G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Hewan Kurban Bank NTT di Idul Adha Meneguhkan Arti Berbagi di Nusa Tenggara Timur

Hewan Kurban Bank NTT di Idul Adha Meneguhkan Arti Berbagi di Nusa Tenggara Timur

Komisaris Utama Bank NTT, S. Donny Heatubun, bersama Direktur Kepatuhan Revi Adiana serta Kepala Divisi Corporate Secretary dan Legal Frans Bolitobi serta sejumlah pegawai Bank NTT ketika menyerahkan hewan kurban di masjid Raya Narussa'adah Kupang, Selasa (26/5/2026). foto: ab

KUPANG,SELATANINDONESIA.COM – Di tengah geliat bisnis perbankan yang kian kompetitif, kepedulian sosial tetap menjadi ruang penting bagi dunia usaha untuk hadir di tengah masyarakat. Momentum Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Bank NTT untuk menegaskan komitmen itu melalui penyaluran hewan kurban kepada umat Muslim di berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur.

Pada Selasa (26/5/2026), jajaran direksi dan komisaris Bank NTT menyerahkan hewan kurban ke empat masjid di Kupang. Bantuan tersebut diterima oleh pengurus Masjid Agung Baiturrahman Bakunase, Masjid Raya Narussa’adah Kupang, Masjid Al Ikhlas Bonipoi, serta Masjid Agung Baiturrahman Nefonaek.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Komisaris Utama Bank NTT, S. Donny Heatubun, bersama Direktur Kepatuhan Revi Adiana. Turut hadir pula Kepala Divisi Corporate Secretary dan Legal Frans Bolitobi beserta sejumlah pegawai.

Tidak hanya terpusat di ibu kota provinsi, penyaluran hewan kurban juga dilakukan serentak di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur melalui kantor cabang Bank NTT di masing-masing daerah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kedekatan dengan masyarakat, terutama dalam momentum keagamaan yang sarat nilai kebersamaan dan solidaritas sosial.

Bagi Bank NTT, kurban bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wujud kehadiran institusi keuangan daerah dalam merawat harmoni sosial di tengah masyarakat multikultural NTT. Di tengah perannya sebagai motor penggerak ekonomi daerah, bank milik pemerintah daerah itu berupaya memperkuat nilai gotong royong dan toleransi melalui aksi nyata yang dirasakan langsung masyarakat.*/ab/llt

Di Parlemen, Dr. Umbu Kabunang Rudi Soroti Kebutuhan Mendesak Revisi UU Hak Cipta di Era AI

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement