GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Eksbis
Beranda / Eksbis / MENGAPA GEREJA MATI-MATIAN MILIKI NANGAHALE???

MENGAPA GEREJA MATI-MATIAN MILIKI NANGAHALE???

Perkebunan kelapa di Nangahale. (Martin Elvanyus De Porres/floresa.co)

Oleh P. Dr. Alexander Jebadu SVD, Dosen IFTK Ledalero

Para konfrater/rekan-rekan dosen/ sdr/i sekalian yg terkasih.

Maaf. Masih lanjutkan cuap-cuap soal tanah HGU Nangahale.

Sejak Minggu lalu banyak orang melontarkan pertanyaan macam-macam.

Antara lain: mengapa Gereja mati-matian pertahankan tanah Nangahale? Atau untuk apa Gereja miliki tanah besar-besar seperti itu? Untuk Gereja berbisnis?

Prostitusi Anak Marak di Kota Kupang, Politisi Golkar Jemari Yoseph Dogon Desak Razia Kos, Homestay dan THM

Bahkan bebarapa pastor SVD yang sedang misionaris di luar negeri ikut juga bertanya: mengapa kita miliki tanah HGU Patiahu kalau memang tanah itu bermasalah? Tidak ada alternatif lain lagi kah un%tuk bisa hidup?

Nah, sebagai seorang yang studi teologi misi Gereja saya tanggapi sebisa saya.

———

Kalau kita perhatikan, dan kalau kita belajar sejarah masa lalu, sepak terjang karya misi Gereja dulu itu sangat diwarnai oleh ETOS (=semangat, spirit) bangsa dari mana misionaris Gereja itu datang dari Eropa.

Serikat misi Gereja yang lahir di Spanyol dan Portugal misalnya sangat kuat devosi-devosiย  termasuk devosi kepada santu santu. Patung-patung didirikan di mana-mana. Sedangkan misi di bidang sosial ekonomi dangan beli tanah, buka sawah, buka sekolah tukang kayu, sekolah peternakan itu kurang dapat penekanan.

Mereka yang Dilantik Gubernur Melki Jadi Kepala SMA/SMK/SLB se-NTT, Dua Tahun Kinerja Jadi Penentu

SVD yang lahir di Jerman, sangat berbeda dengan tarekat-tarekatย  lain di dalam Gereja Katolik.

SVD didirikan oleh pendiri orang Jerman di negara Jerman yang SDA dan SDM-nya sudah tinggi dari dulu,ย  dan umatnya sangat dermawan dari kelimpahan mereka.

Bapa Arnoldus Janssen, sambil tetap berprinsip “untuk keperluan misi uang ada di saku umat”, juga telah didik tarekat SVD sejak awal supaya kuat ” self-suffience” alias harus tetap kuat usaha sendiri juga (kemandirian).

Karena etos inilah, tidak sperti tarekat-tarekat lain dalam Gereja Katolik, Bapa Arnoldus Janssen selalu dirikan pusat biara atau pusat misi SVD di TENGAH HUTAN di mana tanah masih murah dan luas untuk tanam ubi sendiri, tanam sayur sendiri, tanam jagung sendiri, piara babi sebdiri, sapi sendiri, kambing, ayam sendiri dan telur ayam sendiriย  untuk biaya misi penginjilan termasuk untuk makan minum para calon misionaris tarekatnya.

Itu sebanya, pusat misi di Jerman St Arnoldus Jannaeb tidak dirikan di tengah Kota Berlin, di Kota Bonn atau Kota Kolnย  tapi ia pilih HUTAN di antara Kota Bonn dan Kota Koln yaitu tempat yang saat ini menjadi SANK AGUSTIN.

Di Balik Deru Combine Harvester, Ratu Wulla Memanen Asa Petani SBD

Hal yang sama dengan Techny sebagai pusat rumah misi SVD di AS tidak pilih kota Chicago (kota besar kedua di AS stelah New York tapi pilih TECHNY sebuah tempat hutan saat itu yang letaknya 30 km di luar kota Chicago), Seminari Tinggi pertama di Flores tidak pilih kota Bajawa tapi pilih Hutan Mataloko,ย  tidak pilih Maumere tapi pilih Nita di Ledalero, untuk Seminari menengahย  tidak pilih kota sumpek Larantuka tapi pilih Hutan luas di Hokeng, tidak pilih Atambuat tapi pilih hutan Lalian/ Nenuk, tidak pilih kota Ruteng tapi pilih hutan lembah Kisol dstnya.

Tujuannya apa? Jawabannya adalah untuk dapat tempat luas untuk tanam ubi dan piara babi, sapi serta ayam sendiri untuk biaya karya misi Allah sambil harapkan hati dermawan dari umat.

Tanah Nangahale dan Patiahu, sebelum menjadi tanah HGU setelah Indonesia merdeka tahun 1945, dibeli SVD dengan uang GULDEN (mata uang Belanda waktu itu) dari perusahaanย  Belanda untuk kepentingan missio Dei / misi Allah.

Tanah Nangahale dibeli untuk tanam Ubi dan piara babi, sapi dan ayam untuk suplai sendiri makan minum bagi para calon missionaris imam diosesan se nusatenggara di Ritapiret dan tanah Patiahu dibeli dari perusahaan Belanda untuk tanam ubi, piara sapi, babi dan ayam untuk isi usus ๐Ÿคฃ๐Ÿคฃย  alias untuk suplai makan minum dariย  para calon missionarisย  SVD bagi misiย  Gereja sedunia) di LEDALERO.

Dari studi tentang model karya misi tarekat-tarekat religius, hanya SVD yang punya strategi misi seperti ini yang diwariskan dari St Arnoldus Janssen.

Sewaktu St Arnoldus Janssen cari tempat untuk rumah student SVD Jerman yang mau studi teologi di Kota Roma, banyak orang tawarkan rumah di sekitar Vatikan. Bapa Arnoldus tidak mau. Sebaliknya dia pilih lahan luas di hutan yang berada di luar tembok kuno kota Roma (FUORI DI MURO) yang menjadi Pusat Jenderalat SVD sekarang ini.

Di Roma, mungkin hanya SVD saja yang mempunyai rumah dengan pekarangan yang luas sampai ada hutan cemara di sekelilingnya dan dilindungi sebagi salah satu paru-paru kota Roma.

Ini hasil dari Otak Jenius seorang putera Jerman St Arnoldus Janssen dan diikuti oleh SVD anak buahnya sewaktu mereka bermisi di seluruh dunia termasuk di Flores, termasuk di Maumere, dengan beli tanah Nangahale dan tanah Patiahu yang dijual oleh penjajah Belanda kala itu untuk suplai makan minum para calon missionaris di Ritapiret dan di Ledalero yang nanti Melayani umat Allah.

Romo-romo SVD dan Romo-romo di Flores yang anda kenal dan sedang layani anda telah diberi makan PERUTNYA oleh tanah Nangahale dan Patiahu yang diberi oleh SVD anak buah St Arnoldus Janssen dari Jerman.

Dan ini INI BUKAN BISNISย  seperti yang dituduhkan atau disalahmengerti oleh banyak orang.

Sebaliknya, ini karya Misi keselamatan dari Allah via SVD – via Gereja termasuk saat ini via Gereja Keuskupan Maumere.

Yang persoalkan tanah HGU Nangahale dan Tanah HGU Patiahu lawan karya Allah sendiri. Hati-hati!!

Semua Umat Katolik, pater-pater dan romo-romo Gereja Nusa Tenggara seharusnya BERSYUKUR dan BERTERIMAKASIH karena Gereja Katolik Nusa Tenggara telah dibangun, didesain dan diletakkan dasar-dasarnya oleh sebuah tarekat misi dengan ETOS misi Gereja Jerman via seorang puteranya yaitu St Arnoldus Janssen. Jangan menjadi seprti kacang lupa kulit. Terkutuk nanti. Ingat kacang yang sombong lupa kulitnya sendiri lalu tinggal di dalam karung akan dimasak jadi sayur. Karena itu, Hati-hati.

Terima kasih.*/1/2/2025

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement

Everyone is talking about AK8Win lately. It is wild how much noise this place is making in the gaming scene this year. I decided to check it out myself to see if the hype actually holds up or if it is just a bunch of marketing fluff. Most people just want to know if they can trust the site with their hard-earned cash before they hit the deposit button.

Let's talk money. The 2025 bonus package is pretty decent if you like extra cash. They give a 100% match up to $500. Not bad, right? But the wagering requirements are 35x. You have to put in the work to cash out those winnings. It isn't a walk in the park. Most players find that it takes about a week of steady play to clear those hurdles and get the money into their bank accounts.

The library is massive. Over 40 providers live on this site. You get big names like Pragmatic Play and Evolution Gaming. They hit the ground running back in October 2019. Since then, online casino they have grabbed a huge chunk of the market in Nepal and Malaysia. Many locals love it because they can use Nepalese Rupees. This saves a ton on conversion fees which usually eat about 3% of your bankroll on other sites.

Feature Detail Rating
Welcome Bonus 100% up to $500 4.5/5
Games 3,500+ Slots 4.8/5
Payout Speed 12-24 Hours 4.2/5
Mobile App Android and iOS 4.6/5

Why should you care about this specific platform? There are a few reasons why people are flocking to it right now:

  1. Fast withdrawals usually take less than a day which provides some peace of mind.
  2. Local currency support like NPR means no annoying exchange fees at the bank.
  3. The massive live dealer section has 20+ different studios running 24/7.

And the mobile app? It is surprisingly smooth. I tried it on my old iPhone 12 last Tuesday and it didn't lag once. Most sites feel clunky but this one is snappy. Is it perfect? Probably not. The Curacao license is okay, but it isn't the gold standard of the industry. You still need to be careful with your limits. Always gamble with money you can afford to lose because that is just common sense in this game.

Honestly, it feels like a solid choice for casual players. Just keep an eye on those terms and conditions because they can be a bit tricky. If you are looking for a new spot to spin some reels, this might be your best bet this month. They even added 50 free spins to the welcome pack last January. That is a sweet little cherry on top for slot fans. Go ahead and give it a whirl if you feel lucky today.