G-RDVF5GTVXM
GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Golkar Hukrim
Beranda / Hukrim / Wabup Ignas Uran Ajak Warga Rekonsiliasi dan Akhiri Konflik, Polisi Pastikan Situasi Adonara Timur Berangsur Kondusif

Wabup Ignas Uran Ajak Warga Rekonsiliasi dan Akhiri Konflik, Polisi Pastikan Situasi Adonara Timur Berangsur Kondusif

Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, (ketiga dari kiri) dan Ketua DPRD Flores Timur, Albert Sinour ketia bersama perwakilan warga darui dua kelompok yang terlibat konflik di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Senin (11/5/2026). Foto: prokopimFlotim

ADONARA,SELATANINDONESIA.COM โ€” Upaya rekonsiliasi damai terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Flores Timur menyusul kembali terjadinya konflik sosial antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan meminta seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan dialog demi mencegah konflik berkepanjangan.

Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, Senin (11/5/2026), turun langsung meninjau lokasi konflik bersama Ketua DPRD Flores Timur, Albertus Ola Sinuor, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah lainnya. Pertemuan dengan para pihak dilakukan di Kantor Camat Adonara Timur sebagai bagian dari upaya meredam ketegangan pascainsiden yang terjadi sehari sebelumnya.

Di hadapan warga dan para tokoh masyarakat, Wabup Ignas menegaskan bahwa konflik tidak akan membawa keuntungan bagi pihak mana pun. Menurut dia, benturan antarkelompok hanya meninggalkan kerugian material, luka sosial, serta dendam yang dapat diwariskan lintas generasi.

โ€œPerang tidak menghasilkan pemenang. Yang ada hanyalah kehancuran dan dendam darah. Karena itu konflik harus dihentikan,โ€ ujarnya.

Pemerintah daerah, kata Wabup Ignas, tetap menghormati mekanisme adat yang hidup di tengah masyarakat Adonara. Namun, penyelesaian persoalan harus berjalan seiring dengan penegakan hukum agar tidak memunculkan konflik berulang.

Wabup SBD Dorong ASN Tingkatkan Kompetensi Lewat Beasiswa S2 Afirmasi Bappenas 2026

Politisi senior partai Golkar itu menilai berbagai upaya mediasi yang sebelumnya dilakukan pemerintah belum sepenuhnya mendapat ruang di tengah masyarakat. Padahal, dalam tradisi sosial masyarakat Flores Timur, nilai persaudaraan dan penghormatan terhadap โ€œLewotanaโ€ selama ini menjadi fondasi hidup bersama.

Menurut dia, ruang dialog antara tokoh adat, pemerintah, dan aparat penegak hukum perlu diperkuat agar penyelesaian konflik tidak berhenti pada perdamaian sementara, melainkan mampu membangun kembali kepercayaan sosial antarwarga.

Pemerintah daerah juga menegaskan bantuan rehabilitasi dan dukungan pemulihan akan diberikan setelah tercapai kesepakatan damai antara kedua pihak yang bertikai.

โ€œKepala desa dan seluruh tokoh masyarakat harus hadir merangkul warga, berbicara dari hati ke hati, dan melepaskan berbagai kepentingan demi perdamaian bersama,โ€ katanya.

Di tengah upaya rekonsiliasi tersebut, aparat keamanan terus memperkuat pengamanan di wilayah terdampak. Situasi di Dusun Bele, Desa Waiburak, dilaporkan mulai berangsur kondusif dalam dua hari terakhir.

Masyarakat Flores Tengah Tak Lagi Jauh Urus Paspor, Kantor Imigrasi Bajawa Dipersiapkan

Anggota Brimob dari Polda NTT yang bertugas di Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Selasa (12/5/2026). Foto: prokopimFlotim

Personel Polres Flores Timur yang berjaga di Pos Pengamanan Bele melakukan patroli jalan kaki pada Selasa (12/5/2026) di sejumlah titik rawan, mulai dari kawasan Dusun Bele hingga jalur trans Waiwerangโ€“Sagu dan sekitar Narasaosina.

Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Flores Timur AKP Eliezer A. Kalelado, SH., menyebut patroli dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal sekaligus mencegah munculnya provokasi baru di tengah proses pemulihan situasi.

Melalui keterangannya, aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengedepankan persaudaraan dalam menyelesaikan persoalan.

Ketua DPRD Flores Timur Albert Sinour juga menyampaikan apresiasi kepada aparat TNI, Polri, Brimob, dan Satpol PP yang terus menjaga situasi keamanan sejak awal konflik berlangsung. Ia meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta mendukung langkah pemerintah daerah dalam membangun perdamaian yang berkelanjutan di Adonara Timur.

Di tengah tantangan penanganan erupsi Gunung Lewotobi, relokasi penyintas, hingga bencana gempa yang sebelumnya melanda sejumlah wilayah Flores Timur, pemerintah berharap konflik sosial tidak kembali memperberat situasi masyarakat.

Selain Pengawasan Data Pemilih, Bawaslu NTT Fokus Kembangkan JDIH Digital

Bagi banyak warga Adonara, perdamaian kini menjadi harapan bersama agar kehidupan sosial dapat kembali pulih dan ruang persaudaraan antarkampung dapat dibangun kembali secara perlahan.*/SW/MDP/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement