ATAMBUA,SELATANINDONESIA.COM – Sebanyak 660 pelari menyatukan langkah menempuh jarak 10 kilometer untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-110 Kota Atambua. Lebih dari sekadar adu ketahanan fisik, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan, sportivitas, dan semangat gotong royong dalam membangun Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Bupati Belu Willybrodus Lay, S.H., turut menyemangati peserta dalam kegiatan lari 10 kilometer yang berlangsung pada Sabtu (17/10/2026). Para pelari memulai perjalanan dari Gapura Selamat Datang Kota Atambua di Nenuk dan mengakhiri lomba di depan Plaza Perizinan Kabupaten Belu.
Kegiatan tersebut diikuti berbagai kalangan, termasuk unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, jajaran perangkat daerah, serta masyarakat. Hadir pula Dandim 1605/Belu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten Belu, dan Kepala Bea Cukai Belu.
Antusiasme ratusan peserta menjadi salah satu penanda kuatnya daya tarik olahraga sebagai ruang perjumpaan masyarakat. Meski persiapan kegiatan berlangsung dalam waktu relatif singkat, jumlah peserta mencapai 660 orang.
Bupati Willybrodus Lay mengapresiasi partisipasi masyarakat yang dinilainya melampaui ekspektasi penyelenggaraan.
“Walaupun persiapannya singkat, jumlah peserta mencapai 660 orang. Ini luar biasa,” ujar Willybrodus.
Menurut dia, olahraga memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar menjaga kebugaran tubuh. Kegiatan olahraga massal juga dapat menumbuhkan disiplin, sportivitas, solidaritas, serta semangat untuk bergerak bersama mencapai tujuan.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, relevan dengan upaya membangun Kabupaten Belu yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Belu sebagai rumah bersama
Dalam momentum peringatan 110 tahun Kota Atambua, Willybrodus mengajak masyarakat untuk menjadikan kebersamaan yang terbangun melalui olahraga sebagai modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa kemajuan Belu tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan sinergi antarlembaga.
“Mari kita bersemangat membangun Kabupaten Belu ke depan yang lebih baik. Belu adalah rumah kita bersama,” tegasnya.
Pesan tersebut memberikan makna lebih luas bagi kegiatan lari 10 kilometer. Di sepanjang rute, para peserta tidak hanya membawa semangat untuk mencapai garis finis, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan perjalanan panjang Kota Atambua yang telah berusia 110 tahun.
Peringatan hari jadi kota pun menjadi kesempatan untuk memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat terhadap daerahnya. Olahraga menjadi salah satu medium untuk mempertemukan pemerintah, aparat, komunitas, dan warga dalam suasana yang setara.
Kegiatan lari tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-110 Kota Atambua. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Belu berharap semangat persatuan, persaudaraan, dan gotong royong terus tumbuh sebagai fondasi pembangunan.
Bagi Belu, garis finis bukanlah akhir dari perjalanan. Semangat yang dibangun melalui 10 kilometer itu diharapkan berlanjut dalam langkah nyata seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan daerah yang semakin harmonis, bersahabat, dan berdaya saing.*/ProkopimBelu/llt



Komentar