KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kabupaten Kupang yang sedianya digelar di Hotel Sahid T-More Kupang, Minggu (31/5/2026), batal dilaksanakan. Forum yang menjadi momentum penentuan arah kepemimpinan partai di tingkat kabupaten itu terpaksa ditunda setelah para peserta pra-Musda belum mencapai kesepakatan melalui mekanisme musyawarah mufakat yang selama ini menjadi tradisi dalam pengambilan keputusan internal Golkar.
Penundaan tersebut mengindikasikan bahwa proses konsolidasi politik di tubuh Golkar Kabupaten Kupang masih berlangsung. Di tengah berbagai komunikasi yang telah dibangun menjelang pelaksanaan Musda, ruang kompromi antarpemegang hak suara belum menghasilkan titik temu yang memungkinkan forum dilanjutkan.
Ketua Panitia Musda, Octovianus Djefri Pieter La’a, mengatakan keputusan penundaan diambil berdasarkan hasil pra-Musda yang belum mencapai kesepakatan bersama.
“Musda Kabupaten Kupang ditunda karena belum tercapai musyawarah mufakat sesuai hasil pra-Musda,” ujarnya.
Menurut Octovianus, musyawarah mufakat merupakan tahapan yang lazim ditempuh dalam pelaksanaan Musda Partai Golkar di berbagai daerah. Melalui forum pra-Musda, seluruh unsur partai diharapkan dapat menyatukan pandangan sebelum agenda resmi dibuka, sehingga proses pemilihan dan penetapan kepemimpinan berlangsung dalam suasana yang kondusif dan solid.
Namun hingga menjelang pembukaan Musda, kesepahaman tersebut belum terbangun. Karena itu, pelaksanaan forum diputuskan untuk ditunda sambil memberi ruang bagi proses komunikasi dan penjajakan lebih lanjut di internal partai.
Panitia kini menunggu arahan dan koordinasi bersama DPD I Partai Golkar NTT serta DPP Partai Golkar guna menentukan jadwal pelaksanaan ulang. Musda diperkirakan dapat kembali digelar dalam kurun waktu dua minggu hingga satu bulan ke depan, menyesuaikan agenda organisasi di tingkat provinsi maupun pusat.
Bagi Golkar Kabupaten Kupang, penundaan ini bukan sekadar perubahan jadwal. Lebih dari itu, forum tersebut mencerminkan masih berlangsungnya proses pencarian konsensus di antara berbagai kekuatan internal partai. Di tengah dinamika yang berkembang, musyawarah tetap menjadi jalan yang dipilih untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus memastikan keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi yang kuat dari seluruh unsur partai.*/ab/llt



Komentar