WAINGAPU,SELATANINDOENSIA.COM โ Konsolidasi Partai Golkar di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, tidak berhenti pada penguatan mesin politik menjelang Pemilu 2029. Forum yang digelar di Kandara, Kelurahan Prailiu, Sabtu (22/8/2026), itu sekaligus menjadi ruang bagi warga menyampaikan persoalan pembangunan yang masih mereka hadapi, terutama akses jalan dan listrik.
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan NTT 2, Dr. Umbu Rudi Kabunang, hadir dalam kegiatan tersebut didampingi Ketua Dewan Penasehat DPD II Partai Golkar Sumba Timur Pdt. Abraham Litinau. Pertemuan dihadiri pengurus Partai Golkar Kecamatan Kambera, pengurus desa, kader, serta simpatisan partai.
Dalam dialog dengan warga, persoalan infrastruktur jalan dan keterbatasan akses listrik serta air bersih menjadi aspirasi yang paling menonjol. Kedua persoalan tersebut dinilai masih memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, pendidikan, serta akses terhadap pelayanan dasar.
Umbu Rudi mengatakan, aspirasi masyarakat harus terlebih dahulu diterjemahkan menjadi data yang jelas agar dapat diperjuangkan melalui jalur kebijakan pemerintah.
โPerjuangan menghadirkan listrik desa tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten, pemerintah provinsi, serta pemerintah pusat agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap energi listrik,โ kata Umbu Rudi.
Ia meminta pengurus Golkar, anggota Fraksi Golkar DPRD Sumba Timur, camat, dan kepala desa bersama-sama mendata wilayah yang belum memperoleh akses listrik. Menurut dia, data tersebut penting sebagai dasar pengusulan program kepada pemerintah pusat, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Umbu Rudi menyebut pemerintah pusat masih menjalankan program listrik desa hingga 2029 untuk memperluas akses listrik ke ribuan desa, termasuk wilayah Indonesia Timur. Untuk kawasan yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional, energi surya, menurut dia, dapat menjadi salah satu alternatif.
โData itu akan diusulkan melalui Pemerintah Kabupaten Sumba Timur kepada Menteri ESDM RI yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia. Saya siap mengawal usulan tersebut dengan memberikan rekomendasi dukungan politik sebagai anggota DPR RI,โ ujarnya.
Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Di tengah pembahasan mengenai kebutuhan dasar masyarakat, konsolidasi tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Golkar menghadapi Pemilu 2029.
Umbu Rudi mengatakan soliditas struktur organisasi hingga tingkat desa menjadi modal penting untuk meningkatkan perolehan kursi partai di legislatif.
Ia menyebut Ketua DPD II Partai Golkar Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, telah menetapkan target perolehan 10 kursi DPRD Kabupaten Sumba Timur pada Pemilu 2029.
โTarget Pak Ketua DPD II Partai Golkar Sumba Timur Bapak Umbu Lili Pekuwali adalah meraih 10 kursi di DPRD Kabupaten Sumba Timur pada Pemilu 2029. Kita mendukung apa yang ditargetkan untuk membesarkan Partai Golkar. Bahkan, kita berupaya agar bisa lebih dari 10 kursi,โ kata Umbu Rudi.
Ia mengatakan konsolidasi akan terus dilakukan bersama DPD II Partai Golkar Sumba Timur dan jajaran pengurus di berbagai wilayah.
Selain mengejar peningkatan kursi di DPRD Sumba Timur, Umbu Rudi juga menekankan pentingnya mempertahankan dua kursi DPR RI dari Dapil NTT 2 serta meningkatkan keterwakilan Golkar di DPRD Provinsi NTT.
โSaya tetap akan maju menjaga dan memperjuangkan aspirasi warga Sumba di Senayan. Karena itu, seluruh kader harus tetap solid, menjaga kekompakan, dan terus hadir bersama masyarakat,โ ujarnya.
Umbu Rudi menilai konfigurasi kepemimpinan di NTT saat ini semestinya dapat memperkuat koordinasi pembangunan. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dipimpin Umbu Lili Pekuwali, yang juga Ketua DPD II Partai Golkar Sumba Timur. Adapun Pemerintah Provinsi NTT dipimpin Gubernur Melki Laka Lena, yang merupakan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.
Menurut Umbu Rudi, kedekatan jalur politik tersebut harus diterjemahkan menjadi kerja sama pemerintahan yang konkret.
โKita memiliki jalur koordinasi yang kuat dari kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat. Sinergi ini harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat desa secara lebih efektif,โ katanya.
Dengan demikian, konsolidasi partai tidak hanya diarahkan untuk memperkuat basis elektoral. Struktur partai di tingkat desa juga didorong menjadi saluran untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan menghubungkannya dengan proses pengambilan kebijakan.
Ketua Dewan Penasehat DPD II Partai Golkar Sumba Timur, Pdt. Abraham Litinau, mengatakan kehadiran anggota DPR RI di wilayah tersebut memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan persoalan secara langsung.
โSegala aspirasi tentang kebutuhan dasar kita di wilayah selatan Sumba Timur, yaitu jalan dan listrik, akan diperjuangkan oleh Bapak anggota DPR RI, Bapak Dr. Umbu Rudi Kabunang,โ kata Abraham.
Menurut dia, forum tersebut penting karena aspirasi masyarakat tidak berhenti pada tingkat lokal, tetapi dapat langsung disampaikan kepada wakil mereka di DPR RI.
โIni merupakan kehormatan bagi masyarakat. Kehadiran Bapak Umbu Rudi memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi agar dapat diperjuangkan di DPR RI,โ ujarnya.
Konsolidasi Golkar di Kambera memperlihatkan dua agenda yang berjalan beriringan: menata kekuatan politik menghadapi Pemilu 2029 sekaligus memperkuat fungsi representasi masyarakat.
Tantangannya kini adalah memastikan aspirasi tentang listrik dan jalan tidak berhenti sebagai catatan dalam forum politik. Aspirasi tersebut harus diterjemahkan menjadi data, usulan program, dan koordinasi lintas pemerintahan agar dapat menghasilkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.*/laurens



Komentar