G-RDVF5GTVXM

Tag: Golkar NTT

  • Melki Laka Lena dan Refafi Gah Menyatu Dukung Jerry Manafe – Yan Akulas di Pilkada Kabupaten Kupang

    Melki Laka Lena dan Refafi Gah Menyatu Dukung Jerry Manafe – Yan Akulas di Pilkada Kabupaten Kupang

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Dua politisi besar di NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Refafi Gah menyatu untuk kemenangan pasangan Jerry-Akulas.

    Pasangan Jerry Manafe-Melianus Akulas memastikan langkah politik untuk maju bertarung dalam Pilkada Kabupaten Kupang 27 Nofember 2024 mendatang. Pasangan dengan sandi politik JELAS, resmi dideklarasikan kepada publik pada Jumat (26/7/2024). Paket JELAS diusung oleh Golkar dan Hanura.

    Ketua DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena hadir secara virtual, dalam momentum deklarasi tersebut. Sedangkan Ketua DPD Hanura NTT, Refafi Gah hadir langsung di Aula Alfa-Omega, Tarus, Kabupaten Kupang.

    Dalam orasi politiknya, Ketua DPD I Partai Golkar Emanuel Melkiades Laka Lena yakin, bahwa Jerry Manafe dan Melianus Akulas adalah jawaban dari persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Kupang.

    Ia menyebut, Jerry Manafe adalah figur politisi yang rajin turun ke masyarakat. Sedangkan Akulas adalah pengusaha di Papua yang pulang untuk membangun kampung halamannya. “Kami melihat bahwa persoalan Kabupaten Kupang mereka berdua akan tangani dengan baik,” kata Melki Laka Lena.

    Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini menegaskan, pihaknya bersama seluruh kader Partai Golkar dan Hanura akan bekerja keras untuk memenangkan Paket JELAS.

    “Saya percaya di tangan Pak Jerry dan Pak Akulas, Kabupaten Kupang akan segera bertumbuh dengan luar biasa,” tandasnya.

    Ketua DPD Partai Hanura NTT Refafi Gah menyampaikan, seorang pemimpin harus berpikir tentang kesejahteraan masyarakat. “Saya harapakan marilah kita bergandengan tangan untuk menyambut reformasi atau perubahan yang akan dilakukan oleh Paket JELAS,” pungkas Refafi Gah.

    Selain dihadiri para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan ratusan massa, deklarasi paket JELAS juga dihadiri pimpinan dan pengurus partai Golkar dan Hanura di tingkat provinsi dan kabupaten. Dari Golkar, hadir Ketua Bappilu Golkar NTT, Frans Sarong dan Jesica Sodakain, Ketua DPD II Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas serta jajaran pengurus dan Anggota Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Kupang. Sementara dari Hanura, hadir Ketua DPD Hanura NTT Refafi Gah, Sekretaris Elias Koa, Ketua Bappilu Siprianus Woka Ritan, Ketua Srikandi Hanura Sellin Lana, dan Adrian Manafe, dan Ketua DPC Hanura Kabupaten Kupang Anton Natun serta sejumlah pengurus partai Hanura.

    Dalam orasi politiknya, Bacabup Jerry Manafe mengaku tidak menyangka akan berpasangan dengan Yan Akulas. “Saya berserah kepada Tuhan. Tuhan siapakah wakil saya? Tuhan siapakah partai koalisi saya? Puji Tuhan karena Dia kirimkan partai Hanura dan seorang wakil yakni Melianus Akulas,” ujar Jerman, sapaan akrab politisi Golkar ini.

    Menurut Jerman, tagline JELAS bukan sekadar akronim dari Jerry Manafe dan Yan Akulas. Lebih dari itu, kepanjangan JELAS yakni jujur, energik, langsung bertindak, amanah, dan santun.

    Sebagai orang yang pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Kupang selama dua periode dan satu periode sebagai wakil bupati, Jerman mengaku tahu persis persoalan masyarakat Kabupaten Kupang. Namun posisinya sebagai wakil bupati terkadang tidak diberikan peran untuk mengurus banyak hal.

    “Saya sudah gas habis tapi ada yang injak kopling. Jadi saya gas tapi tidak bergerak karena kopling di kaki orang. Jadi kalau Tuhan berkenan, dan bapa mama beri kesempatan maka kali ini saya akan gas. Tidak akan tanggung-tanggung,” tandasnya.

    Jerman juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi Kabupaten Kupang yang hingga saat ini tidak punya kota yang dijadikan sebagai pusat ibu kota. Padahal, dari “rahim” Kabupaten Kupang lahir tiga kota/kabupaten baru. Yakni, Kota Kupang, Kabupaten Rote Ndao dan Sabu Raijua.

    Menurut Jerman, selama ini orang beranggapan bahwa Oelamasi adalah ibu kota Kabupaten Kupang. Faktanya Oelamasi itu adalah civic center atau pusat perkantoran.

    “Kita tidak punya ibu kota kabupaten. Kita malu karena dari kabupaten ini kita lahir Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua dan sebentar lagi mungkin akan lahir DOB Amfoang. Jadi mari kita sama-sama berpikir tentang ini,” ujarnya.

    “Civic center kita tata kembali sehingga ada ikon dari Kabupaten Kupang yang bisa membuat orang terkesan,” sambungnya.

    Jika kelak Paket JELAS terpilih, Jerman mengaku tidak banyak berada di kantor. Sebaliknya, dia ingin ada di desa dan Jakarta. Di desa untuk mendengarkan masalah rakyat dan di Jakarta untuk mencari uang agar uang dari Jakarta bisa turun ke Kabupaten Kupang.

    “November 2023 lalu, 35 anggota Komisi V DPR RI berkunjung ke Kabupaten Kupang. Saya terpukul karena mereka bilang Kabupaten Kupang tidak ada satu pun proposal yang masuk. Beda dengan Kota Kupang yang bisa dapat Rp 500 miliar sehingga bisa buat banyak hal. Komisi V dalam setahun kelola dana sekitar Rp365 triliun, tapi Kabupaten Kupang tidak dapat satu rupiah pun. Ini yang buat saya tergugah untuk ke Jakarta mencari dana buat masyarakat Kabupaten Kupang,” jelasnya.

    Selain mewujudkan ibu kota, Jerman juga menyentil beberapa hal yang menjadi perhatian Paket JELAS. Antara lain penataan dan pemanfaatan aset, pemekaran desa, peningkatan infrastruktur jalan, perbaikan kantor camat, penyediaan mes guru di desa, intervensi modal bagi petani, dan lain-lain.

    Sementara Yan Akulas tidak berbicara panjang saat MC Laurens Leba Tukan memberikan kesempatan baginya untuk menyampaikan orasi politik. “Kami siap bekerja. Doakan kami semoga dalam urusan ini, semuanya bisa berjalan dengan baik sampai selesai. Kita selesaikan dengan kemenangan,” ungkap Akulas. */AB/TA/LLT

  • Akulas Lapor Diri di Golkar NTT, Terima KTA Hanura

    Akulas Lapor Diri di Golkar NTT, Terima KTA Hanura

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Tokoh muda Amfoang Raya, Melianus Akulas bersama Jerry Manafe melapor diri di DPD I Golkar NTT. Setelah itu, calon wakil bupati Kupang itu dimetraikan menjadi kader dan anggota partai Hanura.

    Datang ke DPD I Golkar NTT, Melianus Akulas bersama dengan calon bupati Kupang, Jerry Manafe, Jumat (19/7/2024). Pasangan dengan sandi politik JELAS itu diterima Sekretaris DPD I Golkar NTT Libby Sinlaeloe dan Ketua Bapilu Golkar NTT Frans Sarong.

    Sekretaris DPD I Golkar NTT, Libby Sinlaeloe memberikan apresiasi kepada Jerry Manafe dan Melianus Akulas yang sudah berpasangan dalam pilkada Kabupaten Kupang. “Kami mengharapkan agar Pak Jerry Manafe dan Pak Akulas tetap kompak untuk menyambut kemenangan di pilkada Kabupaten Kupang,” sebut Libby Sinlaeloe.

    Dikatakan Libby Sinlaeloe, Kabupaten Kupang adalah salah satu basis kemenangan Golkar sehingga ia mengingatkan paket JELAS agar terus bersinergi dengan DPD II Golkar Kabupaten Kupang. “Lakukan konsolidasi di seluruh wilayah Kabupaten Kupang dengan tetap menjaga soliditas,” katanya.

    Ketua Bapilu Golkar NTT, Frans Sarong menyarankan kepada paket JELAS agar segera mungkin mendeklarasikan pasangan ini. “Pak Jerry Manafe dan Pak Akulas agar segera mendeklarasikan kepada publik bahwa pasangan ini telah resmi dan siap bertarung di Pilkada Kabupaten Kupang. Deklarasi ini penting untuk menjawab keraguan public yang selama ini menanti kepastian pasangan Pak Jerry Manafe,” sebut Frans Sarong.

    Akulas Resmi Jadi Kader Hanura

    Melianus Akulas resmi menjadi kader Partai Hanura. Hal ini ditandai dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan penyematan jaket Partai Hanura oleh Ketua DPD Hanura NTT, Refafi Gah kepada Akulas, Jumat (19/7/2024).

    Di saat bersamaan, Partai Hanura juga langsung menugaskan Akulas sebagai Calon Wakil Bupati Kupang berpasangan dengan Jerry Manafe, Calon Bupati Kupang yang diusung Partai Golkar. Dengan demikian jagoan Golkar-Hanura ini dipastikan ikut berkompetisi di Pilkada Kabupaten Kupang karena sudah memenuhi syarat pencalonan.

    Kepada wartawan, Refafi Gah mengatakan, Yan Akulas sudah resmi jadi bagian dari keluarga besar Partai Hanura, sehingga untuk Pilkada Kabupaten Kupang ada perpaduan antara Hanura dengan Golkar.

    “Sebelumnya kami jagokan Ketua DPC (Anton Natun, red) untuk maju di Pilkada Kabupaten Kupang. Kita bersyukur ketika pak Anton belum siap, ada ruang terbuka bagi pak Akulas. Jadi ini semua tentu ada campur tangan Tuhan,” ujarnya.

    Oleh karena paket dan koalisi partai sudah jelas, Refafi langsung menginstruksikan DPC bersama struktur partai di bawahnya untuk bekerja maksimal memenangkan jagoan Hanura-Golkar di Pilkada Kabupaten Kupang. Sebab Kabupaten Kupang dan Kota Kupang adalah barometer Pilkada di NTT.

    “Kita bekerja sama untuk mencapai tujuan, bukan untuk menghancurkan tujuan. Tujuannya satu yakni bagaimana memenangkan paket ini. Jadi tidak boleh ada yang tidak ikhlas,” tegas Refafi.

    Calon Bupati Kupang, Jerry Manafe mengucapkan terima kasih kepada Partai Hanura yang membuka pintu untuk Yan Akulas. Sebab tanpa Hanura, Golkar tidak bisa jalan sendiri dan mereka tidak bisa berkompetisi di Pilkada Kabupaten Kupang.

    “Selama ini banyak lawan politik beranggapan bahwa saya tidak akan dapat pintu. Jadi paket kami ini memang di luar dugaan banyak orang,” sebut politisi senior Golkar ini.

    Mantan Wakil Bupati Kupang menyebut, tanpa Hanura, paket ini tidak bisa maju. Biar pak Yan punya suara signifikan di Pilkada kali lalu, itu tidak akan berarti. “Tapi sekarang jadi berarti karena pak Yan ada di dalam Hanura,” ujar Jerry Manafe.

    Secara geopolitik, Jerman mengaku dia tidak salah memilih Yan Akulas sebagai pasangannya. Sebab pada Pilkada sebelumnya, Akulas yang maju melalui jalur independen bersama Joao Antonio de Jesus Costa berhasil meraih suara yang signifikan. Akulas bahkan menang telak di seluruh Amfoang.

     

    “Kami berkomitmen untuk pakai hati nurani ketika melayani masyarakat. Sesuai nama paket kami yakni paket JELAS, kami akan bekerja dengan sejelas-jelasnya, transparan, dan juga harus berkualitas,” ungkapnya.*/)Tomy/Laurens Leba Tukan

  • Survei Terbaru Indekstat, Melki Laka Lena Cagub NTT Tak Terkejar

    Survei Terbaru Indekstat, Melki Laka Lena Cagub NTT Tak Terkejar

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Elektabilitas Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang juga Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena jelang Pilgub NTT kian melejit. Tingkat keterpilihan politsi muda yang dikenal lentur dan menembus sekat itu mengungguli kandidat lain. Hasil potretan Indekstat menempatkan Melki Laka Lena di posisi teratas yaitu 49,1 persen.

    Survei Indekestat itu dilakukan sejak tanggal 1 hingga 10 Juli 2024.  Melki Laka Lena unggul jauh dari jagoan PDIP, Yohanis Fransiskus Lema yang berada di posisi kedua dengan elektabilitas 20,9 persen.

    Setelah Ansy Lema, ada sosok Simon Petrus Kamlasi (SPK) dengan raihan 8,8 persen. Dari survey tersebut, masih ada 21,3 persen masyarakat yang belum menentukan pilihan mereka.

     Jane Natalia Unggul di Bursa Cawagub

     Sedangkan untuk calon wakil gubernur NTT, lembaga survei Indekstat menempatkan kader PSI, Jane Natalia Suryanto di posisi pertama dengan raihan 18,1 persen.

    Sedangkan di posisi kedua ada Adiranus Garu 13,3 persen, Anita Mahenu 9,6 persen, Gabriel Beri Bina dan Sebastian Salang 7,6 persen, Refafi Gah 4,9 persen, dan Titus Emanuel Adopehan Hery Dosinaen 3,8 persen.

    Dari hasil survei tersebut masih ada sekitar 35,1 persen masyarakat yang belum menentukan pilihan mereka untuk calon wakil gubernur NTT.*/EKrova/Laurens Leba Tukan

  • Guratan ‘Tinta Emas’ Melki Laka Lena untuk NTT

    Guratan ‘Tinta Emas’ Melki Laka Lena untuk NTT

    Oleh Eman Krova

    Lima tahun mengabdi di Senayan, sosok Melki Laka Lena muncul bagai pelukis yang menorehkan kuasnya pada kanvas dengan guratan tinta emas.

    Melki menggoreskan banyak karya. Dia memperjuangkan kesejahteraan dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.

    Ditengah hiruk pikuk politik, Melki hadir sebagai oase, dan membawa harapan bagi Nusa Tenggara Timur yang seakan terpinggirkan.

    Ada banyak hal yang diperjuangkan Melki Laka Lena saat menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

    Putra Flores Ende ini pernah menjadi Ketua Panja RUU Kesehatan, yang pada akhirnya disahkan jadi Undang – undang.

    Dalam sunyi senyap ruang parlemen, Melki menyisipkan sejuta harapan untuk kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

    Tidak hanya sekedar retorika, Ketua DPD I Golkar NTT ini mengiringi perjuangannya dengan tindakan atau aksi nyata untuk masyarakat.

    Kota Kupang yang selama menanti sentuhan di bidang kesehatan, kini tersenyum lebar dengan hadirnya Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ben Mboi.

    Rumah Sakit yang diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo ini menjadi simbol harapan dan bukti nyata pengabdian Melki untuk NTT.

    Presiden Jokowi saat itu mengapresiasi perjuangkan Melki Laka Lena yang sudah menghadirkan RSUP Ben Mboi di Kota Kupang, NTT.

    “Rumah sakit ini menghabiskan anggaran Rp420 miliar. Ini tentu atas persetujuan DPR RI. Terima kasih pak Melki,” ujar Presiden Jokowi, dilansir akun Tiktok @Melkilakalenaofficial, Senin 15 Juli 2024.

    Tidak berhenti disitu, enam Rumah Sakit Pratama pun dibangun di berbagai pelosok NTT, seperti di Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Manggarai, Malaka, Kabupaten Kupang dan Ngada.

    Melki bagaikan seorang arsitek ulung, dia menata setiap sudut NTT dengan penuh perhatian, untuk memastikan semua masyarakat wajib mendapat akses kesehatan yang layak.

    Puluhan Puskesmas Prototipe dan ratusan Pustu di Nusa Tenggara Timur juga turut direnovasi dengan fasilitas kesehatan yang lengkap.

    Melki memastikan setiap Puskesmas dan Pustu harus beroperasi dengan baik, sehingga menjadi tempat yang layak untuk pengobatan masyarakat.

    Melki juga menyalurkan puluhan ribu paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil dan balita. Ia menyadari, di balik generasi yang sehat, terdapat gizi yang tercukupi sejak dini.

    Di tengah badai pandemi, Melki datang membawa bantuan alat kesehatan, obat-obatan, alat pelindung diri (APD), dan rapid antigen ke RS, Puskesmas, klinik, lembaga keagamaan, pendidikan, serta TNI Polri.

    Melki menjadi perisai, melindungi para pejuang tenaga kesehatan (nakes) yang berada di garda terdepan saat pandemi Covid-19.

    Tak hanya itu, Melki juga memfasilitasi vaksinasi gratis Covid-19 bagi 200.000 masyarakat NTT.

    Ia menjadi penyelamat di tengah gempuran pandemi, membawa perlindungan bagi ribuan nyawa yang terancam.

    Melki juga menyalurkan puluhan ribu paket sembako untuk masyarakat NTT yang terdampak covid-19.

    Di tengah kesulitan, ia hadir sebagai penolong, memberikan secercah harapan bagi mereka yang membutuhkan.

    Melki Laka Lena memahami bahwa kesehatan saja tidak cukup. Ia turut memperjuangkan pembangunan balai latihan kerja (BLK) skala nasional dan 26 unit BLK di seluruh NTT.

    Dengan ini, Melki membuka pintu kesempatan, memberikan keterampilan dan harapan baru bagi masyarakat NTT.

    Bantuan untuk 261 kelompok usaha (TKM) dan 37 kelompok padat karya di seluruh NTT juga menjadi bukti nyata perhatian Melki terhadap ekonomi rakyat.

    Melki juga menginisiasi program bedah rumah untuk 168 rumah tidak layak huni serta pembangunan puluhan MCK sehat di NTT.

    Dia membawa martabat bagi masyarakat, memastikan setiap orang memiliki tempat tinggal yang layak dan fasilitas sanitasi yang memadai.

    Selain itu ada beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk ribuan siswa SD hingga SMA, kartu BPJS Ketenagakerjaan untuk puluhan ribu orang dengan iuran gratis selama 3 bulan, serta memfasilitasi 819 orang untuk mengikuti Program Kartu Prakerja.

    Melki memberikan pendidikan dan jaminan sosial, mempersiapkan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda NTT.

    Kegiatan kemitraan di 321 lokasi bersama mitra BKKBΝ dan ΒΡΟΜ juga menunjukkan komitmen Melki untuk bekerja sama dan memperkuat jaringan demi kemajuan NTT.

    Lima tahun mengabdi di Senayan, Melki terus berkarya, dan berdiri sebagai simbol perjuangan untuk mengukir masa depan, serta membawa perubahan dan harapan bagi NTT.*/Pemred HaluanNTT.com

  • Gerindra Sikka Mulai Kibarkan Panji Kemenangan Melki Laka Lena–Gabriel Beri Binna

    Gerindra Sikka Mulai Kibarkan Panji Kemenangan Melki Laka Lena–Gabriel Beri Binna

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Melki Laka Lena dan Gabriel Beri Bina dipandang sebagai pasangan paling ideal dan bisa mendulang simpati publik pada Pilgub NTT 27 November 2024 mendatang. Keduannya adalah “anak kandung” Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang sedang diperjuangkan. Mereka terus mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk diaspora NTT di seluruh dunia agar menyatu dalam spirit, “Ayo Bangun NTT”.

    Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sikka, Fransiskus Stephanus Say yang akrab disapa Stef Say mengaku tidak kaget ketika nama Gabriel Badi Kesuma Beri Binna masuk dalam deretan bakal calon Wakil Gubernur NTT mendampingi Emanuel Melkiades Laka Lena. Pasalnya, sosok Gabriel Beri Bina dipandangnya sebagai figur yang sungguh layak dan pantas untuk menempati posisi Wagub NTT.

    “Kami dari DPC Gerindra Kabupaten Sikka, dalam Rakerda telah memutuskan nama Pak Farry Francis dan Gabriel Beri Binna untuk maju sebagai calon pimpinan eksekutif NTT. Jadi kalua Pak Gabriel Beri Binna yang masuk bursa, tentu sesuai harapan kami di DPC Gerindra Sikka,” sebut Stef Say menjawab SelatanIndonesia.com, Selasa (9/7/2024).

    Disebutkan Stef Say, selama 15 tahun, Gabriel Beri Binna berada dalam pemerintahan sebagai Pimpinan dan anggota DPRD NTT sehingga memiliki kemampuan dan pengalaman manjerial yang memadai. Dia juga dinilai sangat memahami persoalan sosial, ekonomi dan budaya serta berbagai problematika kemasyarakatan di NTT dengan baik. “Sehingga untuk menjadi Wakil Gubernur NTT mendampingi Melki Laka Lena, itu sangat tepat. Ini kolaborasi dua figure yang benar-benar saling melengkapi,” katanya.

    Ia menaruh harapan besar kepada pimpinan Gerindra baik di Provinsi maupun di Pusat agar saatnya mendukung kader sendiri dalam Pilgub NTT. “Sehingga harapan besar masyarakat NTT terhadap program Bapak Presiden terpilih Prabowo Subiyanto dan Wapres Mas Gibran Rakabuming Raka bisa dikawal secara baik dan bisa dibumikan di NTT. Apa lagi Pa Melki Laka Lena dan Pak Gabriel Beri Bina adalah sama-sama dari KIM.. Jadi dari rekam jejak kedua tokoh ini harapan kami, harus bisa direstui oleh hirarki Partai Gerindra,” tegasnya.

    Dia juga menyatakan bertanggungjawab secara penuh untuk berjuang secara maksimal memenangkan pasangan Melki Laka Lena-Gabriel Beri Binna di Sikka. “Kami siap berjuang untuk kemenangan di Sikka. Kami sudah lakukan kerja-kerja awal persipan untuk mengibarkan panji kemenangan untuk Melki Laka Lena-Gabriel Beri Binna.

    Secara akademik, kualifikasi Wakil Gubernur yang pas untuk mendampingi Melki Laka Lena harus yang paham lapangan sekaligus juga paham pekerjaan kantoran. Dua-duanya harus dia miliki. “Karena Melki Laka Lena, dengan track record sebagai politisi pekerja, sekaligus seorang eksekutor handal, yang paham lapangan NTT dengan sangat baik dan akurat. Tapi juga sangat paham tentang relasi-relasi kekuasaan dan jalur-jalur ekonomi politik di Jakarta, akan sangat cocok dan terbantuh dengan figur politisi yang punya fleksibilitas pengetahuan, kemampuan adaptasi serta kecepatan bekerja,” sebut pengamat politik dari FISIP Unwira Kupang, Michael Rajamuda Bataona, menjawab SelatanIndonesia.com, Sabtu (6/7/2024).

    Artinya, menurut Rajamuda Bataona, Melki Laka Lena butuh sosok wakil Gubernur yang paham birokrasi tapi juga punya skill teknokratis. “Dia punya jangkauan berpikir luas tentang masalah-masalah pembangunan di NTT, tapi harus militan dan berani seperti Melki. Karena tantangan NTT ini banyak dan berat dengan wilayah yang luas. Sehingga dengan kompleksitas persoalan seperti itu, Melki butuh figur yang punya passion dan energi luar biasa seperti dia untuk menyelesaikan masalah-masalah itu,” katanya.

    Dengan kata lain, energi Melki yang sangat anak muda sebagai pemimpin transformatif dengan gaya luar biasa mengayomi semua kalangan itu, butuh topangan dari figur wakil Gubernur yang memiliki passion yang sama.

    “Minimal figur wakil ini punya fleksibilitas nalar, kemampuan beradaptasi, serta berjiwa transformatif seperti Melki. Nah, sosok yang pas dari tiga nama yang beredar itu menurut saya, bisa Beri Bina dari Gerindra, atau Jane Natalia dari PSI. Karena Melki itu kekuatannya ada di Golkar dan jejaring pasukan lapangan yang tersebar di seluruh NTT, sehingga butuh topangan figur dan mesin partai yang juga kuat,” jelas Rajamuda Bataona.

    Dijelaskan, Gerindra dan PSI tentu punya infrastruktur yang mumpuni di seluruh NTT. Bagi dia, Beri Bina dan Jane Natalia itu dua sosok yang punya keunikan. “Beri Bina itu ibarat mutiara dari Timur. Sedangkan Jane itu berlian dari Timor. Mereka punya kualifikasi unik untuk dipersandingkan dengan Melki,” katanya.***Laurens Leba Tukan

  • Beri Bina itu Mutiara dari Timur, Tapi Jane Natalia Berlian dari Timor

    Beri Bina itu Mutiara dari Timur, Tapi Jane Natalia Berlian dari Timor

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Ada tiga “anak kandung” Koalisi Indonesia Maju (KIM) sedang dipersiapkan untuk mendampingi Calon Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Ada Gabriel Abdi Kusuma Beri Bina dan Anita Mahenu dari Partai Gerindra dan Jane Natalia Suryanto dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

    Secara akademik, kualifikasi Wakil Gubernur yang pas untuk mendampingi Melki Laka Lena harus yang paham lapangan sekaligus juga paham pekerjaan kantoran. Dua-duanya harus dia miliki. “Karena Melki Laka Lena, dengan track record sebagai politisi pekerja, sekaligus seorang eksekutor handal, yang paham lapangan NTT dengan sangat baik dan akurat. Tapi juga sangat paham tentang relasi-relasi kekuasaan dan jalur-jalur ekonomi politik di Jakarta, akan sangat cocok dan terbantuh dengan figur politisi yang punya fleksibilitas pengetahuan, kemampuan adaptasi serta kecepatan bekerja,” sebut pengamat politik dari FISIP Unwira Kupang, Michael Rajamuda Bataona, menjawab SelatanIndonesia.com, Sabtu (6/7/2024).

    Artinya, menurut Rajamuda Bataona, Melki Laka Lena butuh sosok wakil Gubernur yang paham birokrasi tapi juga punya skill teknokratis. “Dia punya jangkauan berpikir luas tentang masalah-masalah pembangunan di NTT, tapi harus militan dan berani seperti Melki. Karena tantangan NTT ini banyak dan berat dengan wilayah yang luas. Sehingga dengan kompleksitas persoalan seperti itu, Melki butuh figur yang punya passion dan energi luar biasa seperti dia untuk menyelesaikan masalah-masalah itu,” katanya.

    Dengan kata lain, energi Melki yang sangat anak muda sebagai pemimpin transformatif dengan gaya luar biasa mengayomi semua kalangan itu, butuh topangan dari figur wakil Gubernur yang memiliki passion yang sama.

    “Minimal figur wakil ini punya fleksibilitas nalar, kemampuan beradaptasi, serta berjiwa transformatif seperti Melki. Nah, sosok yang pas dari tiga nama yang beredar itu menurut saya, bisa Beri Bina dari Gerindra, atau Jane Natalia dari PSI. Karena Melki itu kekuatannya ada di Golkar dan jejaring pasukan lapangan yang tersebar di seluruh NTT, sehingga butuh topangan figur dan mesin partai yang juga kuat,” jelas Rajamuda Bataona.

    Dijelaskan, Gerindra dan PSI tentu punya infrastruktur yang mumpuni di seluruh NTT. Bagi dia, Beri Bina dan Jane Natalia itu dua sosok yang punya keunikan. “Beri Bina itu ibarat mutiara dari Timur. Sedangkan Jane itu berlian dari Timor. Mereka punya kualifikasi unik untuk dipersandingkan dengan Melki,” katanya.

    Masalahnya menurut Rajamuda Bataona, siapa di antara mereka yang punya elektabilitas tertinggi. Supaya adil, Melki dan partai KIM bisa melihat hasil survei lalu membuat simulasi tentang kelebihan dan kekurangan dua figur ini baru diputuskan. “Melki secara normatif memang butuh sosok wakil yang selain paham birokrasi, dia juga harus teknokrat atau minimal politisi yang punya kecerdasan intelektual dan emosional dalam memahami masalah ekonomi, pembangungan dan isu-isu kemiskinan di NTT. Karena dialah yang akan banyak mengurus birokrasi dan menopang kerja Gubernur,” sebutnya.

    Dari tiga nama itu, menurut Rajamuda Bataona, tokoh dengan track record serta pengalaman kepemimpinan di partai politik, juga paham persoalan anggaran, masalah fiskal, ekonomi makro dan mikro di NTT, serta kompelsitas masalah birokrasi, juga masalah kemiskinan dan stunting, akan sangat pas untuk Melki. “Sehingga dari pengamatan saya, Gabriel Beri Bina dan Jane Natalia punya kualitas tersbut,” katanya.

    Dengan pengalamannya yang sangat panjang di DPRD NTT, Beri Bina tentu sangat layak untuk menjadi calon Wakil Gubernur mendampingi Melki. Apalagi dia adalah kader Gerindra yang sudah sangat teruji dan paham masalah NTT dengan sangat baik. “Tapi di sisi yang lain, jika melihat kesiapan diri, agresifitas sosialisasi serta branding diri, juga dukungan partainya, Jane Natalia juga punya kualitas menjadi Calon Wakil Gubernur mendampingi Melki,” ujarnya.

    Disebutkan, dua nama ini punya plus-minus. Artinya tinggal saja Melki dan KIM mempertimbangkannya. “Jika salah satu diputuskan maju dengan dukungan penuh partai pemenang Pemilu yaitu KIM dan tim Prabowo, saya kira mereka berpeluang sangat besar untuk menang. Sehingga yang akan diputuskan antara Beri Bina atau Jane Natalia, akan sangat tergantung hasil musyawarah koalisi KIM,” katanya.

    Ia meyakini, publik NTT akan dengan gembira menyambut sosok yang memang oleh partai Koalisi KIM, Melki dan Golkar ditetapkan secara musyawarah bahwa dia layak mendampingi Melki. “Sehingga ini soal komunikasi, diskursus, dan pertimbangan rasional dari segala sisi oleh partai-partai KIM bersama Melki dan Golkar. Di situ akan terjadi diskursus rasional yang paling fair untuk memutuskan figur mana yang paling pas. Karena dua-duanya punya kualitas. Tentu saja pertimbangannya tidak hanya  memperhitungkan variabel elektabilitas dan popularitas, tapi juga akseptabilitas serta kepentingan strategis politik dalam rangka komunikasi politik antara provinsi dan daerah-daerah kabupaten juga dengan Jakarta ke depan,” katanya.

    Sehingga, menurut Rajamuda Bataona, bukan hanya variabel keluasan yang dihitung, tapi juga kedalaman. Artinya, kualitas figur. “Singkatnya, selain elektabilitas, tapi juga kapabilitas dan integritas figur. Karena figur wakil Melki harus paham kepentingan geostrategis NTT ke depan. Juga bagaimana  isu-isu geopolitik, masalah kemiskinan, utang dan kesehatan di NTT lima tahun ke depan. Jadi tidak sekedar kepentingan kesuksesan memenangkan pertarungan, tapi bagaimana mengelola kekuasaan setelah menang. Karena pekerjaan berat itu bukan soal bagaimana menang saja, tapi juga setelah menang itu,” ujar dia.

    Dijelaskan, figur wakil yang dipilih harus punya pemahaman holistik juga memahami jiwa dan gaya kepemimpinan Melki. “Artinya, dia harus siap bekerja sangat keras siang dan malam mendukung Melki selama lima tahun, karena tantangan NTT ini memang berat. Mulai dari utang Pemprov, pelambatan ekonomi, masalah kemiskinan akut dan ekstrem, pendidikan, kesehatan, hingga stunting,” sebutnya.

    Dan sosok Melki adalah garansi untuk menyelesaikan masalah utang dan beban fiskal di NTT. “Dia punya seluruh sumber daya untuk berkomunikasi dengan semua elit politik di Jakarta untuk membantu NTT. Termasuk menyelesaikan masalah utang ini. Melki punya satu kelebihan komparatif yang saya kira harus diakui adalah, kemampuannya dalam berkomunikasi di level nasional dengan seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

    Bahkan, jiwanya yang sangat anak muda, humble dan rendah hati dalam berkomunikasi adalah modal sosial dan budaya yang sangat kuat pada Melki Laka Lena. Selain itu, sebagai ketua KIM dalam pemenangan Prabowo Gibran di NTT, tentu saja Melki punya jejaring dan kapasitas untuk berkomunikasi secara baik dengan kekuasaan Prabowo-Gibran selama lima tahun ke depan.***Laurens Leba Tukan