Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena menggandeng PLN Icon Plus untuk mengubah birokrasi NTT menjadi “pemerintahan pintar”. Tantangannya: jangan sampai proyek digital hanya jadi mercusuar tanpa cahaya.
KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Siang itu, Jumat (22/8/2025), ruang rapat Gubernur Nusa Tenggara Timur dipenuhi layar presentasi dan tumpukan proposal. Emanuel Melkiades Laka Lena, Gubernur NTT, duduk berdampingan dengan wakilnya, Johni Asadoma, memimpin diskusi yang tak sekadar soal teknologi, melainkan tentang arah masa depan birokrasi di provinsi kepulauan ini.
Topik yang digelar: pembahasan proposal KPBU pembangunan infrastruktur TIK dan digitalisasi terintegrasi oleh PT PLN Icon Plus. Di atas kertas, proyek ini menjanjikan percepatan transformasi digital lewat jaringan fiber optic, pusat data, command center, hingga layanan internet terintegrasi yang menjangkau seluruh OPD.
Namun Gubernur Melki mengingatkan, digitalisasi bukan semata proyek prestisius. “Transformasi digital di NTT tidak boleh hanya menjadi proyek besar tanpa manfaat nyata. Sistem digital harus menyentuh kebutuhan langsung masyarakat, terutama sektor vital,” ujarnya. Ia menegaskan, sistem ini mesti menopang pendapatan daerah, meningkatkan pelayanan publik, sekaligus menciptakan tata kelola yang transparan dan efisien.
Dari pihak PLN Icon Plus, Manager Serju Bali Nusra, Tanti Sitorus, menyampaikan bahwa program ini bagian dari Smart Government Solution yang sudah mereka siapkan. “Pertemuan ini menjadi awal menyelaraskan program Gubernur–Wakil Gubernur NTT saat ini. Kami ingin menjalin kerja sama demi kemajuan provinsi,” katanya. PLN Icon Plus, anak perusahaan PLN yang berdiri sejak 2000, memang dibentuk untuk mengembangkan jaringan telekomunikasi internal PLN, yang kini meluas ke ranah kemitraan strategis dengan pemerintah daerah.
Lewat skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), Tanti menjelaskan, proyek ini akan dibangun dengan prinsip inovatif, terukur, dan tetap menjaga ruang fiskal daerah. Selain menunjang tata kelola pemerintahan digital, infrastruktur itu akan mendukung target nasional Net Zero Emission dan membuka ruang pemberdayaan SDM lokal. “Model kemitraan ini bisa jadi best practice percepatan digitalisasi di daerah lain,” tambahnya.
Rapat ini dihadiri staf ahli gubernur, asisten sekda, pimpinan perangkat daerah, hingga jajaran PLN Icon Plus NTT yang dipimpin Joko Siswanto.
Di akhir rapat, Gubernur Melki kembali mengingatkan: transformasi digital NTT bukan hanya soal fiber optic dan command center, melainkan soal menyalakan lampu pelayanan publik yang lebih terang dan tidak boleh padam di tengah jalan.*/ Fara Therik/Laurens Leba Tukan
Komentar