GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Golkar Gubernur NTT Politik
Beranda / Politik / Golkar Matangkan Strategi Pemilu 2029 di Indonesia Timur, Alain Niti Susanto Perkuat Barisan NTT dan Tekad Tambah Perolehan Kursi

Golkar Matangkan Strategi Pemilu 2029 di Indonesia Timur, Alain Niti Susanto Perkuat Barisan NTT dan Tekad Tambah Perolehan Kursi

Ketua DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), F. X. Alain Niti Susanto ketika menyerahkan Laporan Hasil Konsolidasi Partai Golkar NTT kepada Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Emanuel Melkiades Laka Lena dalam forum Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia Timur di Makassar, Sulawesi Selatan, 16–18 Oktober 2026. Foto: edy

MAKASSAR, SELATANINDONESIA.COM — Ketua DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), F. X. Alain Niti Susanto, bersama Sekretaris DPD I Golkar NTT, Wehelmintje S. Libby Sinlaeloe, menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD provinsi serta kabupaten/kota se-Indonesia Timur di Makassar, Sulawesi Selatan, 16–18 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Partai Golkar memperkuat konsolidasi organisasi, menyelaraskan strategi pemenangan, dan meningkatkan kapasitas kader legislatif menjelang Pemilu 2029.

Kehadiran pimpinan DPD I Golkar NTT dalam forum regional ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar serta jajaran pengurus dan kader legislatif dari berbagai daerah di Indonesia Timur.

Ketua DPD I Golkar NTT, F. X. Alain Niti Susanto, menegaskan bahwa konsolidasi organisasi perlu diarahkan pada penguatan pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, persiapan menghadapi Pemilu 2029 harus berjalan seiring dengan tanggung jawab kader dalam memperjuangkan aspirasi rakyat dan mendorong pembangunan daerah.

“Konsolidasi partai tidak boleh hanya menjadi agenda organisasi. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh kader hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan rakyat, dan memperjuangkannya melalui kerja nyata serta kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat NTT,” ujar Alain.

Gubernur Melki Laka Lena Gandeng MUI NTT Kembangkan Wisata Religi, Bidik Penguatan Ekonomi Umat dan UMKM

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus partai dan anggota Fraksi Golkar di DPRD agar aspirasi masyarakat dapat diperjuangkan secara terarah melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Menurut Alain, kader Golkar di daerah perlu memahami persoalan yang dihadapi masyarakat di wilayah masing-masing, mulai dari pemerataan pembangunan, peningkatan kesejahteraan, akses pelayanan publik, hingga penciptaan lapangan kerja. Dengan demikian, kerja politik partai tidak berhenti pada konsolidasi internal, tetapi menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Sekretaris DPD I Golkar NTT, Wehelmintje S. Libby Sinlaeloe, menambahkan bahwa Rakornis dan Bimtek di Makassar mengusung slogan “Tambah Kursi” sebagai penegasan target partai menghadapi Pemilu 2029.

Menurut Libby, slogan tersebut menekankan pentingnya kerja bersama seluruh peserta untuk memperkuat soliditas organisasi dan meningkatkan perolehan kursi Partai Golkar dalam pemilihan legislatif mendatang.

“Slogan di Rakornis dan Bimtek ini adalah ‘Tambah Kursi’. Karena itu, setiap peserta ditekankan untuk bekerja bersama-sama, memperkuat soliditas, dan menyatukan langkah agar Partai Golkar dapat menambah kursi pada Pileg 2029,” ujar Libby.

Lamaholot FC Kembali Juara I, Melkior Doni Bugan Jadi Pemain Terbaik Dandim Cup 2026 Sumba Barat

Ia menegaskan, pencapaian target tersebut membutuhkan kerja kolektif seluruh elemen partai, mulai dari pengurus di setiap tingkatan hingga anggota Fraksi Golkar di DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Konsolidasi harus dilanjutkan dengan kerja politik yang terarah, kedekatan dengan masyarakat, serta perjuangan terhadap aspirasi rakyat.

Soliditas Organisasi dan Kerja Nyata

Dalam pembekalan Rakornis, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur DPP Partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kekuatan partai harus ditopang tiga hal utama, yakni soliditas organisasi, kepemimpinan yang efektif, dan kerja nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Melki, yang juga Gubernur NTT, mengingatkan bahwa konsolidasi tidak cukup berhenti pada koordinasi antarpengurus. Konsolidasi harus diterjemahkan menjadi program dan kebijakan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia juga menekankan peran strategis anggota Fraksi Golkar di DPRD dalam memperjuangkan aspirasi rakyat, mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan, dan membuka lapangan kerja melalui pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, serta pengawasan.

Bentangkan Bendera Golkar Terpanjang di Indonesia di Bukit Piarakuku, Umbu Rudi Kabunang dan Umbu Lili Promosi Sumba Timur di HUT ke-62 Golkar

Menjelang Pemilu 2029, kader Golkar dituntut semakin dekat dengan masyarakat, mampu menyerap aspirasi, dan menghadirkan solusi terhadap persoalan di daerah masing-masing.

Pesan tersebut menjadi salah satu landasan bagi penguatan kerja organisasi di kawasan Indonesia Timur, termasuk NTT yang memiliki tantangan pembangunan antardaerah dan kebutuhan pelayanan publik yang beragam.

Memperkuat Langkah Golkar NTT Menuju 2029

Melalui Rakornis dan Bimtek di Makassar, Golkar berupaya membangun kesamaan arah antara pengurus partai dan kader legislatif. Penyelarasan strategi diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program organisasi sekaligus meningkatkan kualitas peran kader dalam proses pembangunan daerah.

Bagi DPD I Golkar NTT, forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi organisasi dan mendorong kader di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar bekerja berdasarkan kebutuhan masyarakat.

Slogan “Tambah Kursi” menjadi salah satu sasaran politik yang perlu diterjemahkan melalui kerja organisasi yang konsisten, penguatan kader di daerah pemilihan, serta peningkatan kepercayaan masyarakat.

Alain menekankan bahwa keberhasilan konsolidasi harus tercermin dalam pelaksanaan tugas kader sehari-hari, terutama dalam memperjuangkan kepentingan rakyat melalui kebijakan publik dan pengawasan terhadap program pembangunan.

“Target menuju Pemilu 2029 harus diimbangi dengan kerja yang konsisten. Kepercayaan masyarakat dibangun melalui kehadiran, kepedulian, dan kemampuan kader memperjuangkan solusi atas persoalan yang dihadapi rakyat,” kata Alain.

Dengan penguatan koordinasi dan kapasitas kader melalui Rakornis dan Bimtek, Golkar menempatkan persiapan Pemilu 2029 dalam kerangka kerja organisasi yang lebih terarah. Konsolidasi politik diharapkan berjalan beriringan dengan pelaksanaan tanggung jawab kepada masyarakat.

Pada akhirnya, strategi pemenangan tidak hanya berkaitan dengan kesiapan menghadapi kontestasi elektoral, tetapi juga dengan bagaimana partai dan kadernya menjalankan fungsi politik secara bertanggung jawab. Bagi Golkar NTT, target menambah kursi pada Pemilu 2029 menuntut kerja bersama, soliditas organisasi, perjuangan aspirasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.*/llt/edy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement