GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Golkar Gubernur NTT Pariwisata
Beranda / Pariwisata / Di Labuan Bajo, Menteri Maman dan Gubernur Melki Ajak Pengusaha UMKM NTT Naik Kelas Lewat KUR

Di Labuan Bajo, Menteri Maman dan Gubernur Melki Ajak Pengusaha UMKM NTT Naik Kelas Lewat KUR

Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman bersama mama mama pengusaha UMKM di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat ussi kegiatan sosialisasi dan akad massal KUR, Selasa (28/4/2026). Foto: humaskementrianUMKM

LABUANBAJO,SELATANINDONESIA.COM – Di tengah geliat pariwisata Labuan Bajo yang kian mendunia, pemerintah kembali menegaskan pentingnya penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dari kota wisata super prioritas ini, Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman mengajak pengusaha UMKM di Nusa Tenggara Timur untuk lebih optimal memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), bukan sekadar sebagai akses pembiayaan, melainkan sebagai motor penggerak ekspansi usaha.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan akad massal KUR, Selasa (28/4/2026), yang menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan di wilayah timur Indonesia. Di hadapan ratusan pengusaha UMKM, Menteri Maman menekankan bahwa akses permodalan harus diimbangi dengan kedisiplinan dalam pengelolaan usaha.

โ€œDana KUR harus benar-benar digunakan untuk kegiatan produktif. Dari situlah usaha bisa tumbuh, naik kelas, dan menjangkau pasar yang lebih luas,โ€ ujarnya.

Pemerintah, kata dia, tengah mendorong percepatan penyaluran KUR agar target porsi kredit perbankan bagi UMKM sebesar 25 persen dapat segera tercapai. Hingga 26 April 2026, realisasi penyaluran KUR secara nasional telah menembus Rp91,6 triliun kepada sekitar 1,4 juta debitur, dengan lebih dari 60 persen mengalir ke sektor produksi, indikasi pergeseran ke arah pembiayaan yang lebih berkualitas.

Di NTT, tren serupa mulai terlihat. Penyaluran KUR telah mencapai Rp898 miliar untuk lebih dari 19 ribu pengusaha UMKM. Angka ini mencerminkan meningkatnya akses pembiayaan, meski ruang pertumbuhan dinilai masih terbuka lebar, seiring potensi ekonomi daerah yang ditopang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Bupati Ratu Wulla: Gereja Mitra Strategis Bangun Karakter Generasi Muda Sumba

Momentum tersebut juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pembiayaan antara Kementerian UMKM dan Bank NTT. Bank pembangunan daerah itu kembali dipercaya menyalurkan KUR dengan nilai sekitar Rp350 miliar setelah sempat terhenti.

Menteri Maman menegaskan, peran perbankan tidak berhenti pada penyaluran kredit. Pendampingan usaha dan peningkatan literasi keuangan menjadi faktor krusial agar UMKM mampu bertahan sekaligus berkembang secara berkelanjutan.

Senada, Gubernur NTT Emanuel Melki Laka Lena menilai KUR harus diposisikan sebagai instrumen strategis untuk mendorong ekonomi kerakyatan. โ€œKita ingin KUR benar-benar menjadi alat untuk menghadirkan keadilan ekonomi, bukan sekadar program pembiayaan,โ€ katanya.

Dengan sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha, optimalisasi KUR diharapkan tidak hanya memperluas akses modal, tetapi juga memperkuat fondasi UMKM di NTT agar mampu bersaing, bahkan menembus pasar global.*/humaskementrianUMKM/llt

Bank NTT Jadi Penyalur KUR untuk UMKM, Menteri Maman Abdurrahman Minta Perkuat Pendampingan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement