GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Advertisement
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Golkar Infrastruktur Kesehatan Politik
Beranda / Politik / Golkar Perjuangkan Air Bersih di Sikka, Roby Tulus Bapa Kawal Anggaran Rp 2,5 Miliar

Golkar Perjuangkan Air Bersih di Sikka, Roby Tulus Bapa Kawal Anggaran Rp 2,5 Miliar

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Nagegeko, Roby Tulus Bapa ketika melakukan reses di Kantor Desa Kokowahor, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Minggu (25/10/2026). foto:pgsikka

MAUMERE,SELATANINDONESIA.COMย โ€” Akses air bersih yang lebih dekat dan terjamin menjadi harapan warga di sembilan desa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Untuk menjawab kebutuhan mendasar tersebut, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT dari Partai Golkar, Roby Tulus Bapa, memperjuangkan alokasi anggaran Rp 2,5 miliar melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT sebagai tahap awal pembangunan sumber air minum di Kecamatan Kangae dan wilayah sekitarnya.

Program ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat, mulai dari pemenuhan kebutuhan minum dan memasak, kebersihan keluarga, hingga peningkatan sanitasi lingkungan. Pembangunan tersebut direncanakan secara bertahap dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp 15 miliar.

Saat melaksanakan reses di Kantor Desa Kokowahor, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Minggu (25/10/2026), Roby menegaskan bahwa penyediaan air bersih merupakan bagian dari upaya pemerintahan Melki-Johni untuk menjawab persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.

โ€œPerjuangan anggaran ini merupakan upaya nyata untuk menghadirkan solusi atas kebutuhan dasar rakyat. Kami ingin pembangunan sumber air bersih ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya berhenti pada pembangunan fisik,โ€ kata Roby yang juga ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Nagekeo itu.

Perkembangan awal program mulai terlihat melalui pengeboran sumber air di Desa Kokowahor yang menghasilkan debit sekitar empat liter per detik. Hasil tersebut menjadi modal awal untuk mengembangkan sistem penyediaan air bersih yang nantinya didukung fasilitas penampungan dan jaringan distribusi menuju permukiman warga.

Gubernur Melki Tekankan Keamanan Digital Bank NTT, Charlie Paulus Pastikan Transaksi Dipantau 24 Jam

Tahapan berikutnya direncanakan berupa pembangunan reservoir berkapasitas 200.000 liter di halaman SMP Negeri 1 Kewapante, wilayah Ili. Pembangunan fasilitas itu dijadwalkan mulai dilaksanakan pada pekan ini.

Selain itu, perencanaan pembangunan juga mencakup reservoir di Magelahan, Desa Mekendetun, serta bak penampung di Logat atau Kampung Kangae yang berada di lokasi lebih tinggi. Infrastruktur tersebut direncanakan untuk mendukung penyaluran air ke wilayah Blatatatin, Tanaduen, hingga Teka Iku.

Bagi warga, keberadaan sumber air dan tempat penampungan baru akan memberikan manfaat optimal apabila disertai jaringan distribusi yang menjangkau permukiman. Karena itu, keberlanjutan pembangunan menjadi penting agar masyarakat dapat mengakses air secara lebih mudah dan tidak terus menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Akses air bersih yang memadai juga berpotensi mengurangi waktu dan tenaga yang selama ini diperlukan keluarga untuk memperoleh air. Selain mendukung kebutuhan sehari-hari, ketersediaan air dapat membantu menjaga kebersihan rumah, meningkatkan sanitasi, serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Roby mengajak masyarakat untuk turut mendukung pembangunan dan menjaga fasilitas yang disiapkan pemerintah. โ€œSaya berharap masyarakat bersama-sama menjaga sumber air dan seluruh fasilitasnya agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan, baik oleh generasi sekarang maupun anak cucu kita nanti,โ€ ujarnya.

Gubernur Melki Laka Lena Dorong KUR Bank NTT Terserap Maksimal, Kredit UMKM Tembus Rp 52 Miliar

Meski demikian, alokasi awal Rp 2,5 miliar masih menjadi bagian dari kebutuhan pembangunan yang diperkirakan mencapai Rp 15 miliar. Penyelesaian tahapan berikutnya, termasuk pembangunan penampungan dan jaringan distribusi, akan menentukan sejauh mana sumber air tersebut mampu memenuhi kebutuhan warga di sembilan desa sasaran.

Bagi masyarakat Kecamatan Kangae dan sekitarnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari tersedianya sumber air atau berdirinya reservoir, tetapi juga dari kepastian air dapat mengalir dan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui perjuangan anggaran tersebut, Roby dan Partai Golkar menempatkan penyediaan air bersih sebagai salah satu agenda pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Tantangan selanjutnya adalah memastikan dukungan anggaran dan pembangunan infrastruktur berlanjut hingga harapan warga untuk mendapatkan akses air bersih yang lebih baik benar-benar terwujud.*/pgsikka/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement