BAโA,SELATANINDONESIA.COM – Pelantikan dan pengukuhan pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Rote Ndao periode 2026โ2031 menjadi momentum penting dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis kolaborasi. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk menegaskan, sinergi antara sektor publik dan dunia usaha merupakan kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Acara yang berlangsung di Hotel Ricky Baa, Jumat (24/4/2026), tidak sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Lebih dari itu, pelantikan ini menjadi penanda arah baru dalam membangun kemitraan strategis antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menekankan bahwa KADIN diharapkan tampil sebagai mitra aktif pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, membuka peluang usaha baru, serta mempercepat transformasi ekonomi daerah.
Dalam konteks tersebut, keberadaan KADIN menjadi semakin relevan di tengah dinamika global yang menuntut efisiensi, inovasi, dan adaptasi teknologi. Pemerintah daerah melihat dunia usaha bukan hanya sebagai pelaku ekonomi, tetapi juga sebagai penggerak utama pertumbuhan yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua KADIN Rote Ndao yang baru dilantik, Simson Polin, memikul mandat untuk memperkuat peran organisasi dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal. Fokus utama diarahkan pada optimalisasi potensi unggulan daerah, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta penguatan UMKM agar mampu bersaing di pasar regional maupun nasional. Upaya ini menjadi krusial mengingat struktur ekonomi daerah masih sangat bergantung pada sektor primer yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan industri.
Dukungan konkret juga datang dari KADIN Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, memperkenalkan sejumlah program strategis yang diharapkan dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Salah satunya adalah uji coba benih sorgum asal India sebagai langkah awal pengembangan komoditas lokal berbasis industri.
Selama ini, sorgum dikenal sebagai tanaman khas Rote, namun pemanfaatannya masih terbatas. Melalui introduksi benih unggul dan penjajakan kerja sama dengan industri pakan, KADIN NTT berupaya membuka peluang hilirisasi sorgum dalam skala yang lebih besar. Jika berhasil, inisiatif ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga memperluas kesempatan usaha bagi petani lokal.
Selain itu, KADIN NTT juga mendorong transformasi kelembagaan pelaku usaha melalui program pendirian Perseroan Terbatas (PT) Perorangan. Sebanyak 10 unit PT perorangan akan difasilitasi secara gratis sebagai bagian dari upaya membantu UMKM naik kelas dan memiliki legalitas usaha yang memadai. Legalitas ini dinilai penting untuk memperluas akses pasar, termasuk peluang masuk ke rantai pasok modern yang mensyaratkan badan hukum formal.
Langkah-langkah tersebut mencerminkan pendekatan yang lebih terstruktur dalam membangun ekosistem usaha di daerah. Tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mencakup aspek legalitas, akses pasar, hingga integrasi dengan industri.
Ke depan, KADIN Rote Ndao diharapkan mampu mengambil peran lebih luas sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Peran ini mencakup penguatan kewirausahaan, fasilitasi investasi, serta menjembatani kepentingan antara pemerintah dan sektor swasta. Tantangan globalisasi dan percepatan digitalisasi menuntut adanya kolaborasi yang semakin erat dan adaptif.
Pelantikan pengurus baru ini, pada akhirnya, menjadi titik awal bagi upaya bersama dalam membangun ekonomi Rote Ndao yang lebih mandiri, maju, dan berdaya saing. Dengan sinergi yang solid antara pemerintah dan dunia usaha, arah pembangunan ekonomi daerah diharapkan semakin terukur dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.*/ll













Komentar