GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Gubernur NTT Pemerintah Propinsi NTT
Beranda / Pemerintah Propinsi NTT / Delapan Bulan Menunggu, Fransiskus Sales Sodo Besok Dilantik Jadi Sekda NTT

Delapan Bulan Menunggu, Fransiskus Sales Sodo Besok Dilantik Jadi Sekda NTT

Fransiskus Sales Sodo

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ€” Penantian panjang Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk memiliki Sekretaris Daerah definitif segera berakhir. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dijadwalkan melantik Fransiskus Sales Sodo sebagai Sekda NTT, Jumat (28/8/2026) sore.

Kepastian mengenai agenda pelantikan mulai terang pada Kamis (27/8/2026), setelah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTT Kanisius Mau memastikan persiapan pelantikan tengah dilakukan.

โ€œPelantikan dijadwalkan jam 16.30 di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT,โ€ kata Kanisius yang dikonfirmasi wartawan.

Menurut dia, BKD bersama organisasi perangkat daerah terkait masih menggelar rapat untuk mematangkan persiapan teknis pelantikan.

Rencana tersebut sekaligus menjadi ujung dari proses panjang pengisian jabatan Sekda NTT yang berlangsung sejak akhir 2025. Selama hampir delapan bulan, posisi strategis tersebut belum ditempati pejabat definitif.

Pemulihan Flores Pascagempa Jadi Prioritas, Presiden Prabowo dan Gubernur NTT Perkuat Pendidikan, Konektivitas, dan Ekonomi

Berawal dari Seleksi Terbuka

Fransiskus Sales Sodo bukan nama yang tiba-tiba muncul di penghujung proses. Ia merupakan satu dari tiga nama yang dinyatakan lolos seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda NTT.

Dua nama lain yang masuk tiga besar adalah Ruth Diana Laiskodat dan Servulus Bobo Riti.

Berdasarkan pengumuman resmi Pemerintah Provinsi NTT, ketiga nama tersebut ditetapkan setelah seluruh tahapan seleksi rampung dan memperoleh rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tahapannya mencakup seleksi administrasi, uji kompetensi manajerial dan sosial-kultural, kompetensi bidang, hingga wawancara akhir.

Rekomendasi BKN tertanggal 17 Januari 2026 kemudian menjadi salah satu dasar penetapan tiga besar calon Sekda NTT. Pemerintah Provinsi NTT menegaskan, urutan nama dalam pengumuman tersebut disusun berdasarkan abjad, bukan peringkat nilai.

Sinergi Bank NTT dan Pemkab Sumba Barat, CSR Rp254 Juta Dialokasikan untuk Pembangunan PSU

Fransiskus saat itu masih menjabat sebagai Sekda Kabupaten Manggarai Barat. Masuknya nama birokrat dari luar lingkup Pemerintah Provinsi NTT kemudian ikut menjadi bagian dari perbincangan mengenai sosok yang paling tepat mendampingi gubernur mengelola birokrasi provinsi.

Pada Januari 2026, ketiga nama tersebut selanjutnya diajukan ke pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri untuk proses penetapan satu nama sebagai Sekda definitif.

Dari Tiga Nama ke Penantian Panjang

Setelah tiga nama dikirimkan ke pemerintah pusat, proses tidak serta-merta berujung pada pelantikan.

Bulan demi bulan berlalu. Pada pertengahan 2026, belum adanya keputusan definitif mulai memunculkan pertanyaan di ruang publik dan lingkungan birokrasi NTT.

Flores Tidak Sendiri, Presiden Prabowo Datang Memastikan Negara Hadir untuk Pemulihan Pascagempa

Lamanya proses bahkan menjadi sorotan karena jabatan Sekda memiliki posisi penting dalam pemerintahan daerah. Sekda bukan hanya pejabat administratif, tetapi juga penghubung antara kebijakan kepala daerah dan pelaksanaan pemerintahan sehari-hari.

Pada Juli 2026, ketika keputusan dari pemerintah pusat belum juga diterima, muncul perdebatan mengenai apakah hasil seleksi masih dapat diubah atau dibatalkan. Sejumlah pihak menilai proses seleksi yang telah berjalan sesuai prosedur semestinya menjadi dasar untuk melanjutkan tahapan penetapan, bukan mengulang proses dari awal.

Di tengah ketidakpastian itu, roda pemerintahan tetap harus berjalan. Setelah Flouri Rita Wuisan memasuki masa purnatugas sebagai ASN pada 30 Juni 2026, Gubernur Melki menyerahkan tugas Pelaksana Harian Sekda kepada Yohanes Oktovianus.

Penunjukan itu menjadi penanda bahwa Pemprov NTT masih berada dalam masa transisi sembari menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai Sekda definitif.

Nama Fransiskus Kembali Menguat

Menjelang akhir Agustus, dinamika berubah cepat. Nama Fransiskus Sales Sodo kembali menguat setelah muncul informasi bahwa keputusan penetapan Sekda definitif telah diterbitkan pemerintah pusat. Informasi tersebut kemudian diikuti dengan persiapan pelantikan di Kupang.

Gubernur Melki Laka Lena juga mengonfirmasi bahwa SK Sekda definitif telah diambil dari pemerintah pusat. Ia menyebut Kepala BKD NTT Kanisius Mau tengah menyiapkan proses pelantikan.

Kanisius kemudian membenarkan bahwa SK tersebut telah diambil dan pihaknya sedang berkoordinasi untuk pelantikan.

Dengan demikian, proses yang sempat berlarut-larut sejak seleksi akhir 2025 kini memasuki tahap terakhir.

Jika tidak ada perubahan agenda, Jumat sore Fransiskus Sales Sodo akan resmi menjadi Sekda NTT. Pelantikan dijadwalkan berlangsung pukul 16.30 WITA di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT.

Tantangan setelah Pelantikan

Pelantikan bukan akhir dari dinamika pengisian jabatan Sekda NTT. Justru setelah dilantik, Fransiskus akan menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan birokrasi provinsi bergerak lebih solid.

Sekda merupakan posisi sentral dalam mengoordinasikan organisasi perangkat daerah dan menerjemahkan agenda kepala daerah ke dalam kerja birokrasi. Karena itu, kehadiran Sekda definitif diharapkan mengakhiri masa transisi sekaligus memberikan kepastian komando administratif di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

Bagi Fransiskus, perpindahan dari Sekda Kabupaten Manggarai Barat ke Sekda Provinsi NTT juga berarti perubahan skala tanggung jawab. Ia tidak lagi hanya mengelola birokrasi satu kabupaten, tetapi akan berhadapan dengan seluruh mesin pemerintahan provinsi.

Sementara bagi Gubernur Melki Laka Lena, pelantikan tersebut menutup satu babak panjang pencarian Sekda dan membuka babak baru: membuktikan bahwa pasangan kepemimpinan politik dan birokrasi mampu bekerja dalam satu arah untuk menjalankan agenda pembangunan NTT.

Setelah berbulan-bulan menunggu keputusan dari pusat, pertanyaan mengenai siapa yang akan mengisi kursi Sekda NTT akhirnya mendapat jawaban. Kini perhatian bergeser pada bagaimana Fransiskus Sales Sodo menggunakan mandat tersebut untuk menggerakkan birokrasi NTT.*/ab/llt

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement