KALABAHI,SELATANINDONESIA.COM โ Partai Golkar Kabupaten Alor memilih melanjutkan kepemimpinan Aksa Yuniorita Blegur atau Nita Blegur untuk lima tahun ke depan. Dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD II Partai Golkar Kabupaten Alor di Gedung DPD II Partai Golkar Alor, Selasa (30/6/2026), Nita kembali dipercaya secara aklamasi memimpin partai berlambang pohon beringin itu untuk periode 2026โ2031. Keputusan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa konsolidasi organisasi yang dibangunnya pada periode sebelumnya masih memperoleh kepercayaan penuh dari struktur partai hingga tingkat kecamatan.
Musda XI yang dipimpin Wakil Sekretaris Bidang Media dan Penggalangan Opini DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur, Laurens Leba Tukan, berlangsung dalam suasana solid. Seluruh pemegang hak suara, terdiri atas 18 Pimpinan Kecamatan Partai Golkar se-Kabupaten Alor, DPD I Partai Golkar NTT, DPD II Partai Golkar Alor, Dewan Pertimbangan Partai Golkar Alor, serta organisasi kemasyarakatan dan organisasi sayap Partai Golkar, secara bulat memberikan dukungan kepada Nita untuk melanjutkan kepemimpinannya.
Dari unsur DPD I Partai Golkar NTT, hadir pula Wakil Ketua OKK DPD I Golkar NTT Ans Takalapeta dan Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Dapil NTT VI yang juga Ketua Frakasi Golkar dan Ketua Komisi 3 DPRD NTT Yohanes De Rosari. Hadir pula seluruh Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Alor.
Terpilihnya kembali Nita tidak sekadar menandai kesinambungan kepemimpinan di tubuh Golkar Alor. Lebih dari itu, hasil Musda menunjukkan pilihan partai untuk mempertahankan arah konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat posisi Golkar sebagai kekuatan politik menjelang agenda Pemilu dan Pilkada berikutnya.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Nita menegaskan periode keduanya akan diarahkan pada penguatan struktur partai hingga ke tingkat akar rumput. Menurut dia, konsolidasi organisasi harus bermuara pada meningkatnya kekuatan politik Golkar, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif.
“Idealnya tujuan akhir konsolidasi adalah merebut kekuatan politik di daerah, mulai dari kepala daerah hingga lembaga DPRD,” ujar Nita Blegur.
Optimisme itu bukan tanpa target. Saat ini Partai Golkar memiliki tiga kursi di DPRD Kabupaten Alor. Pada Pemilu mendatang, Golkar menargetkan sedikitnya lima kursi sebagai modal memperbesar pengaruh dalam proses pengambilan kebijakan daerah.
Di luar agenda konsolidasi, Nita menjadikan peningkatan partisipasi perempuan dalam politik sebagai salah satu pesan utama Musda XI. Menurutnya, kebijakan afirmasi melalui kuota 30 persen keterwakilan perempuan seharusnya dipandang sebagai titik awal, bukan tujuan akhir perjuangan politik perempuan.
“Jangan tunggu dikasih kesempatan, rebut kesempatan itu. Jangan hanya puas dengan kuota 30 persen. Kita harus perjuangkan agar perempuan Alor semakin banyak berada di DPRD dan posisi-posisi pengambil keputusan,” katanya.
Bagi Nita Blegur, semakin banyak perempuan berada dalam ruang pengambilan keputusan akan memperkuat perspektif pembangunan yang lebih inklusif. Karena itu, ia mengajak perempuan, terutama generasi muda, tidak ragu memasuki dunia politik melalui partai Golkar.
“Kalau kita mau memperjuangkan hak-hak perempuan, maka perempuan harus ada dalam posisi-posisi vital untuk mengambil keputusan. Dan prosesnya hanya satu, yaitu melalui partai politik,” ujarnya.
Ajakan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa regenerasi kepemimpinan merupakan kebutuhan mendesak bagi partai. Nita Blegur menilai Golkar harus terus membuka ruang bagi lahirnya kader-kader muda yang memiliki kapasitas dan komitmen membangun daerah.
Dukungan terhadap arah konsolidasi Golkar Alor juga datang dari DPD I Partai Golkar NTT. Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Fransiskus Xaverius Alain Niti Susanto, melalui sambutan yang dibacakan Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPD I Partai Golkar NTT, Ans Takalapeta, mengingatkan bahwa posisi Golkar sebagai partai dengan kekuatan politik terbesar di Nusa Tenggara Timur membawa tanggung jawab yang tidak ringan.
Menurut Alain, Golkar tidak cukup hanya menjadi pemenang dalam kontestasi politik. Partai harus mampu hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan pembangunan berjalan dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Karena itu, ia meminta seluruh kader, termasuk Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Alor, terus membangun kemitraan yang produktif dengan pemerintah daerah.
“Saya berharap Golkar menjadi bagian penting dan tampil di garda depan dalam mengawal pembangunan di Alor,” ujarnya.
Pandangan senada disampaikan Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, saat pemembukaan Musda XI. Ia menilai Golkar merupakan salah satu partai yang memiliki rekam jejak panjang dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Alor dan selama ini berkontribusi melalui kader-kadernya, baik di legislatif maupun dalam mendukung berbagai program pemerintah daerah.
“Terima kasih atas dukungan Partai Golkar Kabupaten Alor melalui kader-kadernya dalam memberikan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Alor,” kata Rocky.
Menurut Rocky, kolaborasi yang terbangun antara pemerintah daerah dan partai politik menjadi modal penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan politik yang konstruktif agar berbagai program pembangunan dapat berjalan secara efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Bagi Golkar Alor, Musda XI bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan. Forum tersebut menjadi titik awal konsolidasi menuju agenda politik lima tahun ke depan. Dengan mandat baru yang diperoleh secara aklamasi, Nita Blegur menghadapi tantangan untuk tidak hanya meningkatkan kekuatan elektoral partai, tetapi juga memperluas ruang kepemimpinan perempuan dan generasi muda, sekaligus menjaga posisi Golkar sebagai salah satu kekuatan politik utama dalam pembangunan Kabupaten Alor.*/llt




Komentar