GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Eksbis Hukrim Nusantara Pariwisata
Beranda / Pariwisata / Kuasa Hukum Keluarga Desak Polisi Usut Meninggalnya Karyawan Hotel Sylvia

Kuasa Hukum Keluarga Desak Polisi Usut Meninggalnya Karyawan Hotel Sylvia

Kuasa Hukum Keluarga korban Alm. Yahuda Agalakari, Dedy S. Jahapay, S.H dan Jimmy S.N. Daud, S.H, M.H dan perwakilan keluarga saat memberikan ketarngan kepada wartawan di Kupang, Selasa (10/1/2023) malam. Foto: SelatanIndonesia.com/Laurens Leba Tukan

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ€“ Yehuda Agalakari, karyawan pada Hotel Sylvia Kupang ditemukan meninggal saat bekerja pada Sabtu pagi 31 Desember 2022. Keluarga Alm. Yehuda Naaman Agalakari melalui kuasa hukum Dedy S, Jahapay, S.H dan Jimmy S.N. Daud, S.H, M.H mendesak aparat Kepolisian agar menyelidiki dan mengusut sebab-sebab kematian Yehuda.

Pasalnya, pihak keluarga menilai ada gejanggalan yang dialami Alm. Yehuda. โ€œKami sebagai penasehat hukum meminta agar pihak Kepolisian segera melakukan upaya penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut dengan mengambil keterangan dari pihak-pihak yang berkepentingan. Agar kematian korban yang dinilai janggal dan sangat mencurigakan dapat diketahui secara pasti dan juga agar dilakukan otopsi terhadap jenasah korban,โ€ sebut ย Dedy S. Jahapay, S.H dan Jimmy S.N. Daud, S.H, M.H dan perwakilan keluarga di Kupang, Selasa (10/1/2023).

Dedy dan Jimmy, advokatย  (pengacara) yang beralamat di Jln HTI Gang V No. 06 Maulafa Kota Kupang ini menjelskan, pada tgl 30 Desember 2022, almarhum sebagai karyawan di hotel Sylvia pada jam 20.00 Wita berangkat untuk bekerja karena yang bersangkutan mendapat tugas bekerja pada malam hari.

โ€œPada tanggal 31 Desember 2022 jam 06.00 Wita, ada dua orang karyawan Silvya Hotel yang tidak diketahui identitasnya menyampaikan informasi kepada pengampu/majikan korban di Naikolan bahwa yang bersangkutan telah meninggal dunia. Setelah mendengar berita tersebut, Margarita Agalakari langsung menuju ke Hotel untuk melihat jenazahnya. Namun, setiba di Hotel, almarhum sudah dimasukan ke dalam bagasi mobil. Dan, adik almarhum ketika hendak melihat jenasah dilarang oleh pihak hotel dengan alasan dibawa ke rumah sakit untuk divisum,โ€ sebut Dedy S. Jahapay.

Disebutkan Dedy, pihak manejemen hotel dalam hal ini sebagaimana keterangan keluarga korban yang pada saat itu ada di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang, ย setelah mengetahui korban meninggal dunia tidak melakukan upaya untuk melaporkan kepada aparat berwajib tapi menyuruh keluarga korban yang melaporkan, hal ini agar bisa dilakukan visum karena atas permintaan pihak Rumah Sakit.

Prostitusi Anak Marak di Kota Kupang, Politisi Golkar Jemari Yoseph Dogon Desak Razia Kos, Homestay dan THM

โ€œSelanjutnya korban dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan untuk selanjutnya dikirim untuk dimakamkan di kampung halamannya di Mataru, Kabupaten Alor,โ€ sebut Dedy.

Ia menambahkan, setelah jenazahnya tiba di Alor, keluarga melihat jenazah ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yakni di sekitar wajahnya terdapat berkas darah dan juga ada semacam cakaran pada wajah. Bahkan, di bibir terdapat lebam yang diduga akibat dari benturan. Juga, di posisi kepala bagian belakang lembek seperti mendapat pukulan. โ€œBahwa demi kenyamanan jenasah kemudian jenasah langsung dikuburkan ke dalam liang lahat,โ€ ujar Dedy.

Dedy mengatakan, pernyataan yang dirilis oleh beberapa media yang mengatakan bahwa korban meninggal diakibatkan oleh serangan jantung sangat bertentangan dengn kondisi jenasah korban dan juga korban selama hidup tidak punya riwayat penyakit jantung.

Sebelumnya diberitakan, pihak manajemen Hotel Sylvia Kupang bertanggung jawab penuh sejak salah satu karyawannya ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (31/12/2022). Bahkan, manajemen memenuhi seluruh hak almarhum Yahuda Agalakari.

Manager Hotel Sylvia Kupang, Andre Pinto kepada SelatanIndonesia.com, Kamis (5/1/2023) mengatakan, almarhum Yahuda Agalakari meninggal diduga akibat serangan jantung saat jam kerja. Yahuda ditemukan dalam posisi tertelungkup di lantai ruang restoran lantai satu Hotel Sylvia Kupang.

Mereka yang Dilantik Gubernur Melki Jadi Kepala SMA/SMK/SLB se-NTT, Dua Tahun Kinerja Jadi Penentu

“Malam itu beliau jadwal shift malam, kemudian paginya ditemukan dalam keadaan meninggal. Kami langsung memanggil polisi yang kebetulan sedang berjaga di pos depan hotel. Dan kami Bersama Kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap rekaman CCTV dan tidak ditemukan aksi kekrasan ataupun hal lainnya terhadap almarhum,โ€ sebut Andre.

Ia menjelaskan, malam itu korban masuk kerja sebagai karyawan restoran di Hotel Sylvia yang mendapat tugas malam hari. Ia dan salah satu temannya bernama Flajer melaksanakan aktivitas sebagaimana biasa sampai waktu istirahat.

Flajer kemudian pergi mengantar orderan. Sedangkan korban istirahat namun Flajer tidak mengetahui korban istirahat di ruang apa. Setelah saksi mengantar orderan, Flajer istirahat di ruang kafe Hotel Sylvia.

Sabtu (31/12/2022) pagi, Flajer dipanggil oleh pemilik hotelย  untuk membangunkan almarhum yang sementara terbaring dalam kondisi tertelungkup di lantai ruang restoran lantai satu. “Saat itu aci pikir almarhum masih tidur makanya suruh Flajer untuk membangunkan. Flajer membangunkan korban dengan cara menggoyangkan kaki sambil memanggil Namanya. Karenaย  tidak bangun maka aci pikir almarhum sakit, sehingga menyuruh Flajer dan bersama tiga orang karyawan untuk membawa korban ke rumah sakit untuk berobat. Namun kondisi korban pada saat hendak diangkat pada bagian wajah mengeluarkan darah dan badan korban sudah kaku, ” jelas Andre.

Pemilik hotel Silvia kemudian menyuruh salah satu karyawan untuk melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian yang berada di Pos Pantau Indomaret samping Hotel Sylvia.

Di Balik Deru Combine Harvester, Ratu Wulla Memanen Asa Petani SBD

Personil kepolisian yang melaksanakan pengamanan di Pos Pantau melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Kupang Kota. “Polisi datang dan melakukan penyelidikan. Polisi telah ambil semua bukti dan keterangan, ” tandasnya.

Andre menuturkan, semua biaya keberangkatan dari Kupang sampai Alor ditanggung oleh manajemen hotel Sylvia. Pihak hotel juga memberikan santunan dukaย  kepada pihak keluarga. “Manajemen hotel saat ini juga sedang mengumpulkan data-data korban untuk klaim BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Serahkan Proses Ke Polisi

Sejumlah keluarga karyawan Hotel Sylvia Kupang, Yahuda Agalakari yangย  ditemukan tewas di ruang restoran lantai I Hotel Sylvia, Kota Kupang, Sabtu (31/12/2022) lalu mengancam melaporkan manajemen Hotel Sylvia ke Polisi.

Pernyataan ini disampaikan kaka almarhum Yahuda Agalakari, Zeth Agalakari saat menggelar konferensi pers di area kantor DPRD NTT, Kamis, (6/1/2022) siang.

Menurut keluarga, kematian Yahuda Agalakari tidak wajar. Lantaran, ditemukan ada darah yang keluar dari muka dan ada pembengkakan di bagian belakang Kepala. Mereka tidak terima jika Yahuda Agalakari meninggal akibat serangan jantung. Sehingga keluarga korban akan menempuh langkah hukum.

“Setahu kami bahwa keturunan keluarga Agalakari tidak ada yang pernah menderita atau meninggal akibat serangan jantung, sehingga kami menduga saudara kami meninggal tidak wajar, sehingga kami meminta kepada pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan dan menuntut supaya pihak hotel tanggungjawab,” kata Zeth Agalakari dilansir dari victorynews.co.id. Ia menambahkan, keluarga besar Agalakari sedang berembuk untuk mengambil langkah hukum.

Manager Hotel Sylvia Kupang, Andre Pinto yang dikonfirmasi mengatakan, manajemen Hotel Sylvia Kupang telah menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian. Lanjut Andre, polisi telah melakukan penyelidikan sejak almarhum Yahuda Agalakari ditemukan tewas meninggal di restoran lantai I Hotel Silvia Kupang. “Kami serahkan seluruh proses hukum kepada polisi. Karena sejak awal almarhum ditemukan meninggal di restoran kami telah laporkan kepada pihak kepolisian dan proses penyelidikan sudah dilakukan,” kata Andre.

Menurut Andre, polisi telah memanggil dan meminta keterangan dari para saksi termasuk salah satu rekan almarhum yang bertugas di malam saat kejadian. Polisi pun telah mengambil seluruh rekaman CCTV di ruang restoran.

“Seluruh bukti dan keterangan telah kami berikan kepada polisi. Baik dari rekan kerja yang satu shift malam itu maupun keterangan dari pacar almarhum yang menyampaikan bahwa sebelum meninggal almarhum sekitar pukul 20.00 Wita itu menyampaikan lewat Whatsapp dan mengeluh dada sakit sampai perut sakit, ” jelas Andre.***Laurens Leba Tukan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement

Everyone is talking about AK8Win lately. It is wild how much noise this place is making in the gaming scene this year. I decided to check it out myself to see if the hype actually holds up or if it is just a bunch of marketing fluff. Most people just want to know if they can trust the site with their hard-earned cash before they hit the deposit button.

Let's talk money. The 2025 bonus package is pretty decent if you like extra cash. They give a 100% match up to $500. Not bad, right? But the wagering requirements are 35x. You have to put in the work to cash out those winnings. It isn't a walk in the park. Most players find that it takes about a week of steady play to clear those hurdles and get the money into their bank accounts.

The library is massive. Over 40 providers live on this site. You get big names like Pragmatic Play and Evolution Gaming. They hit the ground running back in October 2019. Since then, online casino they have grabbed a huge chunk of the market in Nepal and Malaysia. Many locals love it because they can use Nepalese Rupees. This saves a ton on conversion fees which usually eat about 3% of your bankroll on other sites.

Feature Detail Rating
Welcome Bonus 100% up to $500 4.5/5
Games 3,500+ Slots 4.8/5
Payout Speed 12-24 Hours 4.2/5
Mobile App Android and iOS 4.6/5

Why should you care about this specific platform? There are a few reasons why people are flocking to it right now:

  1. Fast withdrawals usually take less than a day which provides some peace of mind.
  2. Local currency support like NPR means no annoying exchange fees at the bank.
  3. The massive live dealer section has 20+ different studios running 24/7.

And the mobile app? It is surprisingly smooth. I tried it on my old iPhone 12 last Tuesday and it didn't lag once. Most sites feel clunky but this one is snappy. Is it perfect? Probably not. The Curacao license is okay, but it isn't the gold standard of the industry. You still need to be careful with your limits. Always gamble with money you can afford to lose because that is just common sense in this game.

Honestly, it feels like a solid choice for casual players. Just keep an eye on those terms and conditions because they can be a bit tricky. If you are looking for a new spot to spin some reels, this might be your best bet this month. They even added 50 free spins to the welcome pack last January. That is a sweet little cherry on top for slot fans. Go ahead and give it a whirl if you feel lucky today.