G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Nusantara Sumba Tengah
Beranda / Berita Hari Ini NTT / Sumba Tengah / Bupati Paulus S. K. Limu dan Jalan Panjang Kopi Robusta untuk Generasi Sumba Tengah

Bupati Paulus S. K. Limu dan Jalan Panjang Kopi Robusta untuk Generasi Sumba Tengah

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu ketika menanam bibit kopi robusta di Desa Daha Elu, Kabupaten Sumba Tengah pada januari 2026. Foto: prokopimSTeng

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ€” Di tengah semangat membangun ekonomi berbasis desa, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah mendorong pendekatan yang tak biasa: menanam kopi Robusta bukan sekadar sebagai komoditas, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda.

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu, menyebut gerakan penanaman kopi sebagai upaya โ€œmencintai generasi melalui tanah dan kerja keras orang tua hari iniโ€.

โ€œMenanam kopi Robusta hari ini bukan hanya soal panen, tetapi menanam masa depan anak-anak Sumba Tengah agar cita-cita mereka tumbuh lebih gemilang,โ€ ujar Paulus dalam percakapan dengan SelatanIndonesia.com di Kupang, Rabu (27/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan dalam konteks pengembangan program PK POM PLUS, yang menggerakkan sekitar 100 petani dalam satu hektare lahan embrio kopi Robusta. Model ini dirancang sebagai ruang belajar bersama, sekaligus fondasi ekonomi keluarga berbasis gotong royong.

Menurut Bupati Paulus, skema tersebut bukan hanya soal produksi, tetapi juga pembentukan nilai sosial di tingkat akar rumput. โ€œDi situ kita membangun pondasi ekonomi keluarga sekaligus warisan nilai gotong royong dan tanggung jawab,โ€ katanya.

Mayana Saleky dan Nihi Rote, Mengantar Keramahtamahan Rote Nado ke Tingkat Nasional

Menanam kopi, menanam generasi

Dalam desain yang lebih luas, pemerintah daerah juga menyiapkan pendekatan regenerasi petani melalui program โ€œKopi Mudaโ€. Program ini diarahkan untuk melibatkan anak-anak petani dalam proses budidaya, mulai dari pembibitan, pascapanen, hingga manajemen usaha kopi.

Pendekatan ini menjadi bagian dari visi โ€œSejuta Harapanโ€ yang disebut Bupati Paulus bukan sekadar slogan, melainkan rencana aksi yang terukur di lapangan.

Target produksi dan skema teknis

Dalam pemaparannya, Paulus menjelaskan tahapan teknis pengembangan kopi Robusta yang ditargetkan mulai dari pembibitan hingga panen pertama.

Opini WTP Kembali Diukir, Bupati Rote Ndao Jaga Tren Positif Pengelolaan Keuangan Daerah

Pada Mei 2026, bibit kopi berada pada fase 15โ€“30 sentimeter di pembibitan. Jika dirawat dengan baik melalui penyiraman teratur, naungan 50โ€“60 persen, serta pemupukan organik, bibit disebut dapat tumbuh hingga 80โ€“100 sentimeter dalam enam hingga tujuh bulan.

Memasuki Desember 2026, bibit yang berusia sekitar 7โ€“8 bulan dengan tinggi sekitar satu meter direncanakan sudah siap dipindahkan ke lahan tanam.

Adapun panen perdana ditargetkan terjadi pada Desember 2027. Dalam kondisi optimal, kopi Robusta memang dapat mulai berbuah pada usia 18โ€“24 bulan setelah tanam, meski secara umum tanaman ini membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai produktivitas stabil.

โ€œYang penting adalah pemangkasan, pemupukan, dan pengelolaan air dijaga,โ€ ujar Paulus.

Nilai kerja dan โ€œpakta petaniโ€

Saat Dapur MBG 3T Menjadi Nadi Baru Ekonomi Lokal Sumba Tengah, Ditopang Program PK POM

Di luar aspek teknis, program ini juga dibingkai dengan lima prinsip utama PK POM PLUS yang disebut sebagai โ€œpakta petaniโ€. Prinsip itu meliputi niat tulus, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja sebagai ibadah.

Kelima prinsip tersebut, menurut Paulus, menjadi landasan etika kerja kolektif petani dalam menjalankan program.

โ€œKesuksesan bukan hanya tentang seberapa pintar kita, tetapi seberapa tulus, keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas kita menjalankannya,โ€ ujarnya.

Prinsip itu sekaligus diarahkan untuk memperkuat integritas, profesionalisme, inovasi, dan kepercayaan dalam pengelolaan sektor pertanian di daerah tersebut.

Ekonomi dan harapan jangka panjang

Melalui pengembangan satu hektare lahan embrio untuk 100 petani, pemerintah daerah berharap tercipta model ekonomi baru yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keberlanjutan generasi.

โ€œIni bukan sekadar menanam kopi, tetapi menanam harapan,โ€ kata Bupati Paulus.

Dengan pendekatan tersebut, Sumba Tengah mencoba merajut ulang hubungan antara kerja orang tua hari ini dan masa depan anak-anak mereka, melalui akar kopi yang tumbuh perlahan di tanah kering, Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur.*/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement