TAMBOLAKA,SELATANINDONESIA.COM โ Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan daerah. Komitmen tersebut kembali ditegaskan Wakil Bupati (SBD) Dominikus A.R. Kaka saat membuka Sosialisasi Beasiswa S2 Afirmasi Bappenas Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati SBD, Selasa (12/5/2026).
Di hadapan puluhan ASN dan pimpinan perangkat daerah, Wabup Dominikus menilai program afirmasi pendidikan pascasarjana tersebut bukan sekadar bantuan studi lanjut, melainkan investasi strategis untuk memperkuat kapasitas birokrasi di daerah.
Menurut dia, tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks membutuhkan aparatur yang tidak hanya disiplin, tetapi juga memiliki kemampuan analisis, perencanaan, dan inovasi yang memadai.
โPemerintah pusat melalui program afirmasi ini memberikan ruang bagi daerah untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM aparatur. Kesempatan ini harus dimanfaatkan secara serius karena kita membutuhkan ASN yang mampu menjawab kebutuhan pelayanan publik yang terus berkembang,โ ujarnya.
Wabup Dominikus juga mengapresiasi Pusbindiklatren Bappenas yang memilih Sumba Barat Daya sebagai lokasi sosialisasi program. Menurut dia, kehadiran program tersebut menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap penguatan kapasitas aparatur di wilayah timur Indonesia.
Ia mengingatkan para ASN agar tidak melihat beasiswa semata-mata sebagai kesempatan memperoleh gelar akademik, melainkan sebagai tanggung jawab untuk membawa perubahan di lingkungan kerja masing-masing.
โDaerah ini membutuhkan ASN yang cerdas, adaptif, dan memiliki semangat melayani. Pendidikan adalah jalan untuk memperkuat kapasitas itu,โ kata Wabup Dominikus.
Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan Ketua Tim Pusbindiklatren Bappenas, Mohamad Iksan Maolana, bersama tim yang memaparkan mekanisme, persyaratan, serta tahapan seleksi Beasiswa S2 Afirmasi Tahun 2026.
Selain diikuti para ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah, kegiatan itu juga dihadiri para camat, pejabat struktural lingkup Pemkab SBD, hingga Direktur RSUD Reda Bolo.
Suasana diskusi berlangsung dinamis. Sejumlah peserta tampak aktif mengajukan pertanyaan terkait peluang studi, skema pembiayaan, hingga penempatan bidang studi yang dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya berharap lahir lebih banyak aparatur yang memiliki kompetensi perencanaan dan pengelolaan kebijakan publik, sejalan dengan visi pembangunan daerah menuju Sumba Barat Daya yang berkarakter, sehat, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.*/adisuseno/llt













Komentar