Rakernas Konfederasi Nasional (KN) Pordasi 2026 menjadi momentum evaluasi organisasi, penguatan tata kelola, dan percepatan pembinaan prestasi empat cabang olahraga berkuda menuju PON XXII/2028.
JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM โ Langkah besar menuju kebangkitan olahraga berkuda Indonesia mulai disusun secara lebih terarah. Melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-2 Tahun 2026 yang digelar di The Hermitage Hotel, Kamis (18/6/2026), Konfederasi Nasional Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia menegaskan komitmennya membangun organisasi yang lebih modern sekaligus memperkuat fondasi pembinaan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional XXII di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.
Mengusung tema โNew Branding Dalam Organisasi Dalam Rangka Mendukung Road to PON XXII/2028โ, Rakernas tahun ini tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi. Forum tersebut diposisikan sebagai momentum konsolidasi nasional untuk menyatukan visi empat Federasi Nasional (FN) anggota KN Pordasi, yakni FN Pordasi Pacu, FN Pordasi Equestrian, FN Pordasi Berkuda Memanah (PBM), dan FN Pordasi Polo, dalam satu arah pembinaan prestasi yang terukur dan berkelanjutan.
Rakernas pada hakikatnya merupakan forum evaluasi dan penyusunan arah kebijakan organisasi. Dalam berbagai organisasi nasional, forum ini menjadi sarana untuk mengukur capaian program sebelumnya sekaligus merumuskan strategi baru guna menjawab tantangan yang dihadapi.
Ketua Presidium KN Pordasi, Triwatty Marciano, menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi fase penting dalam perjalanan organisasi berkuda nasional. Setelah pelaksanaan Rakernas 2025, seluruh program yang telah dijalankan perlu dievaluasi secara menyeluruh agar organisasi mampu bergerak lebih efektif menghadapi target-target besar di masa mendatang.
“Rakernas tahun ini harus menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis yang mampu memperkuat organisasi dan meningkatkan prestasi olahraga berkuda Indonesia,” ujar Triwatty.
Bagi cabang pacuan kuda, Rakernas kali ini memiliki arti strategis. Dalam beberapa tahun terakhir, olahraga pacu terus menunjukkan perkembangan melalui meningkatnya jumlah kejuaraan, pembinaan daerah, serta lahirnya sejumlah kuda dan joki potensial dari berbagai provinsi. Namun, tantangan yang dihadapi juga tidak sedikit, mulai dari peningkatan kualitas kompetisi, standarisasi penyelenggaraan, hingga kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di bidang kepelatihan dan perwasitan.
Karena itu, penguatan tata kelola organisasi menjadi salah satu isu utama yang dibahas dalam Rakernas. KN Pordasi menilai bahwa prestasi tidak mungkin lahir tanpa organisasi yang sehat, transparan, dan memiliki arah pembangunan yang jelas.
Selain evaluasi program Rakernas 2025, forum ini membahas dua agenda besar lainnya, yakni penguatan organisasi di lingkungan KN Pordasi dan strategi pembinaan prestasi olahraga berkuda nasional. Seluruh hasil pembahasan akan dituangkan dalam keputusan resmi Rakernas yang menjadi pedoman pelaksanaan program pada periode berikutnya.
Sorotan utama tertuju pada persiapan menuju PON XXII/2028 NTTโNTB. Ajang olahraga terbesar di Indonesia tersebut dipandang sebagai momentum penting bagi seluruh disiplin olahraga berkuda untuk menunjukkan peningkatan kualitas pembinaan atlet daerah.
Tidak hanya itu, KN Pordasi juga mulai mematangkan rencana penyelenggaraan PON Berkuda pertama yang ditargetkan berlangsung pada 2027. Gagasan tersebut diharapkan menjadi terobosan baru dalam memperluas ruang kompetisi sekaligus mempercepat pemerataan pembinaan atlet di seluruh Indonesia.
Menurut Triwatty, keberhasilan program pembinaan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi kuat antara federasi nasional, pengurus provinsi, klub, pelatih, pemilik kuda, hingga para atlet agar seluruh program yang disusun dapat berjalan efektif.
“Kami berharap seluruh Federasi Nasional aktif memberikan masukan sehingga keputusan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan organisasi sekaligus kebutuhan pembinaan prestasi,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Staf Ahli KN Pordasi, Thony Saut Situmorang, mengingatkan pentingnya optimisme dalam membangun olahraga prestasi. Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan besar untuk menghadirkan kebanggaan nasional di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi bangsa.
Ia menilai keberhasilan olahraga tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari kemampuan organisasi menciptakan sistem pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan. Karena itu, setiap keputusan yang lahir dari Rakernas harus memiliki orientasi jangka panjang dan mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Bagi olahraga pacuan kuda, arah kebijakan tersebut menjadi sinyal positif. Sebagai salah satu disiplin olahraga berkuda yang memiliki sejarah panjang di Indonesia, pacuan kuda membutuhkan dukungan pembinaan yang lebih sistematis agar mampu bersaing di level internasional. Kehadiran program pembinaan yang terintegrasi dari pusat hingga daerah diharapkan mampu melahirkan lebih banyak atlet, joki, dan kuda pacu berkualitas.
Rakernas KN Pordasi 2026 pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar forum organisasi. Di dalamnya tersimpan harapan besar untuk membangun ekosistem olahraga berkuda yang semakin profesional, modern, dan berprestasi. Dengan PON XXII/2028 yang semakin dekat, seluruh pemangku kepentingan kini dituntut bergerak lebih cepat agar target peningkatan prestasi dapat diwujudkan.
Bagi dunia pacuan kuda Indonesia, inilah saatnya menatap masa depan dengan optimisme baru: memperkuat organisasi, memperluas pembinaan, dan mempersiapkan atlet terbaik untuk membawa Merah Putih berkibar lebih tinggi di arena nasional maupun internasional.

Stadion Gelora Pada Eweta di Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, lokasi diselenggarakan Kejurnas Pacuan Kuda Tradiisional Tanpa Pelana yang rencananya pada bulan Agustus 2026 mendatang. Foto: dok. Burhan Sumba
Ketua Pengprov Federasi Nasional Pordasi Pacu NTT, Dr. Umbu Rudi Kabunang mengatakan, Ketua Presidium KN Pordasi, Triwatty Marciano bersama sang suami yang adalah Ketua Umum KONI Pusat, Bapak Letjen TNI (Purn) Marciano Norman akan berkunjung ke Sumba Barat menghadiri Turnamen Pacuan Kuda Bupati Sumba Barat Cup pada 17 Juli 2026 mendatang.
โIbunda Triwatty Marciano bersama sang suami yang merupakan Ketua Umum KONI Pusat, Bapak Letjen TNI (Purn) Marciano Norman akan menonton langsung dan melihat situasi dan kondisi Gelora Pada Eweta serta meninjau potensi dan perkembangan Sumba Barat yang telah ditetapkan menjadi tuan rumah pelaksanaan Cabor Berkuda Pacu pada PON XXII tahun 2028 nanti,โ sebut Umbu Rudi Kabunang.
Selain itu, impian besar Ibunda Triwatty Marciano bersama sang suami Bapak Letjen TNI (Purn) Marciano Norman agar menjadikan kuda Sandelwood sebagai kuda andalan untuk tampil dalam pacuan-pacuan tingat Nasional dan Internasional akan terwujud, setelah kedua tokoh itu melihat langsung potensi kuda di empat Kabupaten di pulau Sumba.*/llt




Komentar