Oleh: Frits Oscar Fanggidae
(Plt. Dirut Jamkrida NTT)
Tekanan fiskal yang cukup besar akibat kebijakan efisiensi anggaran Pemerintah Pusat dan melemahnya perekonomian akibat persoalan geopolitik, mengharuskan Pemerintah Provinsi NTT mengambil langka-langkah taktis, terukur dan berkelanjutan untuk memitigasi tekanan fiskal yang dihadapinya. Dalam kaitan ini, Gubernur NTT mengambil langkah taktis dari dua sisi: pertama melakukan efisiensi belanja, dengan fokus pada belanja-belanja prioritas; dan kedua mendongkrak sisi penerimaan, utamanya melalui peningkatan PAD. Target yang ditetapkan Gubernur NTT cukup fantastis, yaitu kenaikan PAD dua kali lipat menjadi sekitar Rp. 2,8 trilyun pada tahun 2026.
Semua Perangkat Daerah dan BUMD, didorong untuk fokus mencapai target PAD tersebut. Untuk itu, Gubernur NTT menyampaikan gagasan NTT Incorporated, yaitu suatu model kolaborasi bisnis lintas pelaku, yaitu Pemerintah Provinsi dan seluruh BUMD. Seluruh pelaku tersebut wajib mengembangkan program dan bisnis inti yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, dan berkolaborasi untuk menjamin keberlanjutan dan pengembangannya.
Terdapat dua kepentingan besar dibalik gagasan NTT Incorporated tersebut. Pertama, BUMD harus menjadi profit center dalam peningkatan PAD. Untuk itu setiap BUMD harus mengembangkan bisnis intinya secara profesional, sehingga dapat memberi kontribusi optimal terhadap PAD.
Kedua, program pemerintah harus fokus pada peningkatan pendapatan masyarakat. Program yang sudah didorong pelaksanaannya adalah melalui OVOP dengan NTT Mart sebagai outletnya. Program ini, harus ditempatkan dalam suatu ekosistem bisnis yang luas, sehingga terjadi akselerasi, terutama pada kapasitas atau volume bisnis dan jaringan pemasarannya. Jika akselerasi ini terjadi, maka UMKM sebagai basis produksi akan tumbuh dan berkembang, menciptakan multiplier effect pendapatan dan kesempatan kerja. Hal ini penting untuk meningkatkat tax ratio, yang berdampak pada peningkatan PAD.
Dengan positioning program Pemprov NTT seperti ini, maka BUMD yang ada (Bank NTT, Jamkrida NTT, KIB Bolok dan PT. Flobamor) harus bisa menjadi wadah/jejaring untuk menciptakan ekosistem ekonomi sebagaimana dimaksud, sehingga UMKM (termasuk pelaku ekonomi Rumah Tangga) dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Pada titik inilah NTT Incorporated menjadi sangat penting, sebagai jejaring yang membentuk ekosistem ekonomi bagi pengembangan NTT Mart, UMKM dan sebagainya. Persoalan selanjutnya adalah implementasi NTT Incorporated. Apa yang harus dilakukan setiap BUMD? Bagaimana bentuk riil kolaborasi tersebut? Tentu dengan berpatokan pada core business masing-masing, setiap BUMD wajib menciptakan keterkaitan bisnis yang saling menunjang (win-win).
Jamkrida NTT (Perseroda), dengan bisnis inti penjaminan kredit, kontra bank garansi dan penjaminan proyek (surety bond), akan fokus pada perluasan jaringan bisnis dan peningkatan volume penjaminan, melalui perbaikan tatakelola, optimalisasi penjaminan dari mitra penjaminan eksisting, terutama dengan Bank NTT sebagai mitra utama, penambahan mitra penjaminan baru, termasuk kerjasama bisnis dengan PT. KIB Bolok dan PT. Flobamor.
Kolaborasi dengan Bank NTT yang sudah terjalin selama ini akan terus dimantapkan dalam rangka peningkatan volume penjaminan. Sejumlah PKS sudah dibuat untuk berbagai skim kredit yang disalurkan Bank NTT. Peningkaktan volume penjaminan dari Bank NTT sangat penting bagi Jamkrida NTT untuk tetap mempertahankan, bahkan meningkatkan volume usahanya. Pada tahun 2026, ditargetkan jumlah terjamin akan mencapai 221.752 dan sekitar 70% diantaranya adalah pelaku UMKM. Dibalik peningkatan volume penjaminan tersebut, tugas utama Bank NTT sebagai penerima jaminan, Jamkrida NTT sebagai pemberi jaminan adalah menjaga agar terjamin (debitur) tetap sehat secara ekonomi, sehingga tidak menimbulkan kredit macet. Jika debitur sehat, maka kreditur/penerima jaminan (Bank NTT) dan Jamkrida NTT (pemberi jaminan) aman dan ekonomi, melalui terjamin/debitur (UMKM) dapat terus berkembang, dan pada gilirannya tax ratio akan naik, demikian juga dampak positifnya bagi peningkatan PAD.
Kolaborasi dengan PT. Flobamor dan KIB Bolok dapat dilakukan melalui skim penjaminan proyek atau investasi yang berbasis pembiayaan perbankan (Bank NTT) dan pekerjaan kontruksi dan penyediaan barang yang bersumber dari APBD dan APBN. Selain itu, untuk PT. Flobamor yangย mengembangkan multi usaha, khususnya usaha perdagangan atau sebagai pemasok barang bagi Pemerintah Provinsi dan NTT Mart misalnya, Jamkrida NTT dapat memback-up melalui skim penjaminan proyek (surety bond) dan penjaminan transaksi dagang. Detail kolaborasi antara Jamkrida NTT dengan PT. KIB Bolok dan PT. Flobamor masih dapat dikembangkan, sejalan dengan pilihan bisnis yang akan dikembangkan PT. KIB Bolok dan PT. Flobamor.
Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab/Kota akan terus dimantapkan melalui penjaminan proyek berbasis APBD dan APBN. Target kami adalah semua proyek berbasis APBD penjaminannya harus melalui Jamkrida NTT. Untuk itu komunikasi kami dengan Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi akan terus ditingkatkan, sehingga belanja proyek APBD harus menghasilkan PAD yang optimal melalui penjaminan proyek oleh Jamkrida NTT. Selain itu, dengan penjaminan proyek APBD pada tingkat Kab/Kota akan terus dioptimalkan volume penjaminannya melalui kerjasama dengan Gepensi NTT dan Gapensi Kab/Kota. Jamkrida NTT telah mengimplementasi aplikasi Surety Bond on-line, sehingga proses penerbitan sertifikat penjaminan dapat dilakukan secara cepat.
Kita akan terus berikhtiar mengimplementasi gagasan NTT Incorparated sebagai terobosan untuk kemajuan ekonomi NTT pada umumnya dan peningkatan PAD khususnya. Inilah tantangan bersama BUMD di NTT untuk menjawab mitos, bahwa BUMD selalu merugi. Seluruh proses bisnis yang diinisiasi dengan kolaborasi yang baik, dilaksanakan dengan tatakelola yang profesional, niscaya akan memberi hasil yang sepadan.(*)




Komentar