GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Kesehatan Nusantara
Beranda / Nusantara / PHM Meninggal Karena Probable, Keluarga Protes Bupati TTS yang Sebut itu Covid

PHM Meninggal Karena Probable, Keluarga Protes Bupati TTS yang Sebut itu Covid

Keluarga PHM sedang memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media di rumah duka, Soe, Kabupaten TTS, Rabu (30/12/2020). Foto: SelatanIndonesia.com/Paul Papa Resi

SOE,SELATANINDONESIA.COM – Keluarga PHM (62) yang meninggal dengan status Probable menyayangkan pernyataan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Piether Tahun dalam apel ASN, Senin (28/12/2020) yang menyebut PHM meninggal akibat Covid-19. Pernyataan Bupati Tahun tersebut, menurut keluarga PHM bertentangan dengan penjelasan direktur RSUD Soe, dr. Ria Tahun.

Dokter Ria dalam keterangannya sebagaimana dalam video yang diperoleh SelatanIndonesia.com, menyebutkan bahwa PHM meninggal dengan status Probable dan belum dinyatakan Covid-19 karena belum sempat dilakukan swab test.

“Tetangga kami di sini semua takut untuk datang ke rumah atau bertemu dengan kami. Mereka mengira istri saya meninggal akibat Covid-19 sehingga takut tertular dari kami. Padahal tidak ada hasil swab test yang menyatakan istri saya positif terpapar Corona. Saya dan keluarga sudah dapat penjelasan langsung dari direktur RSUD Soe,” sebut Kedy Bartholomeus, suami PHM dalam jumpa pers, Rabu (30/12/2020) di rumah duka.

Kedy dan keluarga sebenarnya sudah mencoba untuk bertemu dengan Bupati Tahun guna mempertanyakan dasar pernyataannya yang menyebutย  PHM meninggal akibat Covid-19. Namun hingga kini, ia dan keluargaย  belum berhasil bertemu dengan Bupati TTS.

“Saya bingung, kenapa kok sekarang kita mau ketemu Bupati susah sekali. Ajunda alasan ini itu sehingga kita tidak bisa ketemu. Kami dari keluarga hanya mau minta klarifikasi atas pernyataan beliau yang kami rasa sangat merugikan kami,” sebutnya.

Prostitusi Anak Marak di Kota Kupang, Politisi Golkar Jemari Yoseph Dogon Desak Razia Kos, Homestay dan THM

Berdasarkan hasil rapid test dan antigen swab test yang dilakukan atas inisiatif mereka sendiri di Puskesmas Kota Soe lanjut Kedy,ย  ia dan anak-anaknya dinyatakan non reaktif.

“Kalau istri saya positif Covid 19 seharusnya saya dan anak-anak ini pasti Covid-19 karena lendir istri saya, saya dan anak-anak yang lap. Namun setelah dirapid kami negatif. Saya sangat yakin istri sayaย  tidak terpapar virus Corona,” tegasnya.

Pihak keluarga juga menyesalkan pelayanan di RSUD Soe. Pasalnya, saat cairan infus PHM habis ketika dirawat di IGD,ย  Anak bungsu korban, Eduardus Johanes Sahagun sempat meminta kepada perawat yang bertugas di IGD untuk mengganti namun butuh waktu 1 jam lebih baru perawat menggantinya. Selain itu, ketika oksigen dalam tabung habis, petugas satpam yang mengantarkan tabung oksigen hanya menaruh tabung oksigen di depan pintu kamar dan meminta pihak keluarga yang memasang sendiri.

“Jujur saya kecewa dengan pelayanan di RSUD Soe. Saat cairan infus mama saya habis lama sekali baru di ganti. Bahkan tabung oksigen hanya diantar di depan pintu dan suruh kami pasang sendiri. Selain itu, saat kondisi mama sekarat tidak ada pihak medis yang menginformasikan kepada kami. Ketika sudah meninggal baru kami diinformasikan,” keluhnya.

Ia juga menyingung proses pemakaman sang ibu yang dinilai tidak manusiawi dan ditempatkan di tempat yang miring sehingga rawan longsor. Oleh sebab itu, pihak keluarga menginginkan agar jenazah korban dipindahkan dan dimakamkan secara baik.

Mereka yang Dilantik Gubernur Melki Jadi Kepala SMA/SMK/SLB se-NTT, Dua Tahun Kinerja Jadi Penentu

“Kami juga ingin berbicara dengan Bupati agar jenazah ibu saya bisa dipindahkan lokasinya dan dimakamkan dengan lebih baik. Kami keluarga sangat yakin mama tidak terpapar virus Corona,” pintanya.

Hingga saat ini rekam medis korban juga belum diberikan pihak keluarga dengan alasan masih dirangkum.

“Kita juga berharap rekam medis mama bisa diberikan secepatnya sehingga kita bisa mengetahui secara pasti mama meninggal kenapa,” harapnya.

Terpisah, Direktur RSUD Soe, dr. Ria Tahun mengaku, pihak keluarga PHM sudah menyampaikan secara langsung pengeluhan tersebut.ย  Ia berjanji akan melakukan klarifikasiย  kepada petugas medis yang bertugas saat itu.

Dijelaskannya, dokter mendampingi almarhum selama 4 jam di ruang isolasi Covid bertekanan negatif dan melakukan tindakan medis guna menolong almarhum. Saturasi waktu masuk 40-50%.

Di Balik Deru Combine Harvester, Ratu Wulla Memanen Asa Petani SBD

Pihak dokter juga menginformasi tentang keadaan almarhum kepada anak perempuan almarhum.

Terkait pemakaman korban yang dilakukan secara protokol Covid-19 walaupun belum dinyatakan positif Covid-19, Ria menjelaskan, hal tersebut sesuai pedomanย  Covid-19 revisi 5. Dimana pasien Probable yang meninggal tata cara pemakamannya sesuai protokol Covid-19.

“Pihak keluarga sudah bertemu dengan saya dan sudah saya jelaskan semua. Termaksud kenapa korban dimakamkan sesuai protokol Covid 19. Terkait komplain petugas medis di ruang IGD nanti akan saya klarifikasi ke petugas yang bertugas saat itu,” jelas dokter Ria.**Paul Papa Resi

Editor: Laurens Leba Tukan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement

Everyone is talking about AK8Win lately. It is wild how much noise this place is making in the gaming scene this year. I decided to check it out myself to see if the hype actually holds up or if it is just a bunch of marketing fluff. Most people just want to know if they can trust the site with their hard-earned cash before they hit the deposit button.

Let's talk money. The 2025 bonus package is pretty decent if you like extra cash. They give a 100% match up to $500. Not bad, right? But the wagering requirements are 35x. You have to put in the work to cash out those winnings. It isn't a walk in the park. Most players find that it takes about a week of steady play to clear those hurdles and get the money into their bank accounts.

The library is massive. Over 40 providers live on this site. You get big names like Pragmatic Play and Evolution Gaming. They hit the ground running back in October 2019. Since then, online casino they have grabbed a huge chunk of the market in Nepal and Malaysia. Many locals love it because they can use Nepalese Rupees. This saves a ton on conversion fees which usually eat about 3% of your bankroll on other sites.

Feature Detail Rating
Welcome Bonus 100% up to $500 4.5/5
Games 3,500+ Slots 4.8/5
Payout Speed 12-24 Hours 4.2/5
Mobile App Android and iOS 4.6/5

Why should you care about this specific platform? There are a few reasons why people are flocking to it right now:

  1. Fast withdrawals usually take less than a day which provides some peace of mind.
  2. Local currency support like NPR means no annoying exchange fees at the bank.
  3. The massive live dealer section has 20+ different studios running 24/7.

And the mobile app? It is surprisingly smooth. I tried it on my old iPhone 12 last Tuesday and it didn't lag once. Most sites feel clunky but this one is snappy. Is it perfect? Probably not. The Curacao license is okay, but it isn't the gold standard of the industry. You still need to be careful with your limits. Always gamble with money you can afford to lose because that is just common sense in this game.

Honestly, it feels like a solid choice for casual players. Just keep an eye on those terms and conditions because they can be a bit tricky. If you are looking for a new spot to spin some reels, this might be your best bet this month. They even added 50 free spins to the welcome pack last January. That is a sweet little cherry on top for slot fans. Go ahead and give it a whirl if you feel lucky today.