G-RDVF5GTVXM

Blog

  • Tangis Nenek Siti Tumpah di Ujung Pena

    Tangis Nenek Siti Tumpah di Ujung Pena

    (KUPANG,SELATANINDONESIA.COM) – Perempuan rentah itu berjalan sedikit membungkuk ke arah pintu gubuk tua miliknya. Mengenakan daster putih yang nampak kusut, pun tanpa alas kaki, ia lalu memberi salam kepada satu persatu rombongan wartawan yang terhimpun dalam Forum Wartawan Provinsi NTT yang mengunjunginya sore itu.

    Rinai gerimis mulai menetes dari langit Penfui. Bahkan di ruang tamu gubuknya itu di sebuah sudut tampak tetesan air hujan dari atap gubuk tua Nenek Siti. Tetesan air hujan tembus hingga ke lantai semen yang sebagiannya mulai pecah dan terkelupas lantaran termakan usia.

    Di sudut kanan gubuk tua berdinding papan lapuk itu terpapampang kalender tahun 2019, dengan foto Walikota Kupang Jefri Riwukoreh dan isterinya. Persisi diatas kalender itu tersimpan sebuah ember plastik yang difungsikan untuk menadah air hujan agar tak menetes sampai  ke lantai. “Kalau malam, kami semua dengan mama tidur di sini jadi itu ember untuk tada hujan supaya jangan tembus di lante,” ujar Fatima Abdullah putri sulung Nenek Siti.

    Perempuan rentah  bernama lengkap Siti Abdullah ini lahir di Waiwerang, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur 78 tahun silam. Ia ditinggal mati suaminya Pius Peka sejak ketiga putrinya masih balita. Semasa hidupnya, Alm. Pius Peka bekerja sebagai penjaga malam di Gedung Pramuka milik pemerintah Provinsi NTT.

    Lantaran pendengarannya mulai terganggu, setiap percakapan dengan para wartawan tak bisa ditangkap oleh Nenek Siti. “Mama punya telinga tidak bisa dengar apa-apa lagi,” kata Fatimah.

    Nenek Siti hanya meneteskan air mata ketika Joz Diaz wartawan senior dan Pemred Mediantt.com menyerahkan bantuan sembako yang merupakan hasil patungan para pewarta yang tergerak untuk membantu Nenek Siti.

    “Hari ini bertepatan dengan hari kasih sayang, kami para wartawan datang menjumpai Nenek Siti untuk sekedar membawa sedikit ole-ole dan semoga bisa bermanfaat untuk Nenek dan cucu-cucu,” ujar Jos Diaz.

    Air mata Nenek Siti makin deras mengalir di raut pipihnya yang kian keriput ketika Izakh Kaesmetan menyerahkan amplop berisikan uang hasil patungan para wartawan.

    “Ini sedikit sumbangan dari teman-teman wartawan setelah menerima kabar dari teman kami Ketua Karang Taruna Penfui Jefry Tapobali yang mengatakan bahwa Nenek Siti sangat membutuhkan bantuan,” kata Izhak, Pemred Lensantt.com.

    Nenek Siti tidak mampu berkata-kata, putri sulungnya Fatimah Abdullah yang juga janda empat anak ini yang menemaninya saban hari. Untuk menyambung hidup, Fatimah berjualan kue di depan gubuk tua peninggalan ayahnya yang terletak persis di depan jalan nasional dua jalur menuju Jembatan Petuk, lingkar luar Kota Kupang di RT 16 RW 7 Kelurahan Penfui. “Kalau rame, bisa dapat uang sampai 100.000, tapi sepih paling banyak 40.000, itu untuk beli beras dan sayur,” ujarnya.

    Sesuai pengakuan Fatimah, ketika Jonas Salean menjadi Walikota Kupang, Nenek Siti sempat mendapatkan bantuan beras raskin. “Sekarang mama hanya dapat bantuan PKH Lansia,” katanya.

    Dia juga mengatakan, sering kali petugas dari kelurahan datang mengambil data tentangnya dan Nenek Siti, tetapi data itu untuk apa ia mengaku tidak tahu. “Saya dengan mama hanya berdoa untuk bapak-bapak wartawan, kami berharap ada bantuan untuk perbaiki rumah kami ini,” ujar Fatimah.***laurens leba tukan

  • DPRD NTT dan Jawa Timur Sharing Informasi Pembentukan Perda

    DPRD NTT dan Jawa Timur Sharing Informasi Pembentukan Perda

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – DPRD Provinsi NTT dan DPRD Provinsi Jawa Timur melakukan sharing informasi soal proses-proses pembentukan peraturan daerah (Perda). Rombongan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi Jawa Timur diterima oleh Ketua DPRD NTT, Ir. Emelia J. Nomleni, Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi NTT, Emanuel Kolfidus, S. Pd bersama Anggota Bapemperda, Jumat (14/02/20).

    Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Provinsi NTT, Emanuel Kolfidus kepada wartawan mengatakan, pembentukan perda disetiap daerah prosedurnya sama. Namun hal-hal yang ditemukan di setiap daerah pasti berbeda. “Saya rasa proses pembentukan perda dimana-mana prosedurnya itu sama. Namun ada hal-hal yang ditemukan di setiap daerah pasti beda. Kemudian progam pembentukan peraturan daerah antara mereka dan kita seperti apa. Dan itu yang kita diskusikan tadi,” kata politisi dari PDI-Perjuangan ini.

    Dikatakan, Ketua Bapemperda Provinsi Jawa Timur, Sabron Paseribu Bersama rombongannya mengajak diskusi soal omnibus law atau suatu Undang-Undang (UU) yang dibuat untuk menyasar satu isu besar yang mungkin dapat mencabut atau mengubah beberapa UU sekaligus sehingga menjadi lebih sederhana dan evaluasi perda.

    “Kita kan belum baru terbentuk Bapemperda dan pada tanggal 17 Pebruari 2020 baru kita rapat dan tentukan per bulan kegiatan rapat Bapemperda. Dan salah satunya adalah evaluasi terhadap perda-perda yang sudah ada apakah berjalan, atau sudah berjalan tapi masih setengah-setengah supaya kita lihat bagaimana jalan keluarnya. Kalau tidak berjalan atau kurang efektif apakah perlu direvisi atau dicabut,”ungkapnya.

    Dijelaskan, pada lima tahun lalu Perda Prakarsa dari DPRD ada 17 perda. Sementara di tahun 2020 ini ada 13 perda. Dimana ada lima perda prakarsa dari pemerintah dan ada delapan perda prakarsa dari DPRD NTT yang akan dibahas.

    “Nanti kita lihat perda mana yang lebih prioritas kita dorong lebih dahalu. Sejauh ini pelaksanaan perda di tingkat eksekutif. Nanti kita undang juga dari pihak pemerintah dalam hal ini Biro Hukum Setda Provinsi NTT sejauh mAna efektivitasnya,”ujarnya.

    Lebih lanjut kata dia, tanggapan dari DPRD Jawa Timur mengalami hal yang sama. Dimana ada sejumlah perda yang sesudah ditetapkan namun kurang berlaku dan ini perlu dievaluasi.

    Selain Itu, kata dia, omnibuslawnya bagaimana kebijakan nasional untuk menentukan kebijakan produk undang-undang ketika presiden mengatakan jangan banyak-banyak produk undang-undang. Bagaimana mengakomodir hak-hak masyarakat di daerah melalui produk hukum yang ada.

    “Tadi kita DPRD NTT rencana mau ke Badan Legislasi DPR RI dan setelah mendengar hal itu mereka juga mau ke sana sehingga nanti kita sama-sama supaya forumnya lebih kuat,” katanya. ***Laurens Leba Tukan

  • Toti Siap Perjuangkan Keterbatasan Instalasi Ternak Boawae

    Toti Siap Perjuangkan Keterbatasan Instalasi Ternak Boawae

    (KUPANG,SELATANINDONESIA.COM) – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi NTT Thomas Tiba Owa, S.Ag atau yang akrab disapa Toti bertekad penuh untuk memperjuangkan berbagai keterbatasan yang ditemukan ketika bersama Ketua Komisi II DPRD NTT dan anggota melakukan peninjauan pada UPT Pembibitan ternak dan produksi makanan ternak di Instalasi Boawae Kabupaten Nagekeo, Kamis (13/2/2020).

    Dalam keterangan tertulis yang diterima SelatanIndonesia.com di Kupang disebutkan, setelah melihat langsung kondisi instalasi itu, Toti meyebutkan, harus ada kajian beban kerja yang jelas sehingga harapan dari target bisa terjawab.  “Tenaga kerja harus yang profesional pada bidang ini. SDM manjadi hal yang sangat penting. Juga manajemen pengerjaan dan sistem pengelolaan harus difasilitasi baik. Tenaga manusia boleh kurang namun dapat di dukung dengan perlengkapan tambahan yang memadai,” sebutnya.

    Politisi senior Golkar NTT ini juga mengatakan, air menjadi sumber sehingga ia meminta pengelola agar qmenyiapkan laporan resmi guna di back up pada rapat komisi.  sekembali. “Target pendapatan harus jelas dan segala temuan dilapangan ini akan menjadi catatan penting kami yang akan dicari jalan keluar agar persoalan ini segera terselesaikan,” sebut Toti.

    Ketua Komisi II DPRD NTT Kasimirus Kolo mengatakan, ternak di Boawae berbeda dengan ternak di Timor yang kering, sehingga sapi nampak  kurus. Namun, di Noawae, Nagekeo ini pakan disini cukup tersedia sehingga instalasi ini perlu didorong agar target PAD minimal mencapai 90%.

    Kasimirus Kolo mengatakan, kunjungan tersebut guna melihat secara langsung kondisi obyektif pada instalasi tersebut yang mana tujuan pembangunannya adalah untuk peningkatan pendapatan daerah dan pemberdayaan masyarakat. “Ada tujuh kelompok yang kerjasama dengan instalasi Boawae untuk bagi hasil,  namun jika tidak ada hasil maka apa yang mau dibagi, untuk itu perlu dikontrol secara baik bagi kelompok-kelompok ini,” katanya.

    Kepala UPT Pembibitan Ternak dan PPT Provinsi NTT Bambang Permana  menyebutkan, penyedian pakan ternak di lokasi itu masih terkendala soal  keterlambatan karena menggunakan sistem lelang yang memakan waktu cukup lama. “Bulan Januari-Maret kami dapat membuat pakan sendiri,  namun pada bulan April sampai Juni kami mengalami kekosongangm pakan karena keterlambatan lelang sehingga terpaksa kami harus jual babi untuk kasih makan babi untuk mengisi kekosongan tersebut,” sebutnya.

    Ditambahkan, pada bulan Agustus baru tersedia pakan, itupun rekanan hanya mampu memenuhi 41,44% atau 24 ton dari 60 ton sehingga yang sisa dikembalikan.

    Sergi Wea, Ketua Instalasi mengatakan, Instalasi ternak Boawae juga mengalami beberapa hambatan  dalam mengurusi instalasi Boawae. Dikatakannya, saat ini instalasi tersebut hanya diurus oleh sembilan orang yang mestinya harus diurus oleh 25 orang. “Ini sangat berat oleh para tenaga kerja sehingga kami minta bantuan tambahan tenaga kerja karena kami sembilan orang bukan saja harus mengurus 2 jenis ternak namun juga mengerjakan hijauan makan ternak (HMT) tambahan untuk ternak seluas 44,5ha. Air juga bermasalah, kami minta agar bisa diberikan sumur bor. Masalah lain yakni pagar pembatas yang selalu dirusak masyarakat yang ingin memasukan ternaknya ke dalam kawasan instalasi ini,” ujar Sergi.

    Turut serta dalam kunjungan itu diantaranya anggota DPRD  Patrianus Lali Wolo, Cornelis Feoh, Johanis Lakapu, Obet Naitboho, Reni Marlina Un, Dominikus A. Rangga Kaka, Moh. S. Puarake, Bernardinus Taek,  Maria Nuban Saku, dan Paulinus Yohanes  Nuwa Veto.***Laurens Leba Tukan

     

  • Ketika Pengajar Berkompetisi di Ruangguru

    Ketika Pengajar Berkompetisi di Ruangguru

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Aplikasi belajar terbesar di Asia Tenggara Ruang Guru menggelar Kompetisi Pengajar Terbaik Indonesia dengan hadiah total setengah miliar Rupiah.

    Dalam keterangan tertulis yang diterima Selatan Indonesia.com di Kupang, Jumat (14/2/2020) Humas Ruanguru Sekar Krisnauli menjelaskan, kompetisi itu adalah pencarian pengajar terbaik di Indonesia dalam ajang IndonesiaTeacher Prize 2020. “Dalam semangat memberikan apresiasi kepada jutaan pengajar di Indonesia, ITP 2020 membuka kesempatan bagi guru SD, SMP, SMA, dan SMK sederajat serta instrukturketerampilan untuk mendapatkan pelatihan dan hadiah dengan total Rp 500 juta,” jelasnya.

    Disebutkan, melalui audisi online atau audisi datang langsung di belasan cabang Brain Academy by Ruangguru, pengajar di seluruh Indonesia dapat membuktikan keahlian mengajarnya dalam sebuah video belajar.

    “Pengajar terpilih kemudian akan mengikuti tahap penjurian selanjutnya di Jakarta, dibiayai sepenuhnya oleh Ruangguru. Mereka akan mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari pakar pendidikan serta praktisi industri terkait strategi mengajar yang baik, mengintegrasikan teknologi dalam proses mengajar, pemanfaatan materi multimedia, dan lain-lain,” tulisnya.

    Menurut Sekar, ITP 2020 turut memberikan para pengajar kesempatan untuk berjejaring dan belajar Bersama rekan-rekan pengajar terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. “Kami menyadari bahwa selama ini banyak sekali ajang pencarian bakat, namun belum ada yang khusus untuk pengajar. Maka dari itu kami hadir dengan sebuah kompetisi yang dapat mengapresiasi dan memperkenalkan pengajar terbaik di Indonesia, dan menjadikan mereka sosok-sosok inspiratif baru. Kami yakin para pemenang Indonesia Teacher Prize adalah kumpulan guru yang sangat kompeten di bidangnya. Kami harap, mereka dapat menyemangati pengajar lainnya untuk menjadi yang terbaik dengan potensinya masing-masing, guna memberikan pendidikan berkualitas bagi pelajar Indonesia,” ucap Pendiri dan Direktur Utama Ruangguru, Belva Devara yang dikutip Sekar.

    Ditambahkan, tahun 2020, ITP berinovasi dan membuka kesempatan bagi guru SMK serta instruktur profesional. Melalui kategori SMK, para guru dapat membuktikan keahliannya dalam membawakan materi Teknik Kendaraan Ringan Otomotif, Akuntansi & Keuangan Lembaga, Otomatisasi & Tata Kelola Perkantoran, dan Teknik Komputer & Jaringan. Instruktur profesional juga dapat berkompetisi dalam bidang Pemasaran, Pengembangan Diri, Bisnis & Keuangan, Teknologi & Software, Persiapan Tes, dan Creative & Design melalui kategori Profesional.

    “Inovasi kami lahir dari maraknya permintaan kesempatan belajar bagi guru-guru SMK dan instruktur keterampilan profesional. Kami yakin guru SMK dan instruktur yang nantinya terpilih menjadi yang terbaik di Indonesia dapat menyebarluaskan semangat mengajar yang maksimal dan menghasilkan sumber daya manusia yang siap menghadapi kebutuhan industri di dalam dan luar negeri,” tambah Pendiri dan Direktur Produk & Kemitraan Ruangguru, Iman Usman dalam keterangan tertulis itu.

    Salah satu guru asal Wonosobo, Jawa Tengah, Yunina yang meraih juara 1 tingkat SD dan Best of The Best Teacher di ITP 2019, menilai ITP sebagai pengalaman belajar yang sangat berharga. “Melalui ajang Indonesia Teacher Prize ini, kami diasah dalam menyajikan materi belajar dengan durasi yang efektif. Saya belajar dalam mengkolaborasikan kemampuan mengajar, public speaking, dan teknologi, serta dilatih mengemas konten yang menarik” ucap Yunina.

    Audisi ITP 2020 dibuka sampai tanggal 14 Maret 2020 dan para pengajar dapat mendaftar untuk audisi secara online maupun audisi datang langsung di salah satu dari 13 cabang Brain Academy by Ruangguru di seluruh Indonesia.

    Dia juga menyampaikan, informasi lebih lanjut tentang Indonesia Teacher Prize 2020 dapat diakses melalui situs https://audisi.ruangguru.com

    Untuk diketahui, Ruangguru merupakan perusahaan teknologi pendidikan terbesar di Asia Tenggara. Saat ini, Ruangguru telah memiliki lebih dari 15 juta pengguna terdaftar dan memberikan akses kepada lebih dari 300.000 guru privat. Ruangguru menyediakan layanan bimbingan belajar online dan marketplace guru, pelatihan soft skills untuk umum dan profesional secara online, pusat pembelajaran blended learning online dan offline di puluhan cabang di seluruh Indonesia, serta platform pelatihan bagi korporasi. Ruangguru juga telah melakukan ekspansi layanan dan produk ke pasar Vietnam.***Laurens Leba Tukan

  • Infrasruktur Perlancar Akses Ke Tempat Wisata Di TTS

    Infrasruktur Perlancar Akses Ke Tempat Wisata Di TTS

    SOE,SELATANINDONESIA.COM – Gubernur NTT Victor Buntilu Laiskodat berjanji ditahun 2021 akan membangun ruas jalan Soe-Kapan menuju areal wisata alam di Fatumnasi.

    “Tahun depan pemerintah Provinsi (NTT) akan anggarkan untuk pembangunan ruas jalan menuju areal wisata di Fatumnasi. Karena saya melihat begitu banyak destinasi wisata disamping belum dikelola secara baik, akses jalan juga mesti kita utamakan,” kata Gubernur VBL ketika melakukan rapat kerja bersama Pemerintah Kabupaten TTS di Fatunausus Kecamata Mollo Utara Kamis (13/2/2020).

    Menurut Gubernur VBL, potensi alam di TTS yang sangat indah dipadu dengan cuaca yang sejuk mesti dijadikan sebagai tempat wisata yang menarik wisatawan untuk berkunjung. “Maka dari itu harus dikelola secara baik, mulai dari infrakstur jalan dan obyek wisatanya ditata secara baik, tempat penginapan, rumah makan juga harus disediakan,”tegas VBL.

    Pemerintah lanjut VBL, harus menjadikan obyek wisata sebagai sumber penghasilan demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan melaksanakan berbagai macam kegiatan ditempat wisata misalnya pegelaran atau festival

    Sementara Bupati TTS Epy Tahun dalam sambutannya mengatakan, Pemkab TTS sudah melakukan berbagai kegiatan dinas ditempat-tempat wisata seperti menggelar pelantikan pejabat. Dia menambahkan, Pemkab TTS akan terus  melakukan penataan obyek wisata demi kenyamanan dan keamanan pengujung terutama penataan lokasi wisata, penyediaan tempat penginapan dan juga rumah makan, serta memperdayakan masyarakat disekitar obyel wisata dengan menjual kerajinan tangan demi meningkatkan pendapatan mereka.**Paul Papa Resi

  • Siapakah Refafi Gah Di Mata OSO….?

    Siapakah Refafi Gah Di Mata OSO….?

    KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Satu persatu para Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten dan Kota se Provinsi Nusa Tenggara Timur mendapat giliran untuk menyatakan sikap politik terhadap calon Ketua DPD I Partai Hanura Provinsi NTT periode 2020-2025. Bag paduan suara, seluruh Ketua DPC dengan tegas dan lantang menyebut satu nama untuk dipercayakan kembali dalam forum Musda III Partai Hanura Provinsi NTT itu untuk memimpin partai besutan Jenderal Purnawirawan Wiranto ini. Dialah Refafi Gah. Akhirnya forum pleno yang dipimpin Sekretaris DPD Parti Hanura Provinsi NTT Siprianus Woka Ritan di Aula Neo Aston Hotel pada Kamis, (13/2/2020) malam, menetapkan Refafi Gah untuk kembali menjadi Ketua DPD Partai Hanura Provinsi NTT Periode 2020-2025.

    Refafai Gah, politisi kalem dari pulau Sumba ini patut diperhitungkan di jaga politik NTT. Pasalnya, pria flamboyan ini selain terbukti terpilih dua kali menjadi anggota DPRD NTT, namun diketahui pula memiliki kedekatan khusus dengan Ketua Umum DPP Partai Hanura DR. Oesman Sapta Odang (Oso).

    Sebelum bergabung dengan Partai Hanura, jauh sebelumnya Oesman Sapta Odang mendirikan Partai Persatuan Daerah (PPD), sebuah partai politik di Indonesia yang lahir dan dipelopori oleh sebagian tokoh politik yang bernaung dalam wadah Fraksi Utusan Daerah MPR RI masa bhakti 1999-2014. Mereka bersepakat untuk berjuang melanjutkan cita-cita FUD dengan membangun dan melahirkan sebuah partai yang diberi nama Partai Persatuan Daerah. Dengan dimotori oleh DR. Oesman Sapta Odang, Raharjo Rahimin, Abdul Salam, Karim Syarif pada tanggal 18 November 2002 didirikan Partai Persatuan Daerah dengan Ketua Umum DR. Oesman Sapta Odang dan akhirnya menjadi peserta pemilu pada tahun 2004.

    Lantaran kedekatannya dengan Oesman Sapta Odang, Refafi Gah saat itu dipilih sebagai ketua DPD Partai Persatuan Daerah Provinsi NTT. Refafi berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi NTT periode 2004-2009.

    Kedekatan Refafi dengan Oso, juga dikisahkan oleh Korwil Bali dan Nusra DPP Partai Hanura Drs. Ibrahim Agustinus Medah. Dikisahkan oleh Iban Medah, ketika menjadi Bupati Kupang periode kedua, oleh Refafi Gah dipertemukannya dengan Oesman Sapta Odang. “Pak Refafi sangat dekat dengan Pak Oso, saya pernah dipertemukan dengan Pak Oso ketika masih Bupati Kupang karena Pak Oso ketika itu berencana membangun investasi di Kabupaten Kupang,” ujar Medah di suatu kesempatan.

    Ketika Oesman Sapta Odang terpilih menjadi Ketua Umum DPP Partai Hanura periode pertama, Refafi Gah yang sudah memilih menjadi Pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi NTT, kembali diminta menjadi Ketua DPD Partai Hanura Provinsi NTT.

    Konsolidasi maksimal dilakukan Refafi yang didampingi politisi muda asal Flores Timur Siprianus Woka Ritan sebagai Sekretaris DPD Partai Hanura NTT yang turut berjuang dan menghantar Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTT. Selain itu, dengan kerja politik yang terukur Partai Hanura berhasil mengolekasi lima kursi di DPRD Provinsi NTT dan 54 kursi di DPRD Kabupaten dan Kota se NTT. Bahkan di Kabupaten Ende, Timor Tengah Utara dan Manggarai, Hanura mendapat porsi Wakil Ketua DPRD.

    Tangan dingin Refafi Gah dalam memimpin Partai Hanura NTT selain makin diperhitungkan di tingkat pusat, juga terus mendapatkan simpati dari seluruh Ketua DPC Kabupaten dan Kota se NTT. Terbukti, sebelum digelar Musda III Partai Hanura NTT, 100 persen surat dukungan mengalir dari seluruh DPC untuk mendukung kembali Refafi Gah sebagai Ketua DPD I Partai Hanura NTT. Musda sebagai forum tertinggi di Partai Hanura NTT ahirnya mengukuhkan Refafi Gah sebagai Ketua DPD Partai Hanura periode 2020-2025.

    Usai terpilih dalam Musda III DPD Hanura, Refafi Gah langsung dilantik oleh Sekjend DPP Partai Hanura I Gede Pasek Suardika disaksikan sejumlah pengurus DPP Hanura seperti Korwil Bali Nusra Drs. Ibrahim Agustinus Medah, Andre Garu, Agustinus Lesek dan Marthen Mantro.

    Dalam orasi politiknya, Refafi menyebut, Musda III DPD Hanura NTT ini selain sebagai forum tertinggi partai, juga merupakan kesempatan tepat untuk menunjukan kekompakan, kebersamaan dan persatuan seluruh elemen partai serta menyiapkan strategi merebut kejayaan pada moment politik ke depan. “Kita segera mempersiapkan diri menyongsong berbagi peristiwa penting di depan seperti Pilkada sembilan kabupaten di NTT dan Pilkada tahun 2023 serta Pileg dan Pilpres 2024,” katanya.

    Konsolidasi organisisi kata dia, adalah hal mutlak untuk dilakukan baik vertikal maupun horizontal di kota atau kabupaten hingga ke pelosok desa, RT dan RW. “Dengan cara ini Partai Hanura mampu menjaga kiprahnya sebagai sebuah kekuatan politik yang disegani,” sebutnya.

    Dikatakannya, sebagai Ketua DPD Hanura NTT terpilih dan formatur tunggal untuk menyusun kepengurusa baru perode 2020-2025, Refafi berjanji akan menyusun kepengurusan secara profesional dengan mempertimbangkan prinsip transparan, akuntabel, responsibility, independen dan fairness. “Ini prinsip kita gunakan untuk memenuhi tujuan-tujuan besar, jadi sangat jauh dari kepentingan individu atau kelompok,” katanya.

    Sekjen Partai Hanura, I Gede Pasek Suardika memberi apresiasi karena Hanura NTT paling cepat melakukan Musda dibawah kendali Ibrahim Agustinsu Medah dibandingkan dengan DPD lain se-Indonesia. Bahkan, menurut Sekjen GPS, suasana dan forum Musda III Hanura NTT dijadikan sebagai model untuk Musda Hanura di Provinsi lain di seluruh Indonesia.

    “Saya berharap, ketua terpilih harus cepat dalam menyusun pengurus yang baru, sehingga semuanya tuntas dan mulai bekerja untuk membangun konsolidasi partai. Jangan sampai musda paling cepat, tapi susunan pengurus paling lama disusun,” kata GPS.

    Menurut Sekjen GPS, atmosfir pertumbuhan Partai Hanura di NTT sangat kondusif dan tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan Hanura di Kalimantan Barat dan Papua. “Saya minta Hanura NTT untuk tetap menjaga soliditas agar pada Pileg mendatang, Hanura bisa lolos parliamentary threshold dan para kader terbaiknya seperti Pak Medah, Pak Andre Garu, bisa kembali ke Senayan. Yang hari ini jadi wakil ketua DPRD, usahakan di pileg mendatang sudah jadi ketua. Yang hari ini ketua fraksi, usahakan supaya bidsa jadi wakil ketua. Yang sekarang hanya punya satu atau dua kursi, usahakan bisa ada fraksi,” ujarnya.***Laurens Leba Tukan