GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita Hari Ini NTT Daerah Ekonomi
Beranda / Ekonomi / Expo UMKM Rote Ndao, Dari Tarian Pelajar ke Perputaran Ekonomi Rakyat

Expo UMKM Rote Ndao, Dari Tarian Pelajar ke Perputaran Ekonomi Rakyat

Penampilan line dance dari siswa siswi SD Onatali pada panggung hiburan Pameran Pembangunan dan Expo UMKM Rote Ndao 2026 di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Ba’a, Sabtu (4/4/2026). Foto: PPID Utama_DKISP Rote Ndao

BA’A,SELATANINDONESIA.COM – Hari keempat Pameran Pembangunan dan Expo UMKM di Rote Ndao menghadirkan denyut berbeda: bukan sekadar transaksi, melainkan perayaan kreativitas yang tumbuh dari ruang-ruang belajar. Di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Ba’a, Sabtu (4/4/2026), panggung sederhana menjelma menjadi etalase energi baru, para pelajar tampil percaya diri, menari, bergerak, dan menyampaikan pesan bahwa ekonomi kreatif bertunas sejak usia dini.

Barisan siswa SD dan SMP membuka sore dengan line dance yang ritmis, disusul tarian kreasi yang memadukan gerak modern dan sentuhan lokal. Tepuk tangan pengunjung mengalir tanpa jeda, menciptakan atmosfer yang hidup di tengah deretan stan UMKM. Di ruang yang sama, seni pertunjukan dan aktivitas ekonomi bertemu, menguatkan satu sama lain.

Pameran ini, yang digagas pemerintah daerah, tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang promosi produk. Ia berfungsi sebagai simpul pertemuan: pelaku usaha, konsumen, dan komunitas kreatif saling berinteraksi, membangun jejaring, dan menguji daya tarik produk di hadapan pasar nyata. Di sinilah ekonomi kreatif menemukan bentuknya, bukan dalam konsep abstrak, melainkan dalam transaksi, cerita, dan pengalaman.

Sehari sebelumnya, kehadiran Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk di tengah stan-stan UMKM menegaskan arah kebijakan yang ingin dituju. Peninjauan langsung itu memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam memastikan pelaku usaha kecil tidak berjalan sendiri. Dari produk olahan pangan hingga kerajinan berbasis kearifan lokal, setiap lapak menyimpan potensi yang menunggu diperkuat, baik dari sisi kualitas, kemasan, maupun strategi pemasaran.

“Expo ini bukan hanya ajang promosi, tetapi ruang belajar,” menjadi penekanan yang relevan di tengah tantangan ekonomi yang kian kompleks. UMKM, sebagai tulang punggung ekonomi daerah, dituntut tidak sekadar bertahan, tetapi juga adaptif. Digitalisasi menjadi kata kunci: membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus mendorong pelaku usaha masuk ke ekosistem ekonomi yang lebih kompetitif.

Sertijab Kalapas Kupang: Antonius Purna Tugas, Wawan Irawan Nahkoda Baru dan Pesan Asta Cita Presiden dari Kanwil Ditjen Pas NTT

Menjelang malam, wajah pameran berubah. Lampu-lampu stan menyala, panggung kembali hidup dengan pertunjukan musik dan peragaan busana. Kawasan ini tidak lagi sekadar tempat jual beli, melainkan ruang sosial yang merayakan identitas lokal. Di sela tawa dan alunan musik, transaksi tetap berlangsung, menandakan bahwa hiburan dan ekonomi dapat berjalan beriringan.

Momentum perayaan hari jadi ke-24 kabupaten ini memperlihatkan satu hal penting: kekuatan ekonomi daerah tidak hanya terletak pada skala besar, tetapi justru pada ketahanan pelaku usaha kecil yang terus berinovasi. Tantangan memang tidak ringan, akses pasar, standar kualitas, hingga kebutuhan inovasi berkelanjutan masih menjadi pekerjaan rumah. Namun, melalui kolaborasi yang terbangun di ruang-ruang seperti expo ini, optimisme itu menemukan pijakannya.

Di Rote Ndao, ekonomi kreatif tidak hadir sebagai jargon. Ia tumbuh dari panggung pelajar, dari stan sederhana, dan dari keberanian pelaku usaha kecil untuk terus bergerak.*/PPID Utama_DKISP Rote Ndao/llt

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement