GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Pariwisata
Beranda / Pariwisata / Pasola Bondo Kawango, Ketangkasan dan Spirit Leluhur Menyatu di Kodi

Pasola Bondo Kawango, Ketangkasan dan Spirit Leluhur Menyatu di Kodi

Atrakasi Pasola Bondo Kawango di Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Selasa (10/2/2026). Foto: KominfoSBD

TAMBOLAKA,SELATANINDONESIA.COM โ€”Deru kuda memecah hamparan padang savana di Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Selasa (10/2/2026). Ribuan warga dan wisatawan memadati arena Pasola Bondo Kawango, menyaksikan salah satu ritus adat paling sakral di Pulau Sumba yang kembali digelar dengan khidmat dan penuh semangat.

Sejak pagi, masyarakat telah berkumpul di sekitar lapangan. Mereka datang dari berbagai penjuru Sumba Barat Daya, sebagian lain menempuh perjalanan jauh untuk melihat langsung perang adat berkuda yang sarat makna itu. Pasola bukan sekadar atraksi ketangkasan melempar lembing kayu, melainkan bagian dari siklus ritual yang merekatkan hubungan manusia, alam, dan leluhur.

Prosesi diawali dengan masuknya Rato Nyaleโ€”pemuka adatโ€”ke arena. Kehadirannya menjadi penanda dimulainya Pasola. Dalam lingkaran peserta yang bersiaga di atas kuda, ia menyampaikan pesan adat: menjaga ketertiban, menjunjung sportivitas, serta menghormati nilai-nilai yang diwariskan turun-temurun. Di tengah sorak penonton, suasana tetap terjaga dalam bingkai sakral.

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla, bersama Wakil Bupati Dominikus Alphawan Rangga Kaka dan Ketua DPRD Rudolf Radu Holo, tampak hadir di tengah masyarakat. Kehadiran pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk menjaga Pasola sebagai identitas budaya sekaligus aset pariwisata.

Saat aba-aba diberikan, para peserta memacu kuda mereka. Lembing kayu melayang di udara, disambut sorak riuh penonton. Ketangkasan, keberanian, dan kontrol diri berpadu dalam setiap gerak. Meski terlihat keras, Pasola berlangsung dalam pengawasan ketat panitia adat dan aparat keamanan. Tidak ada insiden berarti; ritus berjalan aman hingga usai.

Di Balik 80,5 Persen: Bagi Melkiโ€“Johni, Kepuasan Publik Bukan Selebrasi, Melainkan Amanah

Bagi masyarakat Kodi, darah yang tertumpah dalam Pasola diyakini sebagai simbol kesuburan tanahโ€”sebuah pengharapan atas musim tanam yang baik dan panen melimpah. Di situlah Pasola menemukan maknanya yang terdalam: bukan tentang menang atau kalah, melainkan tentang keseimbangan dan penghormatan pada siklus kehidupan.

Menjelang sore, Rato Nyale kembali memasuki arena sambil membawa Bendera Merah. Ia mengelilingi lapangan sebagai tanda seluruh rangkaian telah selesai. Riuh perlahan mereda, menyisakan rasa lega dan bangga.

Pasola Bondo Kawango sekali lagi menegaskan bahwa di tengah arus modernisasi, tradisi tetap hidup dan menemukan ruangnya. Bagi Sumba Barat Daya, Pasola bukan hanya warisan budaya, melainkan juga wajah daerah yang terus diperkenalkan ke panggung nasional dan internasional.*/KominfoSBD/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement