KUPANG,SELATANINDONESIA.COM โ Pemerintah Kabupaten Sumba Barat terus mendorong peningkatan keselamatan lalu lintas melalui penguatan infrastruktur jalan. Upaya itu ditunjukkan Wakil Bupati Thimotius T. Ragga saat bertemu Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Nusa Tenggara Timur, Robert N. I. Tail di Kupang, Jumat (8/5/2026).
Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut pengajuan bantuan fasilitas perlengkapan jalan untuk sejumlah titik di wilayah Sumba Barat yang dinilai rawan kecelakaan. Pemerintah daerah mengusulkan pemasangan rambu lalu lintas serta penerangan jalan umum (PJU) guna meningkatkan keamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Dalam pertemuan itu, Thimo Ragga menegaskan bahwa kebutuhan infrastruktur keselamatan jalan menjadi salah satu prioritas daerah seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas transportasi antarkecamatan. Menurut dia, keberadaan rambu dan penerangan jalan tidak hanya membantu mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa.
โKeselamatan masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Karena itu, kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat segera direalisasikan,โ ujarnya.
Selain usulan utama, Pemkab Sumba Barat juga menyampaikan tambahan kebutuhan lain yang belum tercantum dalam proposal awal. Beberapa di antaranya ialah pemasangan traffic light di Simpang 4, marka parkir jalan di sejumlah titik keramaian, serta pembangunan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) di depan sekolah-sekolah.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Nusa Tenggara Timur Robert N. I. Tail menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti usulan tersebut ke kementerian terkait. Ia memastikan kebutuhan perlengkapan jalan di daerah menjadi perhatian pemerintah pusat, terutama pada kawasan yang memiliki tingkat kerawanan lalu lintas cukup tinggi.
โKami akan melanjutkan pengajuan ini agar bisa diperjuangkan secara maksimal di tingkat kementerian,โ katanya.
Pemerintah Kabupaten Sumba Barat berharap percepatan bantuan teknis dari pemerintah pusat dapat mendorong terciptanya sistem transportasi yang lebih aman dan tertata. Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat, keberadaan fasilitas keselamatan jalan dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menekan angka kecelakaan sekaligus memperkuat konektivitas wilayah.*/prokopimSB/llt













Komentar