G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Ekonomi Golkar Nusantara Pariwisata
Beranda / Pariwisata / Jas Tenun Sumba Umbu Rudi Kabunang Curi Perhatian Dubes Meksiko dalam Forum Diplomasi DPR RI

Jas Tenun Sumba Umbu Rudi Kabunang Curi Perhatian Dubes Meksiko dalam Forum Diplomasi DPR RI

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang ketika mengenakan jas motif tenun Sumba dan dikagumi oleh Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Armando G. Alvarez, saat pertemuan bersama Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI–Parlemen Meksiko di Ruang Diplomasi, Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (12/5/2026). Foto: bram

JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM — Di tengah pembahasan serius mengenai perdagangan bilateral dan kerja sama perfilman antara Indonesia dan Meksiko di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (12/5/2026), perhatian justru sempat teralih pada sehelai kain dari Timur Indonesia. Bukan dokumen diplomatik atau presentasi ekonomi yang mencuri perhatian, melainkan jas bermotif tenun Sumba yang dikenakan Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang.

Ruang Delegasi Nusantara III DPR RI siang itu menjadi panggung kecil diplomasi budaya. Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Armando G. Alvarez, beberapa kali tampak memperhatikan detail motif tenun yang membalut jas formal legislator asal Nusa Tenggara Timur tersebut. Motif khas Sumba yang berpadu dalam potongan jas modern itu menghadirkan nuansa berbeda di tengah forum bilateral yang membahas isu perdagangan, pendidikan hingga industri kreatif.

“Pak Dubes Meksiko untuk Indonesia sangat tertarik dengan jas motif tenun Sumba yang saya kenakan,” kata Umbu Rudi usai pertemuan bilateral DPR RI–Parlemen Meksiko.

Momen itu terjadi saat Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI–Parlemen Meksiko menerima kunjungan resmi perwakilan Kedutaan Besar Meksiko di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta. Pertemuan tersebut dipimpin Ketua GKSB Indonesia–Meksiko Herman Khaeron dan dihadiri sejumlah anggota parlemen, di antaranya Dini Rahmania, Jefry Romdonny, Nafa Urbach, Fathi, serta Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

Sementara delegasi Meksiko dipimpin Duta Besar Francisco de la Torre bersama Deputy Chief of Mission Rodrigo Vazquez Ortega dan Political Section and DCM Assistant Syaimma Nur Hidayat.

Sertijab di Belu, Plh. Sekda Ingatkan Pelayanan Publik Tak Boleh Terhenti

Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas berbagai agenda strategis yang dinilai dapat mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Meksiko. Salah satu isu utama ialah hambatan perdagangan udang Indonesia ke pasar Meksiko. Selain itu, dibahas pula peluang kerja sama impor daging sapi dari Meksiko ke Indonesia yang hingga kini masih terkendala sertifikasi halal.

Ketua GKSB Indonesia–Meksiko Herman Khaeron mengatakan, kerja sama ekonomi kedua negara memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan meski terpisah jarak geografis yang jauh.

Menurut Herman, selain sektor perdagangan, Indonesia dan Meksiko juga memiliki peluang besar di bidang industri kreatif, khususnya perfilman. Kedua negara dinilai memiliki karakter penonton yang serupa, terutama dalam genre film horor, komedi, dan drama.

“Ke depan film Indonesia bisa masuk ke Meksiko, begitu juga sebaliknya. Tadi Duta Besar juga membuka ruang kerja sama perfilman antara Indonesia dan Meksiko,” ujar Herman.

Pertemuan tersebut juga membahas penguatan kerja sama pertanian dan pendidikan. Program pertukaran petani yang sebelumnya dimulai melalui nota kesepahaman tahun 2018 diharapkan dapat diperluas, termasuk dengan membuka lebih banyak program pertukaran mahasiswa antara kedua negara.

Wabup Alor Rocky Winaryo Tegaskan Komitmen Jaga Lahan Sawah di Tengah Tekanan Alih Fungsi

Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Dr. Umbu Rudi Kabunang (pertama dari kanan) mengenakan jas motif tenun Sumba bersama Delegasi Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI–Parlemen Meksiko di Ruang Diplomasi, Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (12/5/2026)

Bagi Umbu Rudi Kabunang, perhatian Dubes Meksiko terhadap jas tenun Sumba yang dikenakannya memiliki makna lebih dalam daripada sekadar pujian terhadap busana. Ia menilai tenun tradisional NTT adalah simbol identitas budaya yang harus terus hadir di ruang-ruang penting negara, termasuk forum diplomasi internasional.

Karena itu, hampir dalam setiap agenda resmi DPR RI maupun kunjungan parlemen ke luar negeri, Umbu Rudi konsisten mengenakan jas berbahan atau bermotif tenun khas Nusa Tenggara Timur.

Politisi asal Daerah Pemilihan NTT II itu mengaku memiliki koleksi berbagai motif tenun dari hampir seluruh kabupaten di NTT yang dikenakan secara bergantian setiap hari kerja. Baginya, pilihan tersebut bukan hanya soal penampilan, melainkan bentuk penghormatan terhadap karya intelektual para perempuan penenun di kampung-kampung NTT.

“Ini sekaligus menjadi cara mempromosikan kekayaan intelektual mama-mama dan perempuan NTT di berbagai momentum resmi, baik di DPR RI maupun saat menjalankan agenda parlemen di luar negeri,” katanya.

Di tangan perempuan-perempuan penenun NTT, kain tenun selama ini bukan sekadar produk budaya, melainkan juga sumber penghidupan keluarga. Setiap motif menyimpan cerita tentang alam, leluhur, hingga struktur sosial masyarakat setempat. Namun di tengah arus industri fesyen modern, perlindungan terhadap motif tenun tradisional dan hak kekayaan intelektual para perajin masih menjadi tantangan besar.

Bupati Ratu Wulla Evaluasi Kinerja OPD, Percepat Penyerapan APBD 2026

Dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi XIII DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Hukum RI, Umbu Rudi menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan pengakuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi tenun tradisional NTT. Menurut dia, pengakuan HKI penting agar warisan budaya lokal tidak mudah diklaim pihak lain sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi para penenun.

Bagi Umbu Rudi, momen kecil di ruang diplomasi Senayan itu menjadi penanda bahwa tenun NTT memiliki daya tarik universal. Dari sehelai kain yang dikenakan dalam forum parlemen, tenun Sumba kembali menemukan panggungnya di hadapan dunia. Bukan sekadar warisan budaya, melainkan simbol identitas dan kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang mampu melintasi batas negara.*/yud/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement