Pemda Ngada dan Imigrasi NTT Percepat Pembentukan Kantor Imigrasi Bajawa
BAJAWA,SELATANINDONESIA.COM โ Upaya menghadirkan layanan keimigrasian yang lebih dekat bagi masyarakat Flores bagian tengah memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Ngada bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur mempercepat proses pembentukan Kantor Imigrasi Bajawa, sebuah langkah yang dinilai strategis untuk menjawab kebutuhan pelayanan publik sekaligus mendukung pertumbuhan mobilitas dan pariwisata di Flores.
Komitmen itu mengemuka dalam pertemuan koordinasi antara jajaran imigrasi dan Pemerintah Kabupaten Ngada di Restoran Kartini, Bajawa, baru-baru ini. Pertemuan tersebut ditandai dengan penyerahan telaahan staf pembentukan Kantor Imigrasi Bajawa serta surat pernyataan dukungan pemerintah daerah terkait penyediaan hibah lahan.
Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT, Dr. Saroha Manullang, mengatakan kehadiran kantor imigrasi definitif di Bajawa menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan perkembangan wilayah Flores bagian tengah.
Menurut Saroha, pemerintah telah menyiapkan langkah awal melalui revitalisasi eks Rumah Tahanan Bajawa yang saat ini difungsikan sebagai Pos Imigrasi. Bangunan yang berdiri sejak 1908 itu direncanakan menjadi kantor imigrasi permanen dengan tetap mempertahankan nilai sejarahnya.
โEks Rutan Bajawa akan direvitalisasi sebagai Kantor Imigrasi Bajawa tanpa menghilangkan nilai historis bangunan,โ ujar Saroha kepada SelatanIndonesia.com, Selasa (12/5/2026).
Keberadaan kantor imigrasi permanen diyakini akan memangkas ketergantungan masyarakat Ngada terhadap layanan keimigrasian di luar daerah. Selama ini, sebagian besar kebutuhan administrasi keimigrasian masih dilayani melalui Kantor Imigrasi Labuan Bajo yang membuka layanan di Mall Pelayanan Publik Bajawa.
Penjabat Sekretaris Daerah Ngada, Yohanes Ghae, menegaskan pemerintah daerah mendukung penuh percepatan pembentukan kantor tersebut. Dukungan itu, kata dia, merupakan tindak lanjut arahan Bupati Ngada agar akses pelayanan publik bagi masyarakat semakin mudah dan efisien.
โKami siap memfasilitasi kebutuhan lahan bagi imigrasi agar proses pembentukan kantor ini dapat berjalan lebih cepat,โ kata Yohanes dilansir dari pikiranrakyat.com.
Ia mengakui masyarakat Ngada masih menghadapi kendala jarak dan waktu ketika membutuhkan layanan keimigrasian tertentu. Karena itu, kehadiran kantor definitif di Bajawa diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Flores bagian tengah.
Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Charles Christian Mathaus, mengatakan potensi keimigrasian di Kabupaten Ngada terus berkembang, terutama seiring meningkatnya mobilitas warga dan sektor pariwisata Flores. Karena itu, pelayanan yang lebih dekat dinilai semakin relevan.
Menurut Charles, pihaknya tetap memastikan layanan keimigrasian berjalan reguler melalui Mall Pelayanan Publik Bajawa sembari proses penyediaan lahan dan revitalisasi kantor dilakukan bertahap.
Selain pelayanan paspor dan dokumen perjalanan, keberadaan Kantor Imigrasi Bajawa juga diproyeksikan memperkuat pengawasan terhadap lalu lintas orang asing, terutama di kawasan wisata dan sektor strategis yang berkembang di Flores.
Sebelum melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Ngada, jajaran Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT juga melakukan dialog dengan pihak Seminari Mataloko guna menyerap aspirasi masyarakat terkait pembentukan kantor imigrasi tersebut. Dukungan berbagai pihak dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat realisasi layanan keimigrasian permanen di Bajawa.*/llt













Komentar