DENPASAR,SELATANINDONESIA.COM – Di tengah tuntutan pengelolaan keuangan daerah yang semakin kompleks, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur memilih memperkuat fondasi dari hulu: kapasitas para pengambil kebijakan fiskal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Timur, Umbu Ngadu Ndamu, SH., M.Si., mengikuti Workshop Penguatan Pengelolaan Fiskal dan Ekonomi Daerah Level Pimpinan Angkatan IV Tahun 2026 yang digelar Kementerian Keuangan RI melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Kegiatan tersebut berlangsung pada 29โ30 April 2026 di Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Denpasar.
Dalam forum yang mempertemukan para pimpinan daerah dari berbagai wilayah itu, Umbu Ngadu Ndamu hadir didampingi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sumba Timur. Agenda ini dirancang untuk memperkuat kapasitas strategis pemerintah daerah dalam mengelola fiskal, mulai dari perencanaan anggaran hingga pengelolaan aset dan pembiayaan daerah.
Di balik istilah teknokratis pengelolaan fiskal, workshop ini menyoroti lima pilar utama yang kini menjadi perhatian dalam reformasi keuangan daerah: spending better atau peningkatan kualitas belanja, collecting more melalui optimalisasi pendapatan, asset management dalam pengelolaan aset, creative financing sebagai skema pembiayaan inovatif, serta integrity yang menekankan penguatan pengendalian internal dan integritas tata kelola.
Kelima aspek tersebut diposisikan sebagai fondasi untuk mendorong pengelolaan keuangan daerah yang tidak hanya efisien, tetapi juga adaptif terhadap tantangan pembangunan.
Selain penguatan konsep fiskal, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi mengenai manajemen risiko dan upaya peningkatan kinerja keuangan daerah. Pemerintah daerah didorong untuk memperbaiki performa fiskal, yang pada akhirnya dapat berdampak pada peluang memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat.
Sekretaris Daerah Sumba Timur menilai forum tersebut sebagai momentum penting untuk memperkuat kapasitas kelembagaan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi prasyarat utama dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
โMelalui kegiatan ini, kami berharap dapat memperkuat kapasitas kelembagaan serta mendorong pengelolaan fiskal daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan,โ ujarnya.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, terutama dalam upaya memperbaiki tata kelola keuangan daerah yang menjadi salah satu penopang utama pembangunan dan pelayanan publik.*/protokolST/llt













Komentar