G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Hukrim
Beranda / Hukrim / Pimpin Apel Perdana Setelah Dilantik, Sekda Alor: Konsolidasi ASN hingga Sorotan Tawuran Remaja

Pimpin Apel Perdana Setelah Dilantik, Sekda Alor: Konsolidasi ASN hingga Sorotan Tawuran Remaja

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Alor, Melkisedek Bely saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Alor, Senin (11/5/2026) pagi. Foto: Robert Meok

KALABAHI,SELATANINDONESIA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, memulai tugas perdananya dengan memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman Kantor Bupati Alor, Senin (11/5/2026) pagi. Apel tersebut menjadi penanda awal konsolidasi birokrasi setelah dirinya resmi dilantik sebagai Sekda.

Di hadapan para staf ahli, asisten sekda, pimpinan perangkat daerah, hingga ratusan ASN, Sekda Melkisedek menegaskan bahwa apel rutin setiap Senin tidak boleh dipandang sebagai agenda seremonial semata. Lebih dari itu, apel harus menjadi ruang membangun disiplin, memperkuat soliditas, dan memastikan kesiapan kerja seluruh perangkat daerah dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

โ€œApel setiap hari Senin harus menjadi apel kekuatan bagi masing-masing perangkat daerah dalam memulai pelaksanaan tugas dan tanggung jawab selama satu minggu ke depan,โ€ ujar Sekda Melkisedek dalam arahannya.

Ia meminta agar budaya disiplin tersebut terus dijaga dan dilaksanakan secara konsisten di masing-masing instansi, kecuali untuk apel tertentu yang dipusatkan di tingkat kabupaten.

Tawuran Remaja

Berburu Dukungan Pusat, Kanis Tuaq Dorong Lembata Masuk Peta Pengembangan Strategis Nasional

Namun, pesan apel pagi itu tidak hanya berhenti pada soal kedisiplinan birokrasi. Melkisedek juga menyoroti situasi keamanan di Kota Kalabahi yang belakangan terganggu akibat insiden tawuran antarkelompok pemuda, yang bahkan menelan korban jiwa.

Menurutnya, pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan langkah penanganan berjalan terpadu, termasuk pendekatan kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa persoalan keamanan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat kepolisian.

โ€œKeamanan daerah ini adalah tanggung jawab kita bersama. Keterlibatan keluarga dan masyarakat sangat menentukan,โ€ katanya.

Ia juga menyoroti fakta bahwa sebagian pelaku tawuran masih berstatus pelajar dan berasal dari keluarga ASN, baik PNS maupun PPPK. Kondisi ini, menurutnya, menjadi alarm bagi seluruh aparatur untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak di lingkungan keluarga masing-masing.

โ€œKalau seluruh ASN bergerak bersama menjaga lingkungan masing-masing, maka daerah ini pasti akan aman dan kondusif,โ€ ujarnya.

Dari Waimangura untuk Indonesia: Percepatan Pembangunan Desa Menguat, Infrastruktur dan Potensi Lokal Jadi Fokus Kolaborasi

Di tengah upaya menjaga stabilitas sosial, Sekda Melkisedek juga mengajak seluruh ASN untuk kembali meneguhkan semangat kebersamaan pascaproses seleksi Sekretaris Daerah yang telah dilalui. Ia berharap tidak ada lagi sekat atau perbedaan yang tersisa.

โ€œKalau pun sebelumnya ada riak-riak kecil, saya berharap semuanya selesai sampai di sini. Kita semua adalah saudara dalam satu rumah besar Pemerintah Kabupaten Alor,โ€ katanya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa tugas utama Sekretaris Daerah adalah mengonsolidasikan birokrasi agar seluruh perangkat daerah bergerak dalam satu arah yang sama, selaras dengan visi dan misi kepala daerah.

Dalam kesempatan itu, Sekda Melkisedek juga menyinggung masih ditemukannya persoalan kedisiplinan ASN, mulai dari ketidakhadiran dalam apel hingga pegawai yang tidak aktif masuk kantor dalam waktu cukup lama. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak bisa lagi dibiarkan.

โ€œKeberhasilan birokrasi terletak pada disiplin dalam bekerja,โ€ tegasnya.

Di Persimpangan Ilmu dan Iman, Gubernur NTT Dukung IAKN Kupang Menuju Universitas Kristen Negeri

Ia turut mengingatkan para pimpinan perangkat daerah agar kembali mencermati Rencana Strategis (Renstra) masing-masing, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah. Setiap program, kata dia, harus benar-benar terukur dan sesuai kemampuan anggaran.

Meski demikian, ia menilai Kabupaten Alor memiliki potensi besar yang belum tergarap optimal, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata. Selama ini, kebutuhan sayur dan buah masih banyak dipasok dari luar daerah, padahal potensi lokal dinilai sangat memadai.

โ€œPotensi kita besar, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal,โ€ ujarnya.

Di penghujung arahannya, Sekda kembali menekankan pentingnya penyelesaian tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas pemerintahan. Ia mengingatkan agar tidak ada temuan berulang akibat lemahnya koordinasi dan administrasi.

โ€œJangan sampai ada temuan-temuan yang berulang akibat lemahnya koordinasi dan administrasi,โ€ katanya menutup arahan. */Marthen J. Manilau/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement