WAINGAPU,SELATANINDONESIA.COM โ Perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Partai Golkar (20 Oktober 2026) di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, tidak sekadar dirancang sebagai kegiatan seremonial. Pengibaran bendera Golkar sepanjang satu kilometer di kawasan Bukit Piara Kuku, Tanarara, Kabupaten Sumba Timur pada 25 Oktober 2026 mendatang, dipersiapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi alam Sumba Timur sekaligus memperkuat hubungan partai dengan masyarakat.
Gagasan tersebut digagas Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI dari daerah pemilihan NTT II, Dr. Umbu Rudi Kabunang, SH., MH., bersama Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, yang kini menjabat Bupati Sumba Timur.
Selain pengibaran bendera, rangkaian perayaan HUT Golkar akan diisi Festival Drumband Pelajar tingkat SMP se-daratan Sumba. Kegiatan ini dirancang untuk melibatkan generasi muda melalui ruang ekspresi seni, kedisiplinan, kerja sama, dan pengenalan nilai-nilai kebangsaan.
โDrumband ini akan menyanyikan Mars Partai Golkar dan Hymne Partai Golkar,โ kata Umbu Rudi Kabunang, Senin (19/10/2026).
Festival tersebut juga memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah yang dipersiapkan Umbu Rudi Kabunang bersama para penyelenggara. Keterlibatan pelajar diharapkan menjadikan perayaan partai lebih terbuka bagi masyarakat, terutama generasi muda.
Bukit Piara Kuku dan Jalan Berkelok Tanarara
Bukit Piara Kuku di Tanarara menjadi salah satu titik yang hendak diperkenalkan melalui perayaan tersebut. Kawasan perbukitan Sumba Timur dikenal dengan bentang alam sabana, hamparan padang rumput, serta kontur jalan yang berkelok mengikuti lanskap perbukitan.
Karakter alam itu memberikan daya tarik tersendiri bagi wisata perjalanan, fotografi lanskap, dan promosi pariwisata berbasis alam. Jalan berkelok Tanarara menghadirkan sudut pandang yang memperlihatkan luasnya bentang perbukitan Sumba, terutama ketika padang rumput berubah warna mengikuti musim.
Di kawasan inilah bendera Golkar direncanakan membentang sepanjang satu kilometer. Bentangan tersebut berpotensi menjadi perhatian publik sekaligus menghadirkan pemandangan visual yang kuat ketika berpadu dengan garis jalan dan lanskap perbukitan.
Pengibaran bendera dalam skala tersebut juga menjadi cara penyelenggara menghadirkan perayaan yang berbeda dari kegiatan ulang tahun partai pada umumnya. Namun, daya tarik kegiatan ini tidak hanya terletak pada panjang bendera, melainkan juga pada kesempatan memperkenalkan Tanarara sebagai bagian dari kekayaan alam dan tujuan wisata Sumba Timur.
Kegiatan ini dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas promosi destinasi, menggerakkan partisipasi masyarakat, serta mendorong perhatian terhadap pengembangan pariwisata lokal. Aspek keselamatan peserta, pengguna jalan, dan kelestarian lingkungan juga perlu menjadi bagian penting dari pelaksanaan kegiatan di kawasan perbukitan tersebut.
Peran Golkar dalam Pembangunan Sumba Timur dan NTT
Perayaan HUT ke-62 ini berlangsung di tengah pentingnya sinergi antara kekuatan politik, pemerintah daerah, dan wakil rakyat dalam memperjuangkan pembangunan di NTT. Bagi Sumba Timur, tantangan pembangunan tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga pemerataan pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, akses terhadap pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan potensi daerah.
Dalam konteks tersebut, Partai Golkar memiliki ruang untuk menunjukkan perannya melalui kerja politik, fungsi representasi, dan keterlibatan kader dalam pemerintahan maupun lembaga legislatif.
Umbu Rudi Kabunang, melalui posisinya sebagai anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI dari Dapil NTT II, berada pada jalur representasi kepentingan masyarakat NTT di tingkat pusat. Peran anggota DPR RI antara lain memperjuangkan aspirasi konstituen, menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan, serta mendorong agar kebutuhan daerah memperoleh perhatian dalam kebijakan nasional.
Sementara itu, Umbu Lili Pekuwali menjalankan tanggung jawab pemerintahan sebagai Bupati Sumba Timur. Kedua posisi tersebut memiliki kewenangan yang berbeda, tetapi dapat saling melengkapi ketika komunikasi antara pemerintah daerah dan wakil rakyat berjalan baik.
Kebutuhan pembangunan Sumba Timur, misalnya, memerlukan koordinasi berkelanjutan antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Dukungan politik dan komunikasi lintas pemerintahan dapat membantu menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan program serta sumber daya pembangunan, sepanjang diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku.
Karena itu, peran Golkar di Sumba Timur dan NTT tidak hanya dapat dilihat dari kegiatan organisasi dan perayaan ulang tahun. Ukuran penting lainnya ialah sejauh mana aspirasi masyarakat dihimpun, diperjuangkan, dan ditindaklanjuti menjadi program yang manfaatnya dapat dirasakan warga.
Menghubungkan Kerja Politik dan Aspirasi Masyarakat
Kebersamaan Umbu Rudi Kabunang dan Umbu Lili Pekuwali dalam menggagas kegiatan HUT Golkar memperlihatkan keterlibatan dua kader partai yang kini menjalankan peran di tingkat nasional dan daerah. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat komunikasi organisasi sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat.
Bagi Umbu Rudi Kabunang, kegiatan di daerah pemilihan juga menjadi kesempatan untuk menjaga kedekatan dengan masyarakat yang diwakilinya di DPR RI. Sementara bagi Umbu Lili Pekuwali, posisi sebagai kepala daerah menempatkan pembangunan dan pelayanan publik sebagai tanggung jawab utama pemerintahan kabupaten.
Keduanya memiliki ruang kontribusi yang berbeda. Peran legislatif berhubungan dengan representasi, kebijakan, anggaran, dan pengawasan di tingkat nasional, sedangkan pemerintah kabupaten bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan masyarakat sesuai kewenangannya.
Sinergi keduanya akan semakin berarti apabila kegiatan organisasi disertai agenda yang menyentuh persoalan nyata warga, termasuk konektivitas wilayah, pengembangan ekonomi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemanfaatan potensi pariwisata.
Festival Drumband Pelajar dan Pesan bagi Generasi Muda
Festival Drumband Pelajar tingkat SMP se-daratan Sumba menjadi bagian lain dari perayaan yang patut mendapat perhatian. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut membuka kesempatan bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, membangun disiplin, dan belajar bekerja dalam tim.
Pemilihan Mars dan Hymne Partai Golkar sebagai bagian dari penampilan peserta sekaligus memperlihatkan identitas politik yang dibawa dalam acara tersebut. Penyelenggara diharapkan memastikan kegiatan berlangsung secara tertib, inklusif, dan sesuai dengan usia peserta, dengan tetap mengutamakan pendidikan, kreativitas, dan sportivitas.
Dengan hadiah puluhan juta rupiah, festival ini diharapkan dapat menarik partisipasi pelajar dari berbagai sekolah di Pulau Sumba. Pelaksanaan yang terorganisasi juga berpotensi memberi ruang bagi keterlibatan guru, orang tua, komunitas seni, serta pelaku usaha lokal.
Pada akhirnya, perayaan HUT ke-62 Golkar di Sumba Timur akan menghadirkan dua wajah kegiatan sekaligus: simbol politik melalui bendera sepanjang satu kilometer di Bukit Piara Kuku dan ruang kreativitas generasi muda melalui festival drumband.
Keduanya dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan Sumba Timur lebih luas. Namun, arti penting perayaan itu akan semakin kuat apabila semangat kebersamaan yang dibangun tidak berhenti pada seremoni, melainkan berlanjut dalam kerja nyata, pengawalan aspirasi, dan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat Sumba Timur serta Nusa Tenggara Timur.*/llt



Komentar