KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โMenteri Hak Asasi Manusia RI, Natalius Pigai, menelusuri setiap sudut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Merdeka di Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Selasa (9/6/2026). Didampingi Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, ia memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sekadar berjalan, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di dapur produksi, perhatian tertuju pada setiap tahapan proses, mulai dari kualitas bahan pangan, kebersihan ruang pengolahan, hingga mekanisme distribusi makanan kepada para penerima manfaat. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan standar pelayanan gizi yang ditetapkan pemerintah diterapkan secara konsisten.
SPPG Merdeka yang mulai beroperasi sejak 25 September 2025 kini menjadi salah satu pusat layanan gizi terbesar di Kota Kupang. Setiap hari, unit tersebut memproduksi sekitar 2.358 porsi makanan bergizi yang didistribusikan kepada siswa di 16 sekolah dasar dan menengah pertama serta penerima manfaat di 10 posyandu yang tersebar di Kecamatan Kota Lama.
Bagi Menteri Pigai, keberadaan program ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan makanan, melainkan juga pemenuhan hak dasar warga negara. Ia menegaskan bahwa akses terhadap pangan bergizi merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Karena itu, pengelolaan program harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Gubernur Melki Laka Lena menilai keberhasilan MBG membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga pengelola dapur pelayanan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia Nusa Tenggara Timur tidak dapat dilepaskan dari upaya memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang memadai sejak dini.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu strategi nasional untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Selain meningkatkan kecukupan gizi masyarakat, program ini diharapkan berkontribusi pada percepatan penurunan angka stunting, perbaikan kesehatan ibu dan anak, serta peningkatan kualitas generasi masa depan. Di NTT, daerah yang selama bertahun-tahun menghadapi tantangan stunting dan ketahanan pangan, keberhasilan program tersebut dipandang sebagai investasi penting bagi pembangunan jangka panjang.
Kunjungan ke SPPG Merdeka menjadi pesan bahwa keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari jumlah porsi yang dibagikan, melainkan dari sejauh mana program itu mampu menjamin setiap anak memperoleh hak yang sama untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.*/baldussae/llt



Komentar