GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Golkar Gubernur NTT Politik
Beranda / Politik / Gubernur Melki Laka Lena Gandeng MUI NTT Kembangkan Wisata Religi, Bidik Penguatan Ekonomi Umat dan UMKM

Gubernur Melki Laka Lena Gandeng MUI NTT Kembangkan Wisata Religi, Bidik Penguatan Ekonomi Umat dan UMKM

Gubernur NTT, Emanuell Melkiades Laka Lena ketika menerima audiensi Dewan Pimpinan MUI Provinsi NTT yang dipimpin H. Muhammad S. Wongso di ruang kerja Gubernur NTT, Senin (19/10/2026).foto:ocep

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ€” Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi NTT mengembangkan potensi wisata religi dan memperkuat kemandirian ekonomi umat. Upaya tersebut dinilai dapat membuka peluang usaha baru sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kerukunan antarumat beragama di NTT.

Dorongan itu disampaikan Gubernur Melki saat menerima audiensi Dewan Pimpinan MUI Provinsi NTT yang dipimpin H. Muhammad S. Wongso di ruang kerja Gubernur NTT, Senin (19/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam mendukung pembangunan.

Dalam pertemuan itu, jajaran MUI NTT juga menyampaikan undangan kepada Gubernur untuk menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) MUI tingkat Provinsi NTT.

Gubernur Melki mengatakan, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan. Menurut dia, kolaborasi tersebut tidak hanya penting untuk menjaga kehidupan sosial yang harmonis, tetapi juga dapat diarahkan pada pengembangan potensi ekonomi masyarakat.

Salah satu peluang yang dibahas adalah pengembangan wisata religi umat Islam di NTT. Potensi tersebut dapat dikembangkan dengan menghubungkan kekayaan sejarah, tradisi, dan budaya setempat dengan pengalaman wisata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Lamaholot FC Kembali Juara I, Melkior Doni Bugan Jadi Pemain Terbaik Dandim Cup 2026 Sumba Barat

โ€œWisata religi tidak hanya menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya dan nilai toleransi di NTT, tetapi juga harus mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat,โ€ demikian arah yang ditekankan Gubernur Melki dalam pertemuan tersebut.

Pengembangan wisata religi, menurut gagasan yang disampaikan dalam pertemuan itu, dapat menciptakan efek ekonomi bagi berbagai sektor. Pelaku usaha kuliner, penyedia transportasi, jasa perjalanan, hingga produsen kerajinan dan produk lokal berpeluang memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata.

Karena itu, pengembangan destinasi wisata religi perlu diikuti dengan penguatan usaha masyarakat agar potensi kunjungan wisatawan dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian lokal.

Dorong Pemasaran Produk UMKM

Selain wisata religi, Gubernur Melki mendorong MUI NTT menginisiasi pembangunan mart atau toko khusus untuk memasarkan produk-produk usaha umat Muslim. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi salah satu jalur pemasaran bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus membantu produk lokal menjangkau konsumen yang lebih luas.

Bentangkan Bendera Golkar Terpanjang di Indonesia di Bukit Piarakuku, Umbu Rudi Kabunang dan Umbu Lili Promosi Sumba Timur di HUT ke-62 Golkar

Keberadaan toko khusus itu dapat menjadi ruang promosi dan pemasaran bagi produk makanan, minuman, kerajinan, serta berbagai hasil usaha masyarakat. Dengan akses pasar yang lebih baik, pelaku UMKM diharapkan memiliki kesempatan untuk meningkatkan penjualan dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

Namun, pengembangan mart tersebut membutuhkan perencanaan usaha yang matang, mulai dari pemetaan produk unggulan, pengelolaan persediaan, penentuan lokasi, hingga strategi pemasaran. Dengan demikian, inisiatif yang dibangun tidak hanya menjadi tempat penjualan, tetapi juga dapat berkembang sebagai ekosistem usaha yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sinergi pemerintah daerah dan MUI juga dapat diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas jaringan pemasaran. Langkah ini penting agar penguatan ekonomi umat dapat berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi daerah.

Kerukunan sebagai Modal Pembangunan

Bagi NTT, pengembangan ekonomi berbasis komunitas keagamaan juga berkaitan erat dengan upaya merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi keagamaan diharapkan dapat memperkuat persaudaraan sekaligus menciptakan ruang partisipasi yang lebih luas dalam pembangunan.

Kapolres Sumba Barat Tekankan Pelayanan Prima, Kehadiran Polisi Harus Dirasakan Masyarakat

Gubernur Melki menegaskan bahwa NTT merupakan rumah bersama yang harus dibangun melalui semangat persaudaraan dan gotong royong. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan mengambil bagian sesuai dengan potensi dan perannya masing-masing.

โ€œMari kita terus merawat kerukunan, memperkuat kolaborasi, dan mengembangkan potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,โ€ demikian pesan Gubernur Melki.

Pertemuan dengan MUI NTT tersebut membuka ruang bagi penguatan kerja sama di bidang sosial, keagamaan, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi. Tindak lanjut dari gagasan wisata religi dan pemasaran produk UMKM akan menjadi bagian penting untuk menerjemahkan sinergi tersebut menjadi program yang memberikan manfaat nyata.

Dengan keterlibatan pemerintah, organisasi keagamaan, dan pelaku usaha, potensi wisata religi serta produk lokal diharapkan dapat berkembang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat karakter NTT sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan kehidupan masyarakat yang harmonis.*/ocep/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement