TAMBOLAKA,SELATANINDONESIA,COM โ Rendahnya realisasi anggaran pada triwulan pertama Tahun Anggaran 2026 menjadi perhatian serius Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla. Hingga akhir Maret 2026, penyerapan APBD baru mencapai 18 persen atau masih di bawah target minimal yang ditetapkan pemerintah daerah.
Dalam Rapat Evaluasi Laporan Realisasi Anggaran yang digelar di Aula Kantor Bupati Sumba Barat Daya, Selasa (12/5/2026), Bupati Ratu Wulla menegaskan perlunya percepatan pelaksanaan program pembangunan agar target pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi daerah tidak terhambat.
Rapat evaluasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Dominikus A.R. Kaka, Sekretaris Daerah Edmundus N. Nau, para staf ahli bupati, asisten Setda, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga lurah se-Kabupaten Sumba Barat Daya.
Dalam arahannya, Bupati Ratu Wulla menyoroti capaian penyerapan anggaran yang hingga akhir triwulan I baru berada pada angka 18 persen atau masih di bawah target minimal 20 persen. Bahkan, sejumlah perangkat daerah tercatat masih memiliki realisasi anggaran sangat rendah, yakni berkisar antara 1 hingga 8 persen.
Menurut Bupati, kondisi tersebut menunjukkan pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah daerah belum berjalan optimal. Ia mengingatkan bahwa rendahnya penyerapan anggaran tidak hanya menjadi persoalan administratif, melainkan berdampak langsung terhadap masyarakat.
โKeterlambatan realisasi anggaran akan memengaruhi capaian pembangunan, pelayanan publik, hingga perputaran ekonomi daerah. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus segera melakukan percepatan,โ ujarnya di hadapan peserta rapat.
Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin keterlambatan pelaksanaan program berlanjut hingga semester berikutnya. Seluruh pimpinan OPD diminta segera melakukan langkah-langkah strategis agar target pembangunan daerah dapat tercapai sesuai jadwal.
Bupati Ratu Wulla juga menekankan pentingnya disiplin dalam perencanaan keuangan dan pelaksanaan kegiatan. Ia meminta setiap perangkat daerah memperkuat koordinasi internal, menyusun jadwal penarikan anggaran yang lebih realistis, serta mempercepat proses administrasi yang selama ini menjadi hambatan.
Selain itu, evaluasi terhadap berbagai kendala teknis di lapangan juga diminta segera dilakukan agar pelaksanaan program tidak mengalami stagnasi. Pemerintah daerah berharap seluruh kegiatan prioritas yang telah tertuang dalam APBD 2026 dapat berjalan lebih efektif pada triwulan berikutnya.
Di akhir arahannya, Bupati Ratu Wulla meminta seluruh jajaran pemerintah daerah menunjukkan komitmen nyata dalam mempercepat pembangunan dan memastikan manfaat anggaran dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya.*/AdiSuseno/llt













Komentar