GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Gubernur NTT Nusantara Pemerintah Propinsi NTT
Beranda / Pemerintah Propinsi NTT / Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Ekonomi NTT Tumbuh 5,01 Persen, Dorong Dampak Nyata bagi Masyarakat

Wamendagri Ribka Haluk Apresiasi Ekonomi NTT Tumbuh 5,01 Persen, Dorong Dampak Nyata bagi Masyarakat

Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk saat menjadi pembina Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara Pemerintah Provinsi NTT di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Kupang, Senin (21/9/2026). foto: radith

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ€” Pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur yang mencapai 5,01 persen secara tahunan dinilai sebagai capaian positif di tengah tantangan geografis dan topografi wilayah tersebut. Namun, pertumbuhan ekonomi itu dinilai belum cukup jika belum berdampak langsung pada penurunan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk saat menjadi pembina Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara Pemerintah Provinsi NTT di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Kupang, Senin (21/9/2026).

Wamendagri Ribka mengatakan, capaian pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memperkuat inovasi, memperluas investasi, dan memberikan kemudahan pelayanan agar aktivitas ekonomi semakin berkembang.

“Dalam kemajuan daerah ada dua hal yang penting, yaitu mesin pemerintah dan sektor swasta sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi,” kata Wamendagri Ribka.

Menurut dia, capaian pertumbuhan ekonomi NTT menjadi hal yang patut diapresiasi mengingat karakter wilayah NTT yang terdiri atas banyak pulau dengan kondisi geografis dan topografi yang tidak mudah.

Fraksi Golkar DPR RI Tekankan Hak Rakyat dalam RUU Reforma Agraria, Umbu Kabunang Soroti Pemulihan Hak dan Kepastian Hukum

Meski demikian, ia mengingatkan masih adanya pekerjaan rumah berupa kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Karena itu, ASN diminta memastikan setiap program pembangunan tidak berhenti pada capaian administratif, tetapi memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat.

“ASN harus memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat bagi masyarakat. Di samping itu masih terdapat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Bersama kita pastikan agar kemiskinan dan kemiskinan ekstrem dapat diturunkan lagi melalui komitmen bersama,” ujarnya.

Dorong Investasi dan Inovasi

Wamendagri Ribka meminta pemerintah daerah tidak menjadikan keterbatasan kapasitas fiskal sebagai alasan untuk memperlambat pembangunan. Pemerintah daerah, menurut dia, perlu lebih aktif menjemput investasi dengan menciptakan inovasi serta menyederhanakan pelayanan dan perizinan.

“Jika kapasitas fiskal rendah maka perlu menjemput bola, berinovasi, dan mempermudah perizinan daerah sehingga sektor swasta juga bisa masuk ke daerah,” katanya.

Wamendagri Ribka Haluk di Kupang, Gubernur Melki Laka Lena: Jaga Persatuan NTT-Papua, Hijaukan Bumi Flobamorata

Ia juga mendorong ASN NTT mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki daerah, terutama sektor pertanian dan kelautan.

NTT, kata Wamendagri Ribka, tidak boleh hanya bertumpu pada pola pembangunan yang sudah berjalan. Inovasi diperlukan agar potensi daerah dapat menghasilkan nilai tambah sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kita perlu melakukan inovasi terus-menerus, seperti sektor pertanian. Kita tidak boleh pasrah dengan kondisi yang ada. Inovasi perlu terus dilakukan. Kemudian potensi kelautan yang terus memberi kontribusi,” ujarnya.

Wamendagri Ribka juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov NTT, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, sektor swasta, dan berbagai pihak yang dinilai telah mendukung pelaksanaan program pemerintah pusat di daerah.

Ia meminta visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045 serta agenda Asta Cita diterjemahkan ke dalam program yang konkret hingga tingkat daerah.

FN Pordasi Pacu NTT Usulkan Revitalisasi Gelora Pada Eweta untuk PON XXII 2028

“Program-program tersebut dapat di-break down dengan baik sebagai mesin penggerak agar pemerintah daerah dapat terus maju,” katanya.

PPPK Paruh Waktu

Dalam apel tersebut, Wamendagri Ribka juga menyampaikan mengenai kebijakan pemerintah pusat terkait tenaga PPPK paruh waktu. Ia mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan agar PPPK paruh waktu dapat beralih menjadi PPPK penuh waktu dengan pembiayaan dari pemerintah pusat.

“Permasalahan besar adalah PPPK paruh waktu yang akan dibiayai penuh oleh pemerintah pusat. Ini adalah diskresi besar dari Presiden RI,” ujarnya.

Selain persoalan pembangunan ekonomi, Wamendagri Ribka mengapresiasi langkah Pemprov NTT dalam menjaga pengendalian inflasi serta penanganan dampak bencana gempa bumi di Pulau Flores.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dalam kesempatan tersebut, Ribka menyampaikan duka cita atas penembakan terhadap tiga ASN di Papua Pegunungan.

PAD dan Inflasi

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan, pemerintah provinsi terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui optimalisasi berbagai potensi yang tersedia.

Menurut Gubernur Melki, peningkatan PAD harus dilakukan tanpa membebani masyarakat. Optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah diarahkan untuk memperkuat kapasitas fiskal sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan.

Gubernur Melki juga menegaskan pengendalian inflasi membutuhkan kerja bersama, terutama dalam memastikan ketersediaan barang, kecukupan pasokan, dan kestabilan harga.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov NTT untuk menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ayo Bangun NTT: PAD optimal, inflasi terkendali, masyarakat sejahtera.”

Menanam Pohon, Menghijaukan NTT

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon di kawasan taman Kantor Gubernur NTT. Aksi tersebut menjadi simbol gerakan penghijauan yang diharapkan tidak berhenti di lingkungan pemerintahan.

Wamendagri Ribka mengatakan penghijauan merupakan bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Asri. Ia mengajak masyarakat NTT memulai gerakan tersebut dari lingkungan terdekat, termasuk halaman rumah masing-masing.

“Penghijauan ini dilakukan untuk mewujudkan Indonesia Asri. Diharapkan segenap masyarakat NTT secara masif melakukan penanaman pohon, dimulai dari pekarangan rumah masing-masing,” kata Wamendagri Ribka.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyambut baik arahan tersebut. Ia mengatakan penanaman pohon di lingkungan Kantor Gubernur harus menjadi awal dari gerakan penghijauan yang lebih luas.

“Kita berada di wilayah yang cukup gersang. Kegiatan hari ini harus ditindaklanjuti oleh seluruh masyarakat, dimulai dari rumah masing-masing. Mari kita hijaukan bumi NTT,” ujar Wagub Johni.

Apel Kesadaran ASN dan penanaman pohon tersebut dihadiri Johni Asadoma, Sekretaris Daerah Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo, para staf ahli gubernur, para asisten Sekda, pimpinan perangkat daerah, serta jajaran ASN Pemerintah Provinsi NTT.*/faratherik/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement