GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Golkar
Beranda / Golkar / Flores Tidak Sendiri, Ketum SOKSI Misbakhun dan Menkeu Purbaya Kunjungi Korban di Pengungsian: Pastikan Pemulihan Terus Dikawal

Flores Tidak Sendiri, Ketum SOKSI Misbakhun dan Menkeu Purbaya Kunjungi Korban di Pengungsian: Pastikan Pemulihan Terus Dikawal

Ketua Umum Depinas SOKSI sekaligus Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun (menunjuk) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ketika di lokasi pengungsian benacan gempa bumi Flores di Lapangan SDI Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8/2026) Foto: dok. soksi

RUTENG,SELATANINDONESIA.COM — Di tengah tenda-tenda pengungsian dan keterbatasan kebutuhan dasar, warga korban gempa bumi Flores mendapat pesan penguatan: mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Ketua Umum Depinas SOKSI sekaligus Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa datang langsung ke Kabupaten Manggarai, membawa bantuan sekaligus memastikan penanganan bencana terus dikawal hingga memasuki tahap pemulihan.

Kehadiran mereka di Lapangan SDI Robo, Desa Ranaka, Kecamatan Wae Ri’i, Rabu (19/8/2026), bukan sekadar menyerahkan bantuan logistik. Dialog langsung dengan warga dan pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan para pengungsi benar-benar terjawab di tengah situasi darurat.

Pesan yang dibawa pun jelas: Flores tidak sendiri. Bantuan tanggap darurat harus segera sampai kepada warga, sementara dukungan pemerintah pusat dan DPR RI akan terus dikawal agar penanganan tidak berhenti ketika masa darurat berakhir.

Sekitar pukul 12.00 WITA, rombongan kemudian bergerak menuju lokasi pengungsian. Di sana, mereka melihat langsung kondisi warga yang masih bertahan di tenda-tenda darurat dan berdialog mengenai kebutuhan yang paling mendesak.

Ketum SOKSI Misbakhun dan Menkeu Purbaya secara simbolis menyerahkan bantuan logistik tanggap darurat kepada perwakilan masyarakat. Bantuan itu antara lain berupa 800 selimut, 800 terpal, 200 pakaian, 4,6 ton beras, 210 liter minyak goreng, 2.745 kilogram gula pasir, 225 dus susu, 150 dus mi instan, serta 300 papan telur.

Dr. Umbu Rudi Kabunang Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Rangkul Talenta Khusus Indonesia

Bantuan juga mencakup air mineral, makanan ringan, kopi dan teh, sereal, sabun, popok bayi, pembalut perempuan, pasta gigi, hand body, bumbu dapur, kecap, dan saus.

“Kebetulan kami juga bawa bantuan. Ini tendanya masih seadanya, jadi kami bawakan terpal. Atasnya terpal, bawahnya terpal biar agak hangat,” ujar Purbaya.

Menurut dia, pemerintah tidak berhenti pada pengiriman bantuan awal. Kebutuhan masyarakat di pengungsian akan terus dipantau dan ditambah apabila masih terdapat kekurangan.

Purbaya juga menyampaikan bahwa bantuan tenda dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan turut dipantau sehingga kondisi tempat tinggal sementara warga dapat segera diperbaiki.

“Kebutuhan ini sebagian besar memang yang dibutuhkan oleh masyarakat di sini. Ke depan, pengadaan mudah-mudahan keadaannya lebih baik. Semoga gempanya tidak terjadi lagi dan Bapak/Ibu bisa kembali ke tempat kerja masing-masing,” katanya.

Flores Tidak Sendiri, Gubernur Melki Gerakkan NTT Pulihkan Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo

Misbahkun : DPR Pastikan Anggaran Dikawal hingga Pemulihan

Kehadiran Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun bersama Menteri Keuangan menjadi bagian dari upaya memastikan respons pemerintah pusat berjalan sampai ke masyarakat.

Misbakhun mengatakan, DPR RI ikut mengawal agar bantuan yang dikirim pemerintah benar-benar tiba di tengah masyarakat yang membutuhkan.

“Kami dari Komisi XI DPR RI menyampaikan salam dari pimpinan DPR, bahwa kami semua ikut merasakan keprihatinan yang sama,” ujar Misbakhun yang didampingi Ketua Depicab SOKSI Manggarai Tarsisius Janggal dan Ketua Dewan Pembina Depicab SOKSI Manggara Timur Richard Presly.

Menurut dia, perhatian pemerintah pusat terhadap Flores tidak hanya berhenti pada masa tanggap darurat. Dukungan terhadap masyarakat terdampak harus berlanjut ketika situasi memasuki fase pemulihan.

Gempa Flores 53 Orang Meninggal: Gubernur Melki, Mendagri Tito hingga Menteri Dody Hanggodo, Percepat Evakuasi dan Pemulihan

“Kami di DPR ingin memastikan bahwa program-program bantuan berjalan dengan baik, afirmasi anggaran juga berjalan dengan baik, mulai dari saat bencana sampai pada fase recovery-nya,” katanya.

Misbakhun meminta masyarakat tetap tabah menghadapi kondisi pascabencana. Kehadiran pemerintah pusat dan DPR, menurut dia, merupakan bentuk bahwa masyarakat Flores tidak menghadapi bencana seorang diri.

Dari Tanggap Darurat Menuju Pemulihan

Bagi Pemerintah Kabupaten Manggarai, kedatangan Menteri Keuangan dan Ketua Umum SOKSI yang juga Ketua Komisi XI DPR RI memberikan dua pesan sekaligus: bantuan kebutuhan dasar harus segera dipenuhi dan proses pemulihan harus mulai dipersiapkan sejak masa tanggap darurat.

Bupati Manggarai Herybertus Nabit menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat yang hadir langsung melihat kondisi masyarakat terdampak.

Pemerintah Kabupaten Manggarai memastikan koordinasi dengan pemerintah pusat, BNPB, serta seluruh unsur terkait terus dilakukan. Keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, dan percepatan pemulihan menjadi prioritas.

Di tengah tenda-tenda pengungsian yang masih berdiri, bantuan terpal, selimut, makanan, dan kebutuhan sehari-hari menjadi penopang penting bagi warga untuk melewati hari-hari sulit setelah gempa.

Namun, lebih dari sekadar bantuan logistik, kunjungan tersebut membawa pesan bahwa penanganan bencana dilakukan bersama. Pemerintah pusat, DPR, dan pemerintah daerah bergerak untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi hari ini sekaligus membuka jalan menuju kehidupan yang kembali normal.

Flores tidak sendiri. Dari Manggarai, proses pemulihan terus dimulai perlahan, tetapi dengan dukungan yang semakin kuat.*/soksi/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement