GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Pinu Pahar, Umbu Rudi Kabunang Ajak Warga Rawat Persatuan dari Desa

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI di Pinu Pahar, Umbu Rudi Kabunang Ajak Warga Rawat Persatuan dari Desa

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang, SH., MH, di Tawui, Kecamatan Pinu Pahar, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (19/7/2026).

SUMBATIMUR,SELATANINDONESIA.COM โ€” Nilai-nilai kebangsaan tidak hanya menjadi materi yang dibicarakan di ruang-ruang pendidikan atau pemerintahan. Di tengah kehidupan masyarakat pedesaan, nilai tersebut diuji melalui cara warga menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta bergotong royong menghadapi persoalan sehari-hari.

Pesan itu mengemuka dalam Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang, SH., MH, di Tawui, Kecamatan Pinu Pahar, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu (19/7/2026).

Sekitar 150 warga dari sejumlah desa menghadiri kegiatan tersebut. Para peserta sebagian besar merupakan petani dan peternak, disertai perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta unsur perempuan.

Umbu Rudi didampingi tokoh agama dan budaya, Pdt. Abraham Litinau, serta tokoh masyarakat dan pemuda Umbu Aryad Tunggu Djama. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat. Warga tidak hanya mendengarkan pemaparan mengenai Empat Pilar MPR RI, tetapi juga berdiskusi mengenai kehidupan masyarakat dan tantangan menjaga persatuan di tengah perubahan zaman.

Empat Pilar yang disosialisasikan mencakup Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Gempa Meruntuhkan Sekolah, Bukan Mimpi Anak-anak Flores, Ambros Kodo: Dikbud NTT Salurkan Bantuan Pendidikan Rp2,4 M

Umbu Rudi mengatakan, pemahaman terhadap Empat Pilar tidak cukup berhenti pada kemampuan menghafalkan Pancasila atau menyebutkan semboyan persatuan. Nilai-nilai tersebut, menurut dia, harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari.

โ€œKami hadir bukan hanya untuk menyampaikan materi, tetapi juga untuk menyambung rasa dan silaturahmi. Nilai-nilai kebangsaan harus dijaga agar NKRI tetap menjadi harga mati bagi kita semua,โ€ ujar Umbu Rudi.

Ia menilai masyarakat di daerah memiliki peran penting dalam menjaga fondasi kebangsaan. Kehidupan masyarakat desa yang masih kuat dengan semangat gotong royong, hubungan kekerabatan, serta penghormatan terhadap tokoh adat dan agama menjadi modal sosial untuk merawat persatuan.

Menurut Umbu Rudi, tantangan kebangsaan saat ini tidak hanya datang dalam bentuk konflik terbuka. Arus informasi yang begitu cepat melalui media sosial juga dapat memunculkan hoaks, provokasi, dan perbedaan pandangan yang berpotensi memecah masyarakat.

Karena itu, penguatan nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika perlu dilakukan secara terus-menerus, termasuk melalui perjumpaan langsung antara wakil rakyat dan masyarakat di daerah.

Dua Warga NTT Ditembak dalam Tugas Kemanusiaan di Papua, Umbu Rudi Kabunang: Kejar, Tangkap, dan Proses Hukum Pelaku

โ€œJangan sampai perbedaan pilihan, pendapat, ataupun kepentingan membuat kita kehilangan persaudaraan,โ€ kata dia.

Bagi masyarakat Pinu Pahar yang sebagian besar menggantungkan kehidupan sebagai petani dan peternak, nilai persatuan juga memiliki makna praktis. Gotong royong dan saling membantu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai keterbatasan.

Tokoh masyarakat dan pemuda setempat, Umbu Aryad Tunggu Djama, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia menilai kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat penting, terutama untuk memberikan pemahaman kebangsaan kepada generasi muda.

Menurut dia, generasi muda menghadapi tantangan yang berbeda karena semakin terbuka terhadap informasi dari luar. Penguatan karakter dan kesadaran kebangsaan diperlukan agar keterbukaan tersebut tidak mengikis rasa persaudaraan dan kecintaan terhadap bangsa.

Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan itu menunjukkan antusiasme warga. Mereka memanfaatkan forum tersebut untuk berinteraksi langsung dengan wakil rakyat sekaligus memperkuat pemahaman tentang pentingnya menjaga persatuan dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan desa.

Dari Bendung Moresa ke Jalan Oeleโ€“Batulilok, Paulus Henuk Menakar Wajah Pembangunan Rote Ndao

Umbu Rudi menegaskan, sosialisasi Empat Pilar harus menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan masyarakat sekaligus menjaga keutuhan bangsa. Menurut dia, pembangunan di daerah membutuhkan masyarakat yang tetap bersatu, saling menghargai, dan memiliki kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Dari Tawui, pesan kebangsaan itu kembali ditegaskan: menjaga Indonesia bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga pekerjaan bersama masyarakat, termasuk dari desa-desa di pelosok Sumba Timur.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement