GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Politik Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / ASN Sumba Tengah Didorong Jadi Pionir Penanaman Kopi, 300.000 Benih Disiapkan, Rujab Bupati Jadi Lokasi Persemaian

ASN Sumba Tengah Didorong Jadi Pionir Penanaman Kopi, 300.000 Benih Disiapkan, Rujab Bupati Jadi Lokasi Persemaian

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu saat memimpin apel kekuatan ASN di Waibakul, Senin (21/9/2026). foto: prokopimSTeng

WAIBAKUL,SELATANINDONESIA.COM โ€” Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, mendorong aparatur sipil negara atau ASN menjadi pelopor gerakan penanaman kopi robusta. Gerakan itu diposisikan bukan sekadar sebagai program penghijauan, melainkan sebagai investasi ekonomi jangka panjang bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu saat memimpin apel kekuatan ASN di Waibakul, Senin (21/9/2026). Apel dihadiri Wakil Bupati Sumba Tengah martinus Umbu Djoka, staf ahli, para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah, staf, dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

Bupati Paulus meminta ASN tidak hanya menjadi pelaksana kebijakan pemerintah, tetapi juga memberikan contoh langsung kepada masyarakat melalui kegiatan produktif yang dapat dikembangkan dari lingkungan masing-masing.

“Kita membutuhkan 100 orang untuk menjadi penggerak. Bagi siapa saja ASN yang memiliki niat yang tulus, bisa segera mendaftarkan diri langsung kepada Bupati,” kata Bupati Paulus.

Para ASN yang menjadi pionir nantinya akan dilibatkan dalam penanaman sekitar 500 hingga 1.000 benih kopi. Mereka juga akan mendapatkan pembekalan mengenai perlakuan, pemeliharaan, dan pengembangan tanaman kopi.

Fraksi Golkar DPR RI Setujui Hasil Pembahasan RUU Reforma Agraria, Umbu Rudi Kabunang Soroti Pemulihan Hak dan Kepastian Hukum

Disiapkan 300.000 Benih Kopi

Bupati Paulus menjelaskan, gerakan penanaman kopi tersebut merupakan bagian dari program PK POM Plus yang telah dipersiapkan selama sekitar satu tahun. Penanaman secara lebih luas direncanakan mulai Desember 2026 hingga Januari 2027.

Dari proses persemaian yang telah dilakukan, pemerintah daerah telah menyiapkan sekitar 280.000 benih kopi. Jumlah itu akan ditambah sekitar 20.000 benih sehingga total persediaan mencapai 300.000 benih kopi.

“Setelah satu tahun, kita akan mulai tanam pada bulan Desember dan Januari. Direncanakan ada 250 ribu yang kita tanam. Kopi yang sudah disemaikan saat ini mencapai 280 ribu, kemudian ada tambahan 20 ribu sehingga menjadi 300 ribu benih kopi,” ujarnya.

Selain kopi, pemerintah daerah juga menyiapkan sekitar 25.000 benih jambu mete. Dengan demikian, total benih kopi dan jambu mete yang disiapkan mencapai sekitar 325.000 benih.

Wamendagri Ribka Haluk di Kupang, Gubernur Melki Laka Lena: Jaga Persatuan NTT-Papua, Hijaukan Bumi Flobamorata

Bupati Paulus menilai persiapan tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun basis ekonomi produktif di Sumba Tengah melalui komoditas perkebunan.

Dimulai dari Pekarangan ASN

Gerakan penanaman kopi juga diarahkan untuk dimulai dari lingkungan rumah ASN. Setiap ASN nantinya akan memperoleh 25 anakan tanaman.

Namun, sebelum menerima tanaman, ASN diminta menyiapkan lubang tanam, pupuk, serta tanaman pelindung. Penyaluran anakan direncanakan dilakukan pada Desember 2026 dan Januari 2027 melalui koordinasi dengan pimpinan perangkat daerah masing-masing.

Pemerintah daerah berharap pola tersebut dapat membuat gerakan penanaman kopi tidak berhenti pada lingkungan pemerintahan. ASN diharapkan menjadi contoh yang kemudian diikuti masyarakat di desa dan kelurahan.

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Ekonomi NTT Tumbuh 5,01 Persen, Dorong Dampak Nyata bagi Masyarakat

Dengan pola itu, penanaman kopi diharapkan berkembang dari gerakan individu menjadi gerakan ekonomi produktif berbasis masyarakat.

Rumah Jabatan Jadi Lokasi Persemaian

Untuk menjamin ketersediaan tanaman secara berkelanjutan, persemaian kopi juga dilakukan di rumah jabatan bupati. Saat ini terdapat sekitar 10.000 benih kopi yang telah disiapkan, sementara tambahan sekitar 20.000 benih sedang dipersiapkan untuk pengembangan berikutnya.

Benih yang tersedia memiliki variasi umur, mulai dari satu tahun hingga lima tahun. Perbedaan umur tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan tanaman sekaligus pembelajaran mengenai pertumbuhan kopi.

Menurut Bupati Paulus, proses pemeliharaan benih juga dilakukan dengan perlakuan berbeda, termasuk penggunaan pupuk berbahan berbagai jenis kotoran hewan dan unggas. Perbedaan perlakuan tersebut digunakan untuk melihat respons pertumbuhan tanaman.

Proses tersebut diharapkan menghasilkan pengetahuan praktis mengenai teknik pemeliharaan yang sesuai sehingga produktivitas tanaman kopi dapat dikembangkan secara lebih optimal.

Dari Gerakan Menanam ke Investasi Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menempatkan pengembangan kopi sebagai bagian dari strategi membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru. Karena itu, keterlibatan ASN diarahkan tidak berhenti pada aktivitas menanam, tetapi berlanjut pada pemeliharaan dan pengembangan tanaman.

Bupati Paulus meminta ASN yang memiliki komitmen untuk mengambil peran sebagai pionir. Mereka diharapkan menjadi contoh bahwa tanaman kopi dapat dipelihara secara serius hingga memberikan nilai ekonomi.

Gerakan tersebut sekaligus diarahkan untuk membangun kesadaran bahwa investasi tidak selalu berbentuk uang atau aset berwujud. Tanaman yang dipelihara sejak sekarang juga dapat menjadi aset produktif yang manfaatnya baru dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui penanaman kopi dan jambu mete, pemerintah daerah berharap terbentuk ekosistem ekonomi berbasis perkebunan yang melibatkan pemerintah, ASN, masyarakat, dan pelaku usaha.

Bagi Sumba Tengah, gerakan tersebut bukan hanya soal berapa banyak benih yang ditanam. Tantangan berikutnya adalah memastikan tanaman tumbuh, dipelihara, menghasilkan, dan pada akhirnya memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Di hadapan jajaran ASN, Bupati juga mengingatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus dibangun melalui kepedulian dan kemauan untuk berbagi.

“Kebahagiaan sejati bukan dari kuasa, peran dan harta, tetapi dari hati dan kasih yang mau membagi,” ujarnya.

Pesan itu sekaligus menjadi penutup ajakan agar gerakan menanam di Sumba Tengah tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah daerah ingin menjadikannya sebagai gerakan ekonomi yang dipersiapkan sejak sekarang untuk memberikan manfaat bagi generasi mendatang.*/prokopimSTeng/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement