KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ Pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan proyek-proyek fisik. Penguatan keluarga, peningkatan kualitas pendidikan anak, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi fondasi penting untuk membangun masa depan Nusa Tenggara Timur.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena saat membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Lima Lembaga Tingkat Provinsi NTT di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Senin (2/11/2026).
Dalam pertemuan yang melibatkan Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD, dan Pokja Bunda Literasi itu, Gubernur Melki meminta seluruh lembaga memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk membangun keluarga yang berdaya, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mempercepat kesejahteraan masyarakat.
Menurut Gubernur Melki, kelima lembaga tersebut memiliki peran strategis yang saling melengkapi dalam mendukung pembangunan daerah, terutama pelaksanaan Dasa Cita Pemerintah Provinsi NTT. Karena itu, koordinasi lintas lembaga harus menghasilkan program bersama yang konkret, terukur, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Koordinasi ini jangan hanya menjadi agenda rutin atau sekadar pertemuan kelembagaan. Kita harus menghasilkan gerakan bersama yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh keluarga dan masyarakat,” tegas Gubernur Melki.
Ia mengatakan, NTT memiliki potensi sumber daya yang besar, tetapi masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pemerataan pelayanan dasar, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi keluarga, hingga akses pendidikan. Persoalan tersebut tidak mungkin diselesaikan pemerintah sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen masyarakat.
Dalam konteks itu, Gubernur Melki meminta Tim Penggerak PKK mengoptimalkan 10 Program Pokok PKK sebagai instrumen pemberdayaan keluarga. Perhatian terutama diarahkan pada pendidikan anak, kesehatan keluarga, pola pengasuhan, serta penguatan ketahanan lingkungan.
Sementara itu, Dekranasda didorong tidak hanya menjadi wadah pembinaan kerajinan daerah, tetapi juga motor penggerak ekonomi keluarga. Peningkatan kualitas produk, inovasi desain, standardisasi kemasan, hingga perluasan akses pemasaran harus menjadi perhatian agar produk kerajinan lokal mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.
Pembinaan para perajin, menurut Gubernur Melki, juga perlu dihubungkan dengan akses pembiayaan dan pasar sehingga potensi ekonomi kreatif daerah dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pada sektor pelayanan kesehatan, Gubernur meminta Tim Pembina Posyandu memperkuat transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan masyarakat yang terintegrasi. Pelayanan tidak boleh hanya berfokus pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi harus menjangkau seluruh kelompok usia, termasuk lanjut usia.
“Posyandu sekarang semakin besar perannya. Karena itu, kualitas pelayanan, keterjangkauan, dan keterlibatan masyarakat harus terus diperkuat. Pembagian peran yang jelas dan koordinasi lintas sektor juga harus berjalan dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Perhatian pada Pendidikan dan Literasi Anak
Di bidang pendidikan, Gubernur Melki menempatkan penguatan pendidikan anak usia dini dan budaya literasi sebagai investasi jangka panjang pembangunan manusia NTT.
Pokja Bunda PAUD diminta memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan dan pengasuhan berkualitas, didukung lingkungan belajar yang aman serta pemenuhan kebutuhan kesehatan dan gizi. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan memperkuat implementasi Peraturan Daerah tentang Jam Belajar Masyarakat.
Melalui gerakan tersebut, anak-anak diharapkan membiasakan diri belajar di rumah pada pukul 18.00-19.30 WITA. Keterlibatan orang tua menjadi faktor penting agar kebiasaan belajar tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan keluarga.
Perhatian khusus juga diberikan kepada Pokja Bunda Literasi. Gubernur Melki menilai kemampuan membaca, menulis, dan berhitung masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara serius melalui keterlibatan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana untuk berpikir kritis dan mengolah informasi. Saya berharap kita bersama-sama mencari cara agar kemampuan baca tulis anak-anak kita bisa dituntaskan sejak SD. Ini membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan masyarakat,” katanya.
Ia berharap gerakan literasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan membaca dan belajar yang berkelanjutan, dimulai dari rumah, diperkuat di sekolah, dan diperluas ke tengah masyarakat.
Mindriyati Astiningsih Laka Lena: Kolaborasi harus Menghasilkan Kerja Nyata
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak dapat dilaksanakan oleh satu lembaga atau kelompok tertentu. Diperlukan keterlibatan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, keluarga, dan seluruh unsur masyarakat.
Menurut Mindriyati, kelima lembaga memiliki karakteristik dan bidang kerja berbeda, tetapi tujuan akhirnya sama, yakni mewujudkan keluarga sejahtera, masyarakat sehat, sumber daya manusia berkualitas, dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Ia menekankan lima agenda strategis yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni memperkuat koordinasi dan kolaborasi nyata, membangun tata kelola kelembagaan yang tertib, transparan, dan akuntabel, menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat, memperkuat komunikasi antara tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta memastikan setiap hasil rapat memiliki tindak lanjut yang jelas.
Mindriyati mencontohkan, pemberdayaan keluarga dapat diintegrasikan dengan penguatan ekonomi melalui pengembangan kerajinan lokal. Demikian pula peningkatan kesehatan keluarga dapat berjalan beriringan dengan edukasi pengasuhan anak, sementara pengembangan PAUD dapat diperkuat melalui keterlibatan orang tua dan lingkungan keluarga.
Gerakan literasi juga dapat diintegrasikan dengan kegiatan PKK dan aktivitas masyarakat sehingga jangkauannya semakin luas.
Ia berharap hasil Rakorda menjadi landasan bagi seluruh lembaga untuk memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah kabupaten/kota hingga desa dan kelurahan.
Bagi Gubernur Melki, keberhasilan pembangunan NTT pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya program pemerintah yang terlaksana, tetapi juga dari perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Keluarga yang semakin sehat, anak-anak yang semakin cerdas, perajin yang semakin mandiri, serta masyarakat yang memiliki budaya belajar merupakan bagian penting dari kemajuan daerah.
Melalui kolaborasi lima lembaga tersebut, Pemerintah Provinsi NTT ingin memastikan pembangunan tidak berhenti pada kebijakan dan program di tingkat pemerintahan, tetapi benar-benar hadir di tengah keluarga dan masyarakat.
Dari keluarga yang berdaya, NTT diharapkan tumbuh menjadi daerah yang semakin maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan.*/meldo/llt



Komentar