GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Eksbis Golkar Kesehatan Kota Kupang Nusantara Pemerintah Propinsi NTT Pendidikan Politik
Beranda / Politik / Motivasi Melki Laka Lena untuk Mahasiswa Poltekes, Kembangkan UMKM Obat Tradisional dan Masuk JKN

Motivasi Melki Laka Lena untuk Mahasiswa Poltekes, Kembangkan UMKM Obat Tradisional dan Masuk JKN

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang juga Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena ketika berbicara dalam kegiatan Edukasi Pembuatan dan Penggunaan Jamu yang Aman Bermutu dan Bermanfaat bersama Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI di Aula Jurusan Kebidanan dan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang, Sabtu (30/9/2023). Foto: Edy Naga

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI yang juga Ketua DPD I Golkar NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) yang bergerak di bidang ramuan tradisional, pangan atau minuman olahan.

Bahkan Melki Laka Lena menyebut, dalam Undang-Undang tentang Kesehatan yang baru disahkan, salah satu poinnya adalah pengembangkan obat dan juga pengobatan tradisional.

โ€œKe depan obat dan pengobatan tradisional akan kita masukkan ke dalam Jaminan Kesehatan Nasionalย  (JKN) resmi. Jadi orang kalau dulu minum jamu sulit tetapi sekarang jamu yang sudah diteliti dengan baik boleh dipakai untuk pengobatan modern,โ€ sebut Melki Laka Lena yang baru saja menjadi Ketua Panja RUU Kesehatan, ketika menggelar kegiatan Edukasi Pembuatan dan Penggunaan Jamu yang Aman Bermutu dan Bermanfaat bersama Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI di Aula Jurusan Kebidanan dan Gizi Poltekkes Kemenkesย  Kupang, Sabtu (30/9/2023).

Melki Laka Lena yang didampingi Ketua DPD II Golkar Kota Kupang yang kini Ketua Komisi III DPRD NTT, Jonas Salean mengatakan, sebagai Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ia mendapat kesempatan untuk mengembangkan 30 UMKM yang bergerak di bidang ramuan tradisional atau pangan atau minuman olahan.

โ€œSaya tawarkan di sini ya. Saya lagi dapat dukungan untuk bagaimana mengembangkan 30 UMKM yang bergerak di bidang ramuan tradisional atau pangan atau minuman olahan 30 UMKM dengan minimal 5 orang yang bekerja dalam satu usaha. Jadi kalau ada adik – adik di sini yang ingin serius kembangkan UMKM di bidang jamuย  silakan bikin 5 orang minimal langsung kembangkan dimana saja dan akan kamiย  bantu untukย  kembangkan termasukย  mengurus izin edar di Badan POM Kupang sehingga bisa dipasaran ke mana-mana,” sebut Melki Laka Lena.

Rote Ndao dan Jejak Negara di Ladang-Ladang Garam

Dikatakan Melki Laka Lena, obat tradisional atau obat herbal berada dalam lingkungan masyarakat. Sehingga semua harus mengetahui dengan baik tanaman – tanaman obat tradisional disekitar yang bisa dipakai untuk pengobatan dengan baik.

โ€œSemua orang, umumnyaย  tenagaย  kesehatan termasuk dokter banyak sekali kalau sakit itu belum tentu minum obat modern atau kimia. Tetapi merekaย  biasanya minuman dari obat tradisional. Jadi umumnya orang akan konsumsi ramuan ataupun obat tradisional sebelum kemudian konsumsi obat kimia. Jamu atau obat tradisional itu setiap daerah punya di NTT,โ€ sebutnya.

Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes RI yang diwakili oleh dr. Ninik Hariyati, mengatakan kegiatan sosialisasi ini menjadi penting ditengah upaya pemerintah mengedukasi dan meningkatkan penggunaan jamu yang aman bermutu dan bermanfaat agar berperan dalam meningkatkan kesehatan dan juga kebugaran masyarakat dan juga meningkatkan ekonomi masyarakat.

โ€œLangkah-langkah gerakan masyarakat hidup sehat untuk menentukan mendukung membudayakan masyarakat untuk minum jamu salah satunya adalah upaya preventif yang diluncurkannya gerakan nasional bugar dengan jamu. Ini merupakan komitmen kita semua dan juga Kementerian Kesehatan dalam mengangkat jamu menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Jamu juga sudah didaftarkan di UNESCO sebagai warisanย  sehingga kewajiban kita adalah melestarikan jamu tersebut. Jamu juga merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang telah digunakan secara turun-temurun dan dikembangkan dari generasi ke generasi danย  menjadi produkย  bernilai ekonomi tinggi memberikan manfaat dan juga menjadi kebanggaan bangsa Indonesia sebagai identitas bangsa,” jelas dokter Ninik.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kupangย  Dokter M. Ikhsan, menjelaskan pada saat pandemi Covid-19, banyak masyarakat sangat percaya bahwa dengan minum jamu bisa menolong sebagai alternatif terapi untuk orang yang sakit sehingga mereka banyak mengkonsumsi jamu pada saat pandemi agar meningkatkan daya tahan tubuh.

Sinergi Grab, SIAP SIAGA, dan BPBD Kota Kupang Percepat Respon Bencana di Menit Kritis

โ€œPada saat pandemi Covid-19 kemarin ada 79% masyarakat menggunakan jamu untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan bahan baku jamu yangย  paling banyak digunakan adalah jahe, kunyit, temulawak, kayu manis,โ€ jelas dokter Ikhsan,

Dijelaskan dokter Ikhsan, jamuย  adalah salah satu obatย  yang masuk dalam pengelompokan obat bahan alam yang bahannya diambil langsung dari alam, bukan kimia dan sintetis tetapi dari sumber daya alam yang digunakan secara turun-temurun dan sudah dibuktikan berkhasiat, aman, dan bermutu yang digunakan untuk pemeliharaan kesehatan.

โ€œJamu yang baik adalah Jamu yang aman. Artinya telah terbukti secara empiris telah digunakan secara turun-temurun oleh nenek moyang kita. Kemudian jamuย  menggunakan bahan tumbuhan obat seperti jahe,ย  kunyit, temu lawak, kayu manis, danย  tidak menggunakan bahan kimia obat. Jamu yang bermutuย  adalah diolah sesuai cara pembuatan jamu dan bermanfaat digunakan secara teratur sesuai tujuannya dan penggunaannya secara empiris,ย  kemudian efek penyembuhanย  tidak bisa dirasakan secara langsung beda dengan obat-obatย  format Farmasi,” jelas Ikhsan. */)Go

Editor: Laurens Leba Tukan

Pemkab Sumba Tengah Cek Ketat Bantuan Pangan di Gudang Bulog, Pastikan Mutu dan Ketepatan Sasaran

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement