WAIKABUBAK,SELATANINDONESIA.COM โ Lamaholot FC kembali mengukuhkan kiprahnya di panggung sepak bola Sumba Barat setelah keluar sebagai juara pertama Turnamen Dandim Cup II Tahun 2026. Prestasi tim tersebut semakin lengkap setelah penjaga gawangnya, Melkior Doni Bugan, yang berasal dari tim Agotugu Pepageka, Adonara, dinobatkan sebagai pemain terbaik turnamen.
Gelar juara Lamaholot FC dan penghargaan individu untuk Melkior menjadi catatan penting dalam penutupan Dandim Cup II 2026 di Stadion Manda Elu, Waikabubak, Senin (19/10/2026). Turnamen tersebut secara resmi ditutup oleh Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade.
Keberhasilan Lamaholot FC meraih gelar juara pertama mempertegas persaingan antarklub dalam kompetisi sepak bola di Sumba Barat. Sementara itu, penghargaan kepada Melkior Doni Bugan menjadi pengakuan atas kontribusi penjaga gawang tersebut selama turnamen berlangsung.
Bagi seorang penjaga gawang, penghargaan pemain terbaik memiliki makna tersendiri. Posisi di bawah mistar menuntut konsentrasi, keberanian, kemampuan membaca arah serangan, serta komunikasi yang baik dengan barisan pertahanan. Penobatan Melkior menjadi pemain terbaik menempatkan perannya sebagai salah satu sorotan dalam perjalanan Dandim Cup II 2026.
Prestasi itu juga membawa nama Agotugu Pepageka ke tengah perhatian publik sepak bola Sumba Barat melalui kiprah Melkior yang memperkuat Lamaholot FC.
Bupati Dorong Sepak Bola Sumba Barat Berkembang
Dalam sambutannya, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade menyampaikan selamat kepada empat tim terbaik yang berhasil menempati posisi juara. Ia mengapresiasi para pemain yang telah memperlihatkan kemampuan, semangat juang, dan sportivitas selama kompetisi berlangsung.
โSaya menyampaikan selamat dan sukses kepada empat tim terbaik yang berhasil meraih posisi juara. Apresiasi juga kepada seluruh pemain yang telah menunjukkan kemampuan, semangat juang, dan sportivitas selama kompetisi berlangsung,โ ujar Bupati Yohanis.
Bupati Yohanis mengatakan dirinya terus mengikuti jalannya pertandingan melalui pemberitaan media. Menurut dia, turnamen seperti Dandim Cup menjadi wadah penting untuk menemukan bakat dan meningkatkan kualitas sepak bola di Kabupaten Sumba Barat.
โTurnamen seperti ini menjadi wadah penting untuk mengembangkan bakat dan meningkatkan kualitas sepak bola di Kabupaten Sumba Barat,โ katanya.
Bupati Yohanis berharap penyelenggaraan kompetisi berikutnya, termasuk Polres Cup dan Bupati Cup, dapat berlangsung dengan kualitas pertandingan dan fasilitas yang semakin baik.
Ia juga menekankan pentingnya penataan Stadion Manda Elu agar mampu menunjang pertandingan dengan fasilitas yang memadai, termasuk kemungkinan penyelenggaraan laga pada malam hari apabila didukung penerangan yang sesuai.
โKe depan, kualitas pertandingan dan fasilitas lapangan harus semakin ditingkatkan. Kita berharap Stadion Manda Elu dapat ditata lebih baik sehingga mampu mendukung penyelenggaraan pertandingan yang lebih berkualitas,โ ujar Bupati Yohanis.
Pemain Luar Daerah Jadi Kesempatan Belajar
Selain meningkatkan fasilitas olahraga, Bupati Yohanis mendorong keikutsertaan tim dan pemain dari luar daerah dalam turnamen mendatang. Kehadiran mereka diharapkan memberikan pengalaman baru bagi pemain lokal untuk mempelajari berbagai gaya permainan dan meningkatkan daya saing.
โKita ingin pemain-pemain lokal mendapatkan pengalaman yang lebih luas. Dengan hadirnya tim dan pemain dari luar daerah, mereka bisa belajar, meningkatkan kemampuan, dan memperkuat daya saing,โ katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yohanis secara khusus mengapresiasi penampilan Lamaholot FC dan Bintang Kopi FC yang dinilai memperlihatkan kualitas permainan menarik selama turnamen.
Keberhasilan Lamaholot FC menjadi juara dan penghargaan pemain terbaik yang diraih Melkior Doni Bugan menjadi dua pencapaian yang mewarnai penutupan kompetisi tahun ini. Keduanya sekaligus menambah alasan bagi para pendukung untuk memberikan perhatian terhadap perkembangan sepak bola lokal.
Bupati Yohanis juga menyampaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara, wasit, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan turnamen hingga selesai.
Penutupan Dandim Cup II 2026 dihadiri Ketua DPRD Sumba Barat Charles Pekadede Tenabolo, perwakilan Kejaksaan, Dandim Letkol Inf Ignasius Hali Sogen, Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, Komandan Batalyon C Pelopor Brimob Iptu Yahya Menoa Lima, Ketua PSSI Sumba Barat Lukas Lodu Pewu, jajaran organisasi perangkat daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Hasil akhir turnamen menempatkan Lamaholot FC sebagai juara pertama, Bintang Kopi FC sebagai juara kedua, Zeus FC di posisi ketiga, serta Permata Timur Mosalaki FC di posisi keempat. Adapun Melkior Doni Bugan, penjaga gawang Lamaholot FC asal tim Agotugu Pepageka, meraih penghargaan pemain terbaik Dandim Cup II 2026.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat berharap kompetisi serupa terus berkembang sebagai bagian dari pembinaan sepak bola daerah. Dengan turnamen yang berkelanjutan, fasilitas yang semakin baik, dan kesempatan bertanding yang lebih luas, Sumba Barat diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pemain berbakat yang dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi.*/NG/llt



Komentar