KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ Suasana haru menyelimuti Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang saat tongkat estafet kepemimpinan resmi berganti. Di tengah prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang berlangsung khidmat, sebuah babak baru dimulai seiring berakhirnya masa pengabdian panjang 36 tahun seorang aparatur sipil negara.
Antonius Hubertus Jawa Gili resmi mengakhiri tugasnya sebagai Kalapas Kelas IIA Kupang dan memasuki masa purna bakti. Jabatan tersebut kini diteruskan oleh Wawan Irawan, A.Md.IP., S.H., M.H., dalam sebuah prosesi yang dipimpin Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur, Ketut Akbar Herry Achjar, jajaran Forkopimda, para kepala unit pelaksana teknis, serta stakeholder terkait, Kamis (30/4/2026).
Dalam momen perpisahan yang sarat emosi, Antonius menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdiannya sebagai ASN. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama memimpin Lapas Kupang.
โPuji Tuhan, 36 tahun saya mengabdi sebagai ASN dan hari ini saya menyelesaikan tugas dengan baik,โ ujarnya. Ia juga menyoroti capaian bersama, termasuk pengembangan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi area yang memberi manfaat. โItu tidak lepas dari dukungan semua pihak, terutama Kakanwil,โ tambahnya.
Dengan nada penuh harap, Antonius menitipkan estafet kepemimpinan kepada penggantinya. Ia berharap Lapas Kupang terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar ke depan.
Sementara itu, Kalapas yang baru, Wawan Irawan, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan kesiapan untuk beradaptasi dan bekerja sama dengan seluruh jajaran.
โSaya mohon bimbingan dan arahan. Saya akan berupaya memberikan yang terbaik bagi Lapas Kupang,โ kata Wawan.
Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan NTT, Ketut Akbar Herry Achjar, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas dedikasi pejabat lama yang telah menyelesaikan masa tugas dengan baik. Ia juga menyampaikan pesan tegas kepada pejabat baru agar segera beradaptasi dan menjalankan tugas sesuai arah kebijakan nasional.
โLaksanakan Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas,โ tegasnya.
Sertijab ini tidak sekadar menjadi seremonial pergantian jabatan, melainkan momentum penting untuk memperkuat kesinambungan kepemimpinan dan meningkatkan kualitas pemasyarakatan di Lapas Kupang. Di bawah kepemimpinan baru, harapan besar mengemuka agar Lapas Kupang semakin humanis, produktif, dan adaptif terhadap tantangan ke depan.*/info-pas/mm/llt













Komentar