersisa sebesar Rp. 153 . 750.000. *)

    Editor: Laurens Leba Tukan

  • Legislator TTS ini Punya Usaha Wisata Taman Payung

    Legislator TTS ini Punya Usaha Wisata Taman Payung

    TTS,SELATANINDONESIA.COM – Anggota DPRD TTS Yudit Arifus Selan menjadikan usaha tempat wisata payung yang digagasnya menjadi contoh bagi warga Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara (NTT) untuk membuka usaha dibidang pariwisata. Pasalnya, topografi  wilayah Kabupaten TTS sangat menarik untuk dikelolah baik oleh pemerintah, kelompok masyarakat maupun usaha perorangan.

    “Yang saya buat ini (wisata taman payung) sebenarnya contoh bagi warga masyarakat untuk membuka usaha pariwisata yang menarik untuk dikunjungi. Karena secara topografi wilayah TTS ini sangat indah dengan cuaca yang sejuk untuk dikelolah sebagai tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi,” urai Yudit Selan di Tublopo Sabtu, (29/2/2020).

    Anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat ini mengatakan, sejak dibuka secara resmi oleh Bupati TTS EPY Tahun pada tanggal 8 Februari 2020 lalu, keuntungan yang diperolehnya sudah lebih dari Rp 20 juta.

    Pengunjung sedang menikmati suasana sejuk di taman wisata payung di Desa Tublopo, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten TTS. Gambar diambil, Sabtu (29/2/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Paul Papa Resi

    “Sampai dengan sekarang ini kita sudah mendapat keuntungan lebih dari 20 juta. Satu minggu setelah dibuka, dana yang dikeluarkan sebagai modal usaha sudah kembali,” ucap Yudit yang mengaku mengeluarkan modal untuk membeli payung, tali dan beberapa bahan lainnya sebesar 10 juta rupiah.

    Dikataknnya, dalam satu hari taman wisata payung miliknya dikunjungi lebih dari 200 orang. Tarif karcis yang dipatoknya adalah, untuk orang dewasa maupun anak-anak harga karcisnya sama yaitu Rp. 10.000/orang.

    Untuk mengakses lokasi wisata payung ini, jaraknya tidak jauh dari Soe, Ibu Kota Kabupaten TTS yaitu hanya 4 Km arah menuju Kabupaten Timor Tengah Utara. Letaknya persisi di pinggir jalan Nasional yaitu Jalan Timor Raya Desa Tublopo, Kecamatan Amanuban Barat.

    Dari Kota Soe, para penikmat taman wisata payung bisa menggunakan kanedaraan umum dan jasa ojek dengan harga yang murah meriah. Meski dengan biaya yang murah, para penikmat wisata bisa merasakan suasana yang sejuk dengan tanaman bunga matahari yang ada di Kawasan wisata payung.

    Menurut Yudit, kedepannya ia bersama para kaum muda di desanya mengusung konsep baru yaitu semua fasilitasi di arena wisata payung itu 90% menggunakan bahan lokal. “Kita akan kembangkan menjadi tempat wisata bagi masyarakat dengan menyediakan aneka kuliner lokal untuk memberdayakan masyarakat petani di wilayah ini,” ujar Yudit.**Paul Papa Resi

  • Muda dan Responsif Gender, KPPG Dukung Lakalena

    Muda dan Responsif Gender, KPPG Dukung Lakalena

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Organisasi sayap partai Golkar NTT yang menjadi wadah berhimpunya politisi perempuan dengan nama Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menyatakan dukungan kepada Emanuel Melkiades Lakalena untuk kembali memimpin DPD Golkar NTT. Pasalnya, Lakalena dinilia sebagai sosok pemimpin muda yang agresif dan selalu responsif gender dan peduli terhadap kaum perempuan.

    Ketua KPPG NTT Ny. Libby SinlaeloE mengatakan itu kepada SelatanIndonesia.com usai rapat pleno KPPG di Gedung Golkar NTT, Sabtu (29/2/2020). Libby didampingi sekretarisnya Ny. Maria Goreti Tokan dan seluruh pengurus pleno KPPG NTT.

    Libby yang juga pendiri LSM Rumah Perempuan NTT ini mengatakan, dalam rapat pleno KPPG NTT telah dilakukan inventarisasi sejumlah tokoh yang dipandang layak dan berkapasitas untuk memimpin Partai Golkar NTT lima tahun mendatang. Para tokoh itu diantaranya Emanuel Melkiades Lakalena, Josef Nae Soi, DR. Inche Sayuna, Libby SinlaeloE, Hugo Rehi Kalembu, H. Mohammad Ansor, dan H. Anwar Pua Geno serta Jery Manafe.

    “Dari nama-nama yang kami inventarisasi itu kami telah bersepakat bersama untuk mendukung satu nama saja untuk maju menjadi Ketua Golkar NTT lima tahun mendatang yaitu Emanuel Melkiades Lakalena,” sebutnya.

    Libby mengemukakan alasan mendasar KPPG NTT mendukung Lakalena karena dinilai sebagai tokoh muda yang punya kepedulian besar terhadap perempuan di NTT. “Kami inginkan pemimpin Golkar yang agresif, progresif dan mendukung perempuan dan perlindungan terhadap anak dan kami melihat itu ada di Pak Melky Lakalena,” katanya.

    Sekretaris KPPG NTT Ny. Maria Goreti Tokan mengatakan, sebagai politisi perempuan, ia merasakan langsung bagaimana Melky Lakalena memberikan ruang kepada perempuan untuk berproses di Partai Golkar. “Kita bisa lihat langsung, lebih dari 30 persen keterwakilan perempuan di kepengurusan Partai Golkar provinsi NTT dan diinstruksikan juga ke Kabupaten dan Kota untuk menempatkan 30 persen perempuan dalam kepengurusan Golkar,” katanya.

    Bahkan kata Ety Tokan, dalam proses Pilkada di sembilan kabupaten di NTT pada tahun 2020 ini, Melky Lakalena memberikan peluang yang luas kepada calon perempuan.

    Untuk diketahui, Partai Golkar Provinsi NTT akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke X untuk memilih kepengurusan Partai Golkar NTT yang baru. Musda tersebut dijadwalkan berlangsung pada tanggal 2-3 Maret 2020 di Sahid T-More Hotel Kupang. ***Laurens Leba Tukan

  • Jelang Musda, Ini Catatan MKGR Untuk Golkar NTT

    Jelang Musda, Ini Catatan MKGR Untuk Golkar NTT

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Salah satu organisasi pendiri Partai Golkar yaitu Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Provinsi NTT memberikan catatan kritis kepada ketua DPD Partai Golkar provinsi NTT yang bakal terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) partai berlambang pohon beringin itu 2-3 Maret 2020 mendatang.

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MKGR Provinsi NTT Drs. Hugo Rehi Kalembu, M.Si usai rapat pleno DPD MKGR di ruang Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi NTT, Sabtu (29/2/2020) kepada SelatanIndonesia.com mengatakan, partai Golkar harus menjadi rumah besar bersama seluruh kader dengan berbagai karakter baik yang pro dan kontra dengan mengedepankan kritik untuk perbaikan. “Golkar ibarat taman sari yang di dalamnya ada aneka ragam warna tetapi memiliki tujuan yang sama. Nah, sebagai pemimpin harus merangkul semua yang beraneka ragam ini menjadi satu kekuatan yang utuh,” ujar Hugo.

    Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi NTT ini mengingatakan agar hasil Musda Golkar NTT mendatang dalam merekrut pengurus DPD Golkar NTT agar berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar. “Dalam rekruitmen pengurus harus memperhatikan AD/ART Partai karena kepengurusan yang terbentuk itu akan melahirkan keputusan-keputusan  politik, ya syarat minimal lima tahun berkiprah di Golkar harus dikedepankan dengan tetap mengakomodir perempuan dan kaum muda serta kalangan senior sebagai penopang,” sebut Hugo.

    Ia juga menyebutkan, untuk menjaga soliditas Partai Golkar NTT perlu dihindari langkah-langkah politik yang membahayakan.

    Hugo menambahkan dalam menyambut Musda Partai Golkar NTT, MKGR NTT menginventarisir sejumlah nama yang dinilai layak memimpin Partai Golkar NTT diantaranya Emanuel Melkiades Lakalena, Joseph Nae Soi, Hugo Rehi Kalembu, H. Mohammad Ansor, H. Anwar Pua Geno dan Jery Manafe. Meski demikian, menurut Hugo sosok Melky Lakalena masih sangat potensial untuk memimpin kembali Partai Golkar NTT lima tahun mendatang. ***Laurens Leba Tukan

  • AMPG NTT Tegak Lurus Untuk Melky Lakalena

    AMPG NTT Tegak Lurus Untuk Melky Lakalena

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Satu lagi organisasi sayap Partai Golkar menyatakan dukungan penuh kepada Ketua DPD Golkar Provinsi NTT Emanuel Melkiades Lakalena untuk melanjutkan kepemimpinan di Golkar NTT. Dukungan itu datang dari Pimpinan Daerah Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi NTT usai menggelar rapat pleno di Kantor Golkar NTT, Sabtu (29/2/2020)

    Pimpinan Daerah AMPG NTT Restu H. B. Dupe yang didampingi Sekretarisnya Sokan Teibang serta seluruh pengurus pleno kepada SelatanIndonesia.com mengatakan, hasil rapat pleno AMPG NTT mendukung penuh Emanuel Melkiades Lakalena untuk melanjutkan kepemimpinan di partai Golkar NTT. “Kami tegak lurus mendukung Abang Melky Lakalena untuk lanjut pimpin Golkar NTT,” ujar Heru Dupe, sapaan akrab Restu H.B. Dupe.

    Politisi muda dan enerjik ini mengungkapkan alasannya mendukung Lakalena karena menurut dia, selama ini program-program yang dilakukan AMPG didukung penuh oleh Melky Lakalena.

    Ia menguraikan, berbagai kegiatan yang selalu didikung oleh Melky Lakalena adalah pembangunan Golkar Sport Center yang merupakan arena olahraga pertama di Indoensia untuk kalangan Golkar. “Ini pertama di Indoensia dan itu diera kepemimpinan Melky Lakalena. Lapangan ini memiliki tiga fungsi yaitu futsal, basket dan foly,” ujar Heru.

    Dikataknnya, sesuai rencana akan ada dua lapangan dan saat ini lapangan pertama sudah rampung 90 persen. “Sebelumnya di dalam gedung Golkar sudah ada dua lapangan indoor badminton, satu tenis meja dan satu unit meja biliyard, dan itu digagas dan dikelola oleh AMPG NTT,” katanya.

    Heru Dupe mengatakan, hari ini Partai Golkar NTT lebih dekat dengan generasi muda dan selalu memenuhi keinginan anak muda dan itu karena Ketua DPD Golkar NTT adalah anak muda yang agresif. “Abang Melky Lakalena menunjukan suatau teladan yang baik untuk kita sebagai sosok yang enerjik, bahkan kami merasa kalah cepat dari beliau. Jiwa mudanya kadang melebihi kami,” ujarnya.

    Heru Dupe juga mengatakan, posisi Melky Lakalena yang saat ini menjadi Wakil Ketua Komisi IX DPR RI sangat strategis dan bisa berbuat banyak hal untuk masyarakat NTT. “Kami berterimakasih atas alokasi satu pembangunan RSU Pusat Pemerintah yang akan dibangun di Kota Kupang, dan itu perjuangan Abang Melky Lakalena,” sebutnya.

    Sekretaris AMPG NTT Sokan Teibang menaruh harapan kepada Melky Lakalena ketika terpilih kembali memimpin Golkar NTT agar  mempertahankan pola membuka ruang untuk anak muda berporses di Partai Golkar. “Sudah tergambar jelas dalam kepemimpinan  sebelumnya bahwa  baik di kepengurusan Partai Golkar maupun penempatan caleg, selalu ada keterwakilan anak muda. Dan ini harus tetap dipertahankan,” katanya.

    Aktivis HMI Cabang Kupang ini menegaskan, setelah terpilih lagi menjadi Ketua Golkar NTT, Melky Lakalena diharapkan untuk melibatkan lebih banyak lagi anak muda dalam struktur Golkar dan memberikan peran politik.

    “Ini harapan kami, intinya bahwa selalu ada ruang luas yang dibuka untuk anak muda bergabung di Partai Golkar sehingga stigma bahwa Partai Golkar adalah milik orang tua itu ditepis,” pungkasnya.***Laurens Leba Tukan

  • Alor  Dukung Lakalena Kembali Pimpin Golkar NTT

    Alor Dukung Lakalena Kembali Pimpin Golkar NTT

    KALABAHI,SELATANINDONESIA.COM – Dukungan terhadap Emanuel Melkiades Lakalena untuk kembali memimpin DPD I Golkar NTT periode 2020-2025 kian menguat. Setelah dari daratan Flores, Sumba dan Timor, serta organisasi sayap dan organisasi masa, dukungan kali ini datang dari Pulau Alor.

    Dalam rapat pleno yang dipimpin Ketua Harian DPD Golkar Alor Moris Weni, DPD Partai Golkar Kabupaten Alor memutuskan untuk mencalonkan kembali Melky Lakalena memimpin Golkar NTT lima tahun mendatang.

    Moris Weni usai memimpin papat pleno itu Sabtu (29/2/2020) mengatakan, dalam rapat pleno yang baru selesai digelar perserta pleno secara bulat mengusulkan agar Melki Lakalena ditetapkan sebagai calon tunggal dari Alor untuk diperjuangkan kemenangannya menjadi Ketua Golkar NTT dalam Musda Golkar NTT yang akan berlangsung di Kupang pada 2-3 Maret 2020 mendatang.

    Menurut Moris, dukungan Golkar Alor terhadap Lakalena didasarkan pada pertimbangan bahwa Lakalena selama memimpin Golkar NTT lima tahun belakangan ini memiliki kemampuan melakukan lompatan dalam beberapa aspek. “Soal konsolidasi, Lakalena mampu melakukan konsolidasi organisasi yang saat ini sudah jalan hampir di semua kabupaten dan kota di NTT,” ujarnya.

    Mantan anggota DPRD Alor ini menyebutkan, Lakalena menurut Golkar Alor, mampu membenahi sekretariat Golkar NTT sebagai pusat kegiatan partai yang menurut publik merupakan model kepemimpinan milenial yang patut dicontohi di NTT.

    Rapat Pleno DPD II Partai Golkar Kabupaten Alor di Kalabahi, Sabtu (29/2/2020) Foto:Dokumen Golkar Alor

    Ditegaskannya, Golkar NTT saat ini masih membutuhkan Melki Lakalena karena dari aspek elektabilitas, dia mampu menembus Senayan dengan suara terbanyak di Daerah Pilihan 2 NTT meski ada dalam satu dapil dengan dua mantan Bupati dua periode yaitu Ayub Titu Eki di Kabupaten Kupang dan Paul Viktor Mella di Kabupaten TTS.

    Menurut Moris, modal bagi partai Golkar untuk mempermudah Melky Lakalena menuju NTT 1 di tahun 2023 jika Golkar memilih untuk mengusung calon sendiri di Pilgub NTT 2023 mendatang. Dikataknnya, kader terbaik Partai Golkar yang dikenal di Alor untuk ukuran memimpin Partai sekelas Golkar di NTT menurut peserta pleno tidak ada yang lain selain Lakalena. Karena itu tidak ada alas an bagi Alor untuk memilih calon lain selain Pak Melky Lakalena. Karena dukungan terhadapnya makin menguat sehingga mengusulkan kepeda Forum Musda X Golkar NTT untuk menetapkan Melky Lakalena secara aklamasi memimpin Golkar NTT lima tahun mendatang.

    “Saya sarankan kepada Musda untuk menetapkan Melky Lakalena sebagai Ketua GOLKAR NTT lima tahun mendatang dan berikan tanggung jawab untuk melakukan konsolidasi di kabupaten dan kota yang masih tersisa dengan mengakomodir perempuan dan orang-orang muda dalam struktur partai,” pinta mantan Ketua Sema Udana Kupang ini.

    Diakatakan Moris, Melky Lakalena memiliki kemampuan membangun komunikasi di semua lini. “Dengan pusat sudah mantap, dengan kami yang ada di kabupaten dan kota sudah terbukti. Dan, untuk mengakomodiri perempuan dan orang-orang muda, sudah dibuktikan oleh Pak Melky dalam masa kemempinannnya di Golkar NTT dan sudah banyak bukti. Kerja-kerja ini yang harus dipertahankan lima tahun mendatang,” pungkasnya. **mw

    Editor: Laurens Leba Tukan