G-RDVF5GTVXM

Tag: Golkar NTT

  • Rumah “Onak” Pilkades di Nanga Pu’un

    Rumah “Onak” Pilkades di Nanga Pu’un

    BORONG-SELATANINDONESIA.COM-Sebuah rumah berukuran 48 meter persegi di Lison, Desa Nanga Puun, Elar Selatan, Manggarai Timur, sebenarnya biasa saja. Tak ada yang istimewa. Yang tampak tak hanya rumah. Bangunan semi permanen itu lengkap dengan dapur dan bangunan WC standar. Selain bangunan yang tampak masih baru, di sekitarnya tumbuh hijauan sayuran yang memanfaatkan limbahan air pipa yang melintas melalui tepi jalan depan rumah. Pemandangan tanaman hijau itu tentu saja menjadi unik pada puncak kemarau dengan terik menyengat, saat ini.

    Namun di balik keberadaan rumah milik Sebas Mbasu, itu tenyata menyimpan kisah debar. Apa pasal?

    Keluarga Sebas Mbasu awalnya mendiami sebuah rumah di atas tamah milik iparnya di Tado – kampung tetangga. Menyusul pilkades sekitar enam bulan lalu, keluarga Sebas Mbasu diusir dan rumahnya yang  di Tado itu dibongkar paksa. Pemicunya adalah beda pilihan politik pemilihan kades. Sebas Mbasu diketahui sebagai pendukung berat bahkan masuk tim sukses calon petahana, Marselus Raja, yang kemudian keluar sebagai pemenangnya. Sementara sang ipar (suami dari saudarinya Sebas Mbasu), mendukung kandidat lain.

    Menghadapi  risiko itu, Sebas Mbasu  tidak punya pilihan lain. Ia bersama keluarganya harus pergi, namun tidak tahu harus ke mana. Satu satunya jalan adalah mengabarkan kisah getirnya kepada kades terpilih, Marselus Raja.

    Mengetahui salah seorang pendukungnya menjadi korban gesekan pilkades, Sang Kades terpilih bersama  warga pendukungnya segera berinisiatif. Mereka bergotong royong  membangun rumah, yang kini dutempati keluarga Sebas Mbasu di Lison. “Rumah ini dikerjakan selama lima hari. Kami pun pastikan rumah dan tanahnya jadi milik keluarga Sebas Mbasu,” jelas Kades Nanga Pu’un, Marselus Raja.

    Fransiskus Sarong, Caleg DPRD NTT dari Golkar dapil Manggarai Raya, Kamis (26/10/2023) berkesempatan mengunjungi rumah berembel “onak” pilkades itu. Di rumah itu, selain jumpa pemiliknya, Sebas Bau, juga bersama kades terpilih, Marselus Jawa dan warga lainnya.

    “Sebagai anak muda, saya mendukung Pak Marselus bukan karena berharap agar jadi aparat desa. Itu tidak mungkin karena saya hanya tamat SD. Dukungan saya karena Pak Kades ini selama dua petiode sebelumnya sudah terbukti memajukan Nanga Pu’un yang tadinya sebagai desa tertinggal”, tutur Sebas Mbasu.

    Saat dikunjungi Kamis siang itu, Marselus Raja bersama sejumlah warga sebenarnya sedang bergotong royong mendukung pengaspalan ruas jalan desa antarkampung di Lison, Nanga Pu’un. Sesuai kebijakan yang disepakatan bersama, keringat warga ternyata tidak gratis. Kegotongroyongan mereka tetap dihargai Rp 75.000 per hari per orang.

    Frans Sarong berharap  perbedaan pilihan atau dukungan terhadap kandidat tertentu menjadi  penyemarak hajatan politik termasuk pilkades. “Jangan malah dipertajam hingga jadi pemicu yang meretakkan kebersamaan masyarakat,” begitu pesan Frans Sarong, yang juga Ketua Bapilu Golkar NTT.

    “Semoga kerja bakti ‘bernutrisi’ itu menjadi media merekatkan kembali kebersamaan warga yang sempat retak akibat beda dukungan dalam.pilkades,” tambah Frans Sarong.*/) Laurens Leba Tukan

  • Caleg Golkar Sumba Tengah Memenuhi Syarat, Penomoran Masih Berdasarkan Alfabetis

    Caleg Golkar Sumba Tengah Memenuhi Syarat, Penomoran Masih Berdasarkan Alfabetis

    WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumba Tengah menyatakan berkas calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Sumba Tengah dari Partai Golkar memenuhi syarat pencalonan. “Dengan ini kami menyatakan menerima berkas calon anggota legislatif yang diajukan Partai Golkar Kabupaten Sumba Tengah untuk diproses,” sebut Ketua KPU Kabupaten Sumba Tengah Lucia N. M. Piranyawa, ST ketika pendaftaran calon anggota legislatif oleh Partai Golkar Kabupaten Sumba Tengah, Sabtu (13/5/2023).

    Turut mendampingi Ketua KPU Sumba Tengah para anggota komisioner Fredy Umbu Bewa Guty, Edy Sagabulang, Arbyan Landuwulang dan Mariana Lilo Ludji. Juga hadir Ketua Bawaslu Sumba Tengah Rambu Tawunga dan Anggota Yermias Umbu Yagu, dan Martinus Rudolf Walangara serta Sekretaris KPU Sumba Tengah Paru Pajangu serta staf.

    Para caleg DPRD Kabupaten Sumba Tengah dari Partai Golkar dipimpin ketuanya Melky Umbu Hunggar mendaftar di KPU Kabupaten Sumba Tengah. Golkar Sumba Tengah mengajukan 20 caleg yang menyebar di tiga dapil di Sumba Tengah.  Mereka melakukan konfoi kendaraan roda empat dan roda dua dari Sekretariat DPD II Golkar Sumba Tengah di desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggai Barat melintasi jalan utama Sumba Tengah menuju kantor KPU Sumba Tengah di Anakalang.

    Rombongan Golkar Sumba Tengah diterima Ketua KPU Sumba Tengah dan seluruh anggota komisioner. Juga Ketua dan Anggota Bawaslu Sumba Tengah serta staf sekretariat. Usai melakukan pemeriksaan berkas para calon anggota legislatif partai Golkar Sumba Tengah yang dilakukan oleh KPU dan disaksikan Bawaslu Kabupaten Sumba Tengah, seluruh berkas caleg Golkar dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat.

    Selanjutnya, Ketua KPU Kabupaten Sumba Tengah Lucia N. M. Piranyawa, ST menyerahkan berita acara penerimaan berkas caleg Golkar Sumba Tengah yang dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat kepada Ketua DPD II Golkar Sumba Tengah, Melky Umbu Hunggar.

    Usai pendaftaran dan dinyatakan lengkap memenuhi syarat, Melky Umbu Hunggar kepada wartawan menjelsakan, Partai Golkar Sumba Tengah memberikan apresiasi kepada KPU Sumba Tengah dan Bawaslu yang telah membangun koordinasi yang baik sehingga proses pemberkasan caleg hingga pendaftaran dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat.

    Umbu Hunggar mengatakan, Partai Golkar Sumba Tengah telah siap berkompetisi dengan partai-partai lain di Pemilu Legislatif 2024 mendatang dengan tetap mengusung Pemilu yang damai. “Partai Golkar dalam perjalannya sudah banyak sekali berkontribusi untuk pembangunan bangsa Indonesia, NTT dan khususnya Sumba Tengah. Kami yakin, masyarakat Sumba Tengah akan memberikan dukungan penuh terhadap partai Golkar melalui caleg-caleg yang menyebar di tiga Dapil di Kabupaten Sumba Tengah,” katanya.

    Diberitakan sebelumnya, Partai Golkar di Provinsi Nusa Tenggara Timur mendaftar secara serentak para bakal calon anggota legislatifnya di KPU. Ketua DPD I Partai Golkar NTT Emanuel Melkiades Laka Lena memimpin langsung pendaftaran di KPU Provinsi NTT, Sabtu (13/5/2023). Para kader Partai Beringin tampak mengenakan seragam Golkar dengan warna dasar kuning memenuhi halaman Kantor KPU Provinsi NTT.

    Usai melakukan pendaftaran, Melki Laka Lena kepada wartawan menyebut, Partai Golkar se NTT menggunakan sistim pendaftaran sementara caleg menggunakan penomoran berdasar alfabetis. “Jadi di partai Golkar kami belum menentukan nomor urut. Ini menjadi kebijakan dari partai Golkar yang intinya adalah setelah melalui penilaian kinerja di bulan September nanti baru diputuskan untuk menentukan nomor urut setelah itu,” jelas Melki Laka Lena.

    Didampingi Sekretaris DPD I Golkar NTT Dr. Inche Sayuna dan Ketua Bappilu Frans Sarong, Melki Laka Lena menambahkan, ia dan seluruh jajaran Partai Golkar serta seluruh elemen masyarakat sama-sama menunggu keputusan dari MK yang lagi menyidangkan gugatan dari sebagian warga negara terkait dengan sistem pemilu permohonan tertutup. “Tetapi bagi partai Golkar kami tentu berharap agar sistem pemilunya tetap terbuka. Sehingga betul-betul masyarakat bisa menentukan pilihannya langsung kepada orang yang akan dia pilih. Tetapi apapun hasilnya dari MK kami partai Golkar tetap siap dengan segala keputusan dari Mahkamah Konstitusi,” sebutnya.

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini mengatakan, Partai Golkar NTT hari ini bersama 22 DPD II Golkar Kota dan Kabupaten se NTT secara serentak melakukan pendaftaran di KPU. “Kami dari DPD I Partai Golkar Provinsi NTT hari ini bersama dengan DPD tingkat II di seluruh NTT melaksanakan pendaftaran di KPUD secara serentak di seluruh NTT. Di tingkat provinsi kita daftarkan di KPUD Provinsi dan 22 tingkat II yang lain mendaftarkan di 22 KPU Kabupaten masing-masing,” sebut Melki Laka Lena.***Laurens Leba Tukan

  • Golkar NTT Seirama dengan Pengusul, Merajut Nilai Keutamaan Frans Seda Menuju Gelar Pahlawan Nasional

    Golkar NTT Seirama dengan Pengusul, Merajut Nilai Keutamaan Frans Seda Menuju Gelar Pahlawan Nasional

    JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM – Sejumlah tokoh pengusul di Jakarta sedang merampungkan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Fransciscus Xaverius Seda atau yang akrab dikenal Frans Seda (1926-2009). DPD I Golkar NTT berada dalam satu garis dan irama yang sama untuk ikut berjuang dan mendukung penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bagi Frans Seda.

    Golkar NTT menilai, Frans Seda memang layak mendapatkan anugerah itu karena telah menyumbangkan banyak kontribusi berharga untuk kemajuan bangsa. “Kami berharap agar usulan ini benar-benar bisa melalui berbagai tahapan dan berbagai persyaratan. Sehingga nantinya dalam waktu yang tidak lama lagi bisa mendapatkan gelar Pahlawan Nasional sesuai dengan rekam jejak dan kiprah serta sumbangannya bagi bangsa Indonesia,” sebut Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena kepada SelatanIndonesia.com, Minggu (22/1/2023).

    Dikatakan Melki Laka Lena, Frans Seda mengenyam pendidikan ekonomi di Belanda dan memulai karir sebagai Menteri Perkebunan dan Menteri Pertanian di era Soekarno. Ujian terberat yang berhasil dikerjakan dengan sukses adalah berhasil memulihkan ekonomi Indonesia saat peralihan rezim Orde Lama dari Bung Karno ke Orde Baru Pak Harto. “Pak Frans Seda berhasil menekan inflasi yang menggila dan memutar kembali roda ekonomi bangsa yang porak poranda akibat transisi politik,” sebut Melki Laka Lena.

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini mengatakan, Frans Seda sangat berjasa di bidang ekonomi, politik dan bidang-bidang lain yang terwariskan dalam sejarah yang sampai saat ini masih dipakai di tanah air dan NTT. “Bagi kami Partai Golkar NTT, Pak Frans Seda adalah tokoh yang kita kenal mempunyai reputasi dalam bidang ekonomi yang luar biasa. Kalau kita mengetahui cerita tentang Pak Frans Seda, beliau adalah tokoh yang dipercaya oleh Presiden Soekarno, kemudian pada era transisi kekuasaan di era Presiden Soeharto, Pak Frans Seda sangat berperan dan berkontribusi dalam membangun sektor ekonomi,” sebutnya.

    Dijelaskan Melki Laka Lena, di era Soekarno banyak sekali torehan prestasi di sektor ekonomi baik makro maupun mikro. Bahkan, bukan cuma di tanah air tetapi juga di tingkat global, beliau banyak berinteraksi dengan berbagai tokoh untuk mengembangkan ekonomi di dalam negeri. “Tentu di mata kami, Pak Frans Seda bukan sekedar tokoh ekonomi, tapi beliau adalah seorang tokoh politik lintas kelompok. Beliau direkatkan atau dilekatkan dengan partainya Bung Karno dulu PNI sampai kemudian terakhir di PDI Perjuangan, tapi Pak Frans Seda adalah seorang tokoh politik yang melintasi berbagai macam perbedaan dan mampu juga menjadi tokoh politik yang menjembatani berbagai perbedaan politik di tanah air dari mulai zaman Orde Lama,  Orde Baru bahkan sampai di era Reformasi. Juga di era Pak SBY,” ujarnya.

    Disebutkan Melki Laka Lena, kendati ia tidak punya banyak waktu untuk berinteraksi langsung dengan Frans Seda lantaran sudah sangat sepuh. Namun ketika muncul persoalan Tibo cs yang hendak dieksekusi mati ketika itu. Pak Frans Seda adalah sosok yang sangat intens berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk membatalkan eksekusi mati terhadap Tibo dan teman-teman dari Flores atas kejadian konflik di Poso.

    Karena, menurut Pak Frans Seda dan laporan dari berbagai sumber terpercaya diketahui bahwa Tibo cs ini hanya korban. “Berbagai langkah saya tahu bahwa Pak Frans Seda melakukannya komunikasi dengan para petinggi negeri waktu itu termasuk dengan berbagai jalur di level internasional.  Peran Pak Frans Seda waktu itu yang saya tahu termasuk juga yang harusnya menunda eksekusi mati Tibo cs walaupun akhirnya eksekusi. Tetapi, Pak Frans Seda selaku seseorang yang meyakini bahwa hukuman mati bagi seseorang apalagi yang menurutnya tidak masalah, itu beliau intens berjuang dengan berbagai cara untuk menunda atau membatalkan,” kata Melki Laka Lena.

    Melki Laka Lena menambahkan, ia lebih banyak mendengar kiprah Frans Seda dari para tokoh senior, termasuk juga dari anak-anaknya. “Saya cukup dekat dengan anak perempuannya Kaka Ery Seda yang seorang sosiolog hebat di UI dan di tanah air. Memang Frans Seda ini seorang legend yang tidak banyak orang bisa menyentuhnya secara langsung. Tapi cerita-cerita tentang ataupun berbagai macam warisannya juga sampai saat ini masih juga bisa kita dapatkan,” katanya.

    Dikisahkan Melki Laka Lena, meski tidak bersentuhan langsung dengan Frans Seda, namun disebutkan bahwa Frans Seda adalah sosok yang mudah untuk menolong orang. “Apabila ada orang-orang yang sudah kenal apalagi orang-orang  yang ditengarai sebagai orang susah atau orang dari memang latar belakang yang sulit, siapapun orang yang dia kenal itu biasanya Frans Seda dengan caranya akan membantu orang tersebut untuk kemudian bisa menemukan solusi. Apalagi terkait dengan soal-soal politik dan ekonomi,” katanya.

    Frans Seda juga adalah sosok yang ringan tangan dan tidak pelit dalam berbagi ilmu. “Memang saya tidak bersentuhan langsung tetapi melalui kisah dari para tokoh senior bahwa beliau orang yang suka membantu dan membagi ilmu di berbagai jaman denga napa adanya, tanpa ragu,” kata Melki Laka Lena.

    Frans Seda, tokoh nasional tiga zaman kelahiran Lekebai, Desa Bhera, Kecamatan Mego, Sikka, 4 Oktober 1926, pernah menduduki berbagai jabatan menteri selama pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru. Saat era reformasi, Frans Seda menjadi penasehat otonomi untuk tiga presiden diantaranya BJ Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Megawati Soekarnoputri.

    Seperti diingatkan kembali oleh panitia pengusung di Jakarta (Kompas, 21/1/2023), Frans Seda telah banyak berkontribusi bagi kemajuan bangsa Indonesia. Sebut diantaranya ketika menjabat Menteri Keuangan (1966 – 1968), Frans Seda berhasil mengatasi hiperinflasi yang mencapai 350 persen.

    Seperti pernah diakui Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Frans Seda adalah teknokrat generasi awal untuk fondasi perekonomian dan keuangan negara Indonesia. Terkait fondasi ini, ada dua jejak terobosan Frans  Seda yang selalu dikenang. Pertama, mengubah Ditjen Iuran Negara menjadi Ditjen Pajak. Kedua, membentuk Ditjen Bea dan Cukai. Kedua Ditjen itu merupakan cikal bakal pengelolaan penerimaan negara yang terus menopang pembangunan Indonesia.

    Selain itu, Frans Seda – ketika menjadi Menteri Pehubungan (1968 – 1973) – dikenang sebagai penggagas transportasi laut dan udara rintisan dengan tujuan khusus membuka isolasi wilayah Indonesia bagian timur.

    Di NTT kini, nama Frans Seda telah diabadikan menjadi nama jalan di Kota Kupang dan nama bandara di Maumere. Selain itu, juga diabadikan menjadi nama gedung di Kemenkeu di Jakarta.

    Masih banyak jasa kontribusi Frans Seda bagi bangsa Indonesia, yang layak dikenang dan diapresiasi***Laurens Leba Tukan

  • Melki Laka Lena Perjuangkan Program Padat Karya utuk Warga NTT

    Melki Laka Lena Perjuangkan Program Padat Karya utuk Warga NTT

    JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM –  Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena memperjuangkan dana sebesar Rp 1,2 Miliar untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Rinciannya, dana sebesar Rp 1 Miliar diperjuangkan lewat Program Pembinaan Ketenagakerjaan Bantuan Padat Karya Infrastruktur dari Kementerian Ketenagakerjaan RI dan dana Rp 200 Juta lewat program Intervensi Kualitas Kesehatan Lingkungan melalui Padat Karya Tunai Desa dari Kementerian Kesehatan RI.

    Ketua DPD I Golkar NTT ini menjelaskan, Program Padat Karya Infrastruktur merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan untuk memberikan pekerjaan sementara kepada masyarakat penganggur dan setengah penganggur pada saat tertentu dengan membangun atau memperbaiki Infrastruktur Pedesaan dan Perkotaan.

    “Program Padat Karya adalah program Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) yang diselenggarakan di daerah-daerah. Sasaran program ini adalah pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi warga miskin dan marjinal, bersifat produktif yang mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk menambah pendapatan, mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan rakyat,” sebut Melki Laka Lena dari Jakarta, Sabtu (31/12/2018).

    Dengan program padat karya ini kata Melki, warga diberikan perangsang kerja (UPK). Sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup, menempati, mendapat modal sekaligus termotivasi memelihara wilayahnya. Dengan program ini diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat setempat dari segi perekonomian.

    Bentuk bantuan Padat Karya Infrastruktur kata Melki, diberikan untuk Pembuatan jalan baru atau rintisan jalan, Pembuatan/Rehabilitasi saluran atau irigasi tersier, Pembuatan/Rehabilitasi jalan desa atau lingkungan, Pembuatan embung, Pembuatan tanggul penahan tanah, Pemadatan atau pengerasan jalan, Pembuatan terasering, Pembuatan los pasar tradisional, Pembuatan jalan makadam atau rabat beton, Sanitasi lingkungan dan Pembangunan jalan paving blok.

    “Ada 10 Lembaga Non Pemerintah yang beranggotakan 40 orang di 10 desa/kelurahan di NTT yang kami usulkan mendapatkan program padat karya ini dengan nominal bantuan untuk masing – masing lembaga/kelompok 100 juta,” jelasnya.

    Disebutkan, 10 Desa/Kelurahan yang menerima program padat karya infrastrukutur ini adalah Kelurahan Nonbes, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Kelurahan Soe, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kelurahan Noinbila, Kecamatan Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Desa Oelneke, Kecamatan Musi, Kabupaten Timor Tengah Utara, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Desa Biris, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka.

    Desa Pambotandjara, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Desa Umbu Kawolu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, Kelurahan Dira Tana, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat dan Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya.

    Melki menambahkan, selain program padat karya infrasturuktur dari Kemnaker, ada 2 desa yang diusulkan mendapatkan bantuan program Intervensi Kualitas Kesehatan Lingkungan melalui Program Padat KaryaTunai Desa dari Kementerian Kesehatan RI yaitu Desa Nobi – Nobi, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Desa Kairane, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.

    “Dua desa yang kami usulkan ini masing – masing mendapatkan bantuan dana 100 juta untuk pembangunan sarana sanitasi yang berkualitas seperti jamban yang memenuhi syarat serta sarana cuci tangan pakai sabun dan sarana penyediaan air minum, sarana tempat penampungan sampah dan rehabilitasi dapur. Dan ini khusus diperuntukan bagi masyarakat tidak mampu di desa/kelurahan setempat,” ujar Melki Laka Lena. */)Igo

    Editor: Laurens Leba Tukan

  • Gandeng BKKBN, Melki Laka Lena Gempur Stunting di Oeba, Dana Rp 3 T Diperjuangkan untuk Antropometri

    Gandeng BKKBN, Melki Laka Lena Gempur Stunting di Oeba, Dana Rp 3 T Diperjuangkan untuk Antropometri

    KOTAKUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Upaya menekan laju pertumbuhan kasus stunting kian gencar dilakukan berbagai elemen masyarakat. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena menggandengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar kampanye stunting di Kelurahan Oeba, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Sabtu (26/11/2022).

    Melki Laka Lena menyebut, saat ini anggaran pusat lebih banyak disalurkan langsung ke daerah untuk penanganan stunting. “Anggaran pusat sekarang itu banyak sekali yang kita arahkan menjadi anggaran di tingkat dua. Saya kira nanti kita akan mendapat banyak tambahan di tingkat – tingkat  dua dan tingkat provinsi karena kami sudah potong anggaran di pusat untuk di desentralisasikan ke daerah,” jelas Melki.

    Disebutkan Melki Laka Lena, jika dulu dilakukan lewat PMT, sekarang digeser. “Anggaran yang kita perjuangkan di usat, langsung dikasih ke daerah tingkat dua. Nanti di tingkat dua ini langsung dibagi ke tingkat posyandu. Nanti di posyandu akan dibikin seperti dapur sehat,” sebut Melki Laka Lena.

    Ketua DPD I Golkar NTT ini menambahkan, saat ini pemerintah telah menganggarkan dana sekitar Rp 3 Triliun untuk pengadaan Antropometri untuk disalurkan di semua puskesmas dan posyandu di seluruh Indonesia. “Kami sudah alokasikan anggaran kurang lebih 3 triliun untuk beli alat Antropometri ini nantinya dibagi disetiap Puskemas atau posyandu secara gratis,” ungkapnya.

    Melki Laka Lena mengatakan, bahwa salah cara mengendalikan stunting dengan mengendalikan angka kelahiran penduduk. “Salah satu cara kita menangani stunting adalah bagaimana kita kendalikan kelahiran penduduk. Apabila KB (Keluarga Berencana) berhasil, itu dipastikan stunting juga akan lebih terkendali. Tapi yang pasti kalau anak – anak terlalu banyak akan urusnya lebih susah. Jadi dua anak cukup. Kalau ketong kendalikan kehamilan mudah – mudahan bisa kendalikan stunting,” sebut Melki Laka Lena.

    Koordinator Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN NTT, Ermianus Servianus I. Malelak menjelaskan saat ini Presiden Jokowi sudah memberi target untuk penurunan angka prevalensi stunting sebesar 14 persen pada tahun 2024.

    Selain itu menurut pria akrab yang disapa Esi Malelak ini, Gubernur NTT juga memberi target agar di pada tahun 2024 angka stunting di NTT turun menjadi 10 persen dari angka sekitar 37,8 persen berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021.

    “Pa Gubernur selalu mengarahkan kita untuk kita memakai data elektronik – Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM). Itu yang kita proses yang timbangnnya dua kali. Februari dan Agustus. Itu yang menjadi tolak ukur bagi kita. Pada saat penimbangan yang terakhir pada bulan agusutus, kita bersyukur, kita semua sudah bekerja keras, kita sudah mengalami penurunan sudah bisa mencapai 17-18 persen,” jelas Esi Malelak.

    Ia juga menjelaskan saat ini pemerintah melalui BKKBN telah meluncurkan program Mahasiswa Peduli Stunting atau disebut Mahasiswa Penting. Program Mahasiswa Penting menurutnya adalah bentuk pendampingan kepada kelompok sasaran berisiko stunting melalui mekanisme KKN-T (Kerja Kuliah Nyata Tematik) stunting, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan bentuk pengabdian masyarakat lainnya.

    “Saat ini sudah ada kerjasama dengan univeristas nusa cendana dan akan berkembang dengan universitas – universitas lain di NTT. Sekarang baru jalan ini KKN Tematik dengan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar. Jadi BKKBN masuk disitu. Jadi teman – teman mahasiwa yang mau turun KKN, BKKBN masuk dengan program – program yang menyentuh masyarakat,” jelasnya.

    Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Kupang, Drg. Fransisca JH Ikasasi, atau akrab disapa drg. Sisca dalam kesempatan ini menjelaskan saat ini angka stunting sudah turun menjadi 21,5 persen dari sebelumnya sekitar 26 persen.

    “Kota Kupang dari periode timbang bulan agusutus kemarin, kader, lurah, camat telah melakukan sweeping operasi timbang. Disitu didapatkan angka stunting yang sebelumnya 26 persen di Kota Kupang turun menjadi 25 persen di bulan Februari 2022, dan agustus 2022 kemarin bisa turun lagi 4 persen menjadi 21,5 persen,” jelasnya.

    Dikatakan drg. Sisca, Kota Kupang saat ini masih harus bekerja keras untuk mengejar target penurunan angka stunting menjadi 10 persen dari Gubernur NTT sebesar 10 persen dan target dari Penjabat Walikota Kupang sebesar 8 persen.

    “Kita belum bisa berbangga diri karena kita harus kejar target. Pa Gubernur minta kita untuk turun menjadi 10 persen. Pa Penjabat Walikota juga berpesan kepada kita untuk turun sampai 10 persen, kalau perlu 8 persen. Target NTT adalah 10 persen tapi Kota Kupang adalah 8 persen,” ungkapnya.*/)igo making

    Editor: Laurens Leba Tukan

  • Yesi Liyanto, Milenial Golkar NTT Terpukau Rekam Jejak dan Semangat Juang Akbar Tandjung

    Yesi Liyanto, Milenial Golkar NTT Terpukau Rekam Jejak dan Semangat Juang Akbar Tandjung

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Yesenia Irene Liyanto, B.Arts,.MIB,.MDI kader perempuan milenial Golkar NTT mengaku kagum dan terpesona dengan sosok legendaris Dr. Akbar Tandjung. Tokoh politik yang memegang peran kunci di era 90an ini sangat menginspirasi Yesi Liyanto, sapaan akran Yesenia Liyanto.

    “Rekam jejaknya bagi partai Golkar maupun Negara masih dikenang dalam sejarah hingga saat ini. Ini membuktikan betapa besar kontribusi ide, tenaga dan tidakan yang diberikan oleh Bang Akbar saat itu,” sebut Yesi Liyanto usai mengikuti Konsolidasi Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Dr. Akbar Tandjung Bersama jajaran DPD I Golkar NTT dan DPD II Golkar Kota dan Kabupaten se NTT di Sahid TMore Hotel Kupang, Sabtu (29/10/2022).

    Yesi Liyanto mengatakan, sebagai kader milenial dan perempuan Golkar NTT merasa sangat bangga ketika berkesempatan melihat dan mendengar langsung paparan materi Bang Akbar Tandjung. “Tidak pernah menyangka bahwa akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan mendengarkan materi dari sang lengenda ini. Sosok kebapakan yang mengayomi kita semua. Ini membuktikan  kalau Partai Golkar ini bukan hanya sebuah organisasi politik, tetapi juga sebuah keluarga besar yang dapat menjaga, menasehati dan membimbing kita dalam berkarya demi Nusa dan Bangsa,” ujar Yesi, jebolan Macquarie University, Sidney Australia ini.

    Bagi putri Senator NTT Ir. Abraham Paul Liyanto ini, nama Akbar Tandjung sudah pernah dan sering didengarnya sejak kecil. “Ini sudah ketiga kalinya saya bertatap muka langsung dengan beliau. Saya sangat berharap untuk mendapatkan kesempatan-kesempatan berikutnya lagi untuk berdiskusi dengan beliau,” katanya.

    Yesi Liyanto mengaku, banyak pelajaran berharga yang dipetik dari perjalanan Panjang dan jiwa juang Akbar Tandjung. “Semangat yang selalu membara dan dedikasinya yang tinggi terhadap partai Golkar dan Indonesia sangat menginspirasi kita, kaum muda dalam berpolitik,” ujar lulusan Hult International Business School, San Fransisco, USA.

    Yesi Liyanto kini menjadi salah satu Wakil Ketua PD AMPG Provinsi NTT dan juga salah satu bakal calon anggota legislative (Bacaleg) DPR RI dari Partai Golkar untuk Daerah Pemilihan NTT II yang meliputi daratan Timor, Sumba, Sabu Raijua dan Rote Ndao.

    Yesi Liyanto pernah bekerja di Indotrading.com sebagai HRD, dan Marketing & Partnership. Juga di Lazada Indonesia sebagai Campaign Strategist & Analyst – Fashion. Kini ia menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Citra Bina Insan Mandiri dan Direktur PT. Citra Mandiri Properti.***Laurens Leba Tukan