G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Golkar Olahraga
Beranda / Olahraga / Tinjau Gelora Lifubatu, Umbu Rudi Kabunang Dorong Kebangkitan Pacuan Kuda di Timor Menuju PON 2028

Tinjau Gelora Lifubatu, Umbu Rudi Kabunang Dorong Kebangkitan Pacuan Kuda di Timor Menuju PON 2028

Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional Pordasi Pacu Nusa Tenggara Timur (NTT) yang juga Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dail NTT 2, Dr. Umbu Rudi Kabunang, ketika meninjau arena pacuan kuda Gelora Lifubatu, di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Kamis (23/7/2026). foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

KUPANG, SELATANINDONESIA.COM โ€“ Di tengah geliat persiapan Nusa Tenggara Timur menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028, harapan menghidupkan kembali olahraga pacuan kuda di daratan Timor mulai menemukan pijakannya. Arena pacuan kuda Gelora Lifubatu di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, yang selama ini lebih banyak menjadi saksi kejayaan masa lalu, diproyeksikan kembali menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus ruang tumbuhnya tradisi pacuan kuda yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Optimisme itu mengemuka saat Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional Pordasi Pacu Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Umbu Rudi Kabunang, meninjau langsung arena pacuan kuda Gelora Lifubatu, Kamis (23/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi sejumlah tokoh dan pencinta olahraga pacuan kuda dari Kabupaten Kupang.

Bagi Umbu Rudi, keberadaan lintasan sepanjang 1.200 meter itu merupakan aset olahraga yang sangat potensial. Selain telah memenuhi standar nasional, Gelora Lifubatu dinilai memiliki peluang besar menjadi pusat penyelenggaraan berbagai kejuaraan pacuan kuda di Pulau Timor.

“Lapangan ini luar biasa. Panjang lintasannya mencapai 1.200 meter dan sudah memenuhi syarat nasional. Ini menjadi modal besar bagi kita untuk membangkitkan kembali olahraga pacuan kuda di Timor,” kata Umbu Rudi.

Ia menegaskan, kebangkitan pacuan kuda tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem kompetisi yang berkelanjutan agar pembinaan atlet dan kuda pacu berjalan secara sistematis.

Komisi XIII DPR Dorong Perda Minuman Fermentasi di NTT, Umbu Rudi Kabunang: Saatnya Sopi, Moke, Arak dan Peci Dilindungi Negara

Karena itu, salah satu agenda yang tengah disiapkan adalah penyelenggaraan Kejuaraan Pacuan Kuda Bupati Cup Kabupaten Kupang. Menurut Umbu Rudi, dirinya telah melakukan komunikasi awal melalui sambungan telepon dengan Bupati Kupang, Yosef Lede, dan dalam waktu dekat akan bertemu langsung untuk membahas rencana tersebut.

Kejuaraan itu diharapkan menjadi momentum membangkitkan kembali antusiasme masyarakat terhadap olahraga pacuan kuda, sekaligus menjadi ajang pencarian bibit-bibit atlet dan joki berbakat dari Pulau Timor.

Tidak hanya itu, Umbu Rudi juga ingin menghidupkan kembali nomor pacuan kuda tradisional tanpa pelana yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari budaya masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Menurut dia, peluang itu kini semakin terbuka setelah nomor pacuan tradisional tanpa pelana resmi masuk sebagai salah satu cabang yang akan dipertandingkan pada PON XXII Tahun 2028.

“Ini kesempatan yang tidak boleh kita lewatkan. Kita harus mulai membangun dari sekarang, supaya saat PON nanti kita benar-benar siap bersaing,” ujarnya.

Di Balik Jeruji NTT, Komisi XIII DPR Temukan Catatan Positif: Overstaying Terkendali, Perbaikan Layanan Terus Dikebut

Ketua Pengurus Provinsi Federasi Nasional Pordasi Pacu Nusa Tenggara Timur (NTT) yang juga Anggota Fraksi Golkar DPR RI Dail NTT 2, Dr. Umbu Rudi Kabunang, ketika meninjau arena pacuan kuda Gelora Lifubatu, di Kelurahan Babau, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Kamis (23/7/2026). foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

Sebagai Ketua Pengprov FN Pordasi Pacu NTT, Umbu Rudi mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima arahan dari Pengurus Pusat FN Pordasi Pacu untuk segera menyiapkan atlet, joki, dan kuda pacu terbaik melalui sistem seleksi berjenjang.

Seleksi akan dimulai dari tingkat kecamatan, kemudian berlanjut ke kabupaten dan kota, sebelum memasuki kejuaraan tingkat provinsi. Atlet-atlet terbaik selanjutnya akan dipersiapkan menghadapi Kejuaraan Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus di Kabupaten Sumba Barat, sebelum memasuki tahapan Pra PON Tahun 2027.

Menurut Umbu Rudi, pola pembinaan seperti itu penting agar setiap kabupaten memiliki kesempatan melahirkan atlet-atlet berkualitas.

“Kami ingin semua kabupaten ikut bergerak. Dari seleksi yang berjenjang akan lahir atlet-atlet terbaik yang nantinya mewakili NTT di tingkat nasional,” katanya.

Target yang dipasang pun cukup ambisius. NTT membidik 10 medali emas dari cabang olahraga pacuan kuda, khususnya nomor tradisional tanpa pelana, pada PON XXII Tahun 2028.

Kejurnas Pacuan Kuda 2026 di Gelora Pada Eweta, Umbu Rudi Kabunang Tanggung Biaya Pelatihan Joki dan Steward Menuju PON

Target tersebut, menurut Umbu Rudi, bukan sekadar angka. Di baliknya terdapat tekad untuk mengembalikan kejayaan daerah yang sejak lama dikenal memiliki tradisi beternak dan memelihara kuda, sekaligus melahirkan joki-joki tangguh.

Ia meyakini keberhasilan itu hanya dapat diraih apabila pemerintah daerah, komunitas pencinta kuda, peternak, pemilik kuda, hingga masyarakat bergerak bersama membangun olahraga pacuan kuda sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus prestasi olahraga NTT.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, khususnya pencinta pacuan kuda, untuk bersama-sama membangkitkan olahraga ini. Mari kita sukseskan pembinaan menuju PON XXII Tahun 2028 agar NTT mampu menjadi juara umum pada cabang olahraga pacuan kuda,” ujarnya.

Di Gelora Lifubatu, semangat itu mulai kembali terasa. Arena yang pernah menjadi pusat keramaian pacuan kuda di Timor kini dipandang bukan sekadar lintasan pertandingan, melainkan simbol harapan baru. Jika pembinaan berjalan konsisten dan kompetisi kembali rutin digelar, bukan tidak mungkin derap kaki-kaki kuda dari Timor akan kembali menggema, bukan hanya di arena lokal, tetapi juga di panggung olahraga nasional.*/laurens leba tukan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement