GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi Nusantara Politik
Beranda / Politik / Ratu Wulla Tembus Panggung Nasional, Sejajar dengan Sinta Nuriyah, Nurul Arifin, dan Veronica Tan di Nominasi Indonesia Leading Women Awards 2026

Ratu Wulla Tembus Panggung Nasional, Sejajar dengan Sinta Nuriyah, Nurul Arifin, dan Veronica Tan di Nominasi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonnu Wulla ketika menerima penghargaan Indonesia Leading Women Awards 2026 yang digelar oleh CNN Indonesia di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Foto: tangkapan llayar CNN

JAKARTA,SELATANINDONESIA.COM โ€“ Di tengah gemerlap panggung nasional Indonesia Leading Women Awards 2026, satu nama dari timur Indonesia mencuri perhatian: Ratu Ngadu Bonnu Wulla. Sosok yang akrab disapa Ratu Wulla ini tidak sekadar hadir sebagai kepala daerah, melainkan sebagai representasi perempuan pemimpin dari wilayah yang kerap luput dari sorotan nasional.

Malam penghargaan yang digelar oleh CNN Indonesia di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (5/5/2026), menjadi panggung pertemuan gagasan, dedikasi, dan pengaruh dari para perempuan inspiratif lintas sektor. Dengan tema โ€œEmpowered Women, Empowering The Nationโ€, ajang ini menegaskan bahwa perubahan besar bagi bangsa lahir dari kepemimpinan yang inklusif dan berdampak.

Di antara deretan nama besar seperti Sinta Nuriyah Wahid, Gusti Kanjeng Ratu Hemas, hingga Veronica Tan, kehadiran Ratu Wulla menghadirkan narasi berbeda: tentang kepemimpinan dari pinggiran yang bekerja dalam sunyi, namun menghasilkan dampak nyata.

Sebagai Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla meraih penghargaan โ€œOutstanding Leader in Local Economic and Inclusive Developmentโ€. Ratu Wulla dinilai menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pembangunan inklusif di Sumba Barat Daya melalui penguatan investasi, digitalisasi ekonomi, dan perlindungan sosial bagi masyarakat. Di bawah kepemimpinannya, bantuan sosial menjangkau ribuan warga, transformasi ekonomi rakyat mulai berjalan, serta pemberdayaan UMKM, pertanian, dan SDM terus diperkuat secara berkelanjutan.

Ratu Wulla dikenal konsisten mendorong pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat lokal. Ia tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Dalam konteks daerah yang memiliki tantangan geografis dan sosial yang kompleks, kepemimpinannya menjadi contoh bagaimana kebijakan dapat dirancang dengan pendekatan yang membumi.

Kemendikdasmen dan Gubernur Melki Menyatukan Arah, Pendidikan NTT Didorong Lebih Merata

Berjalan di karpet merah yang sama dengan tokoh-tokoh nasional seperti Susi Susanti dan pengusaha visioner Nurhayati Subakat, Ratu Wulla menunjukkan bahwa batas antara pusat dan daerah semakin cair. Bahwa perempuan dari wilayah timur Indonesia pun mampu berdiri sejajar, membawa suara daerah ke panggung nasional.

Momentum ini menjadi lebih dari sekadar seremoni penghargaan. Ia menjelma menjadi ruang pengakuan atas kerja-kerja nyata yang sering kali berlangsung jauh dari sorotan media. Dalam sorotan lampu dan tepuk tangan undangan, tersirat pesan kuat: kepemimpinan perempuan tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai penggerak utama perubahan.

Kehadiran tokoh-tokoh lain seperti Puan Maharani dan Ribka Haluk serta Nurul Arifin semakin mempertegas bahwa kontribusi perempuan telah merambah seluruh lini pengambilan keputusan, dari legislatif hingga eksekutif.

Namun, di antara semua itu, kisah Ratu Wulla membawa resonansi tersendiri. Ia adalah wajah dari Indonesia yang beragam, yang membangun dari akar rumput, yang memahami denyut kehidupan masyarakatnya, dan yang menghadirkan kebijakan bukan sekadar dari meja kerja, melainkan dari pengalaman langsung di lapangan.

Penghargaan ini, dengan nilai utama leadership with impact, integrity, inclusivity, dan sustainability, seakan menemukan refleksinya dalam perjalanan Ratu Wulla. Bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya tentang posisi, tetapi tentang keberanian untuk menghadirkan perubahan, sekecil apa pun langkahnya.

Ketika Batu Pertama Diletakkan: Menteri Abdul Muโ€™ti dan Gubernur Melki Menulis Awal Baru Pendidikan NTT

Di panggung nasional itu, Ratu Wulla tidak hanya berdiri sebagai individu, tetapi sebagai simbol harapan, bahwa dari Sumba Barat Daya, dari timur Indonesia, lahir pemimpin perempuan yang mampu menginspirasi dan menggerakkan bangsa.*/llt

ย 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร— Advertisement
ร— Advertisement